Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 14.16)


__ADS_3

Asri berjalan mendekati mereka berdua, tepatnya dia berdiri di samping Mega berhadapan langsung dengan Sari, si pelaku utama yang telah menghancurkan suasana nyaman semua orang.


Sari geram,"Kamu tidak perlu mengungkit-ungkitnya!"


Asri membalas,"Aku hanya mengingatkan kamu saja bahwa selain menolak mengakuinya pada saat itu, kamu juga memfitnah kami di depan Ustazah. Hah, sekarang siapa yang lebih pantas disebut sebagai manusia munafik di sini."


Ratna melihat situasi mulai tidak baik"Kalian berhentilah, jangan membuat keributan lagi-"


"Bagaimana mungkin aku berhenti! Mereka berdua telah menghinaku!" Potong Sari tidak terima.


Asri dan Mega memutar bola matanya. Tidak ada ekspresi penyesalan di wajah mereka masing-masing.


"Berhentilah, jangan membuat masalah lagi." Ai sampai harus berbicara.


Dia terlihat sangat tenang, jauh lebih tenang dari yang Sari harapkan. Ia pikir Ai akan terlihat pucat pasi, ketakutan, atau ekspresi klise lainnya. Tapi itu semua tidak terjadi karena faktanya Ai yang berdiri di depannya adalah Ai yang tenang seolah-olah tidak punya masalah. Dia terlihat lebih baik daripada yang Sari harapkan.


"Aku tidak akan pernah berhenti sampai semua orang melihat dan menyadari siapa kamu yang sebenarnya!" Sari bersikeras.


Ai menghela nafas panjang.


"Memangnya siapa aku sebenarnya, apa kamu punya bukti untuk semua tuduhan kamu ini? Hati-hati dalam berbicara, jika tidak tuduhan kamu ini bisa berubah menjadi percobaan pencemaran nama baik. Kejahatan ini bisa aku laporkan ke polisi dan kamu bisa berakhir di dalam jeruji besi. Apakah kamu tidak takut?" Kata Ai dengan nada sabar dan tenang.


Teman-teman kamarnya bahkan sampai tidak menyangka jika Ai ternyata orang yang pandai berbicara. Pasalnya Ai selalu menjadi pembicara yang pasif dan tidak suka banyak bicara.

__ADS_1


Sari mengepalkan tangannya marah,"Apa kamu mengancam ku?"


Ai dengan tenang menjawab,"Aku tidak mengancam mu, Sari. Namun aku ingin memberitahu mu konsekuensi apa yang akan kamu dapatkan jika terus menuduhku tanpa bukti seperti ini di depan banyak orang. Aku juga manusia biasa, Sari, dan aku juga bisa merasa bosan terus kamu pojok kan seperti ini. Aku bisa membawa masalah ini ke kantor polisi bila kamu tidak mau mendengarkan."


Ai tidak-, dia tidak akan melaporkan Sari ke polisi hanya karena masalah ini. Tidak, dia tidak akan setega itu. Sari masih punya kesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri di sini dan Ai tidak akan menghalangi jalannya.


"Polisi?" Dadanya semakin panas.


"Tentu saja kamu bisa melaporkan ku ke polisi! Keluarga kamu adalah orang kaya, kamu bisa menjebloskan siapa saja ke dalam penjara selama kalian mau!"


Ai untuk kedua kalinya menghela nafas panjang, dia sebenarnya sangat marah mendengar nama keluarganya direndahkan.


"Hukum tidak bisa dibeli dengan uang ataupun kekuasaan selama kamu punya bukti yang kuat, kamu harus tahu ini. Juga satu hal yang perlu kamu tahu bahwa keluarga ku tidak akan pernah melakukan kejahatan ini hanya karena mereka punya uang. Kamu tidak boleh berpikir seperti ini, hanya karena seseorang terlahir dari keluarga kaya raya kamu menghakiminya suka memainkan kekuasaan dan menyelesaikan setiap masalah dengan uang. Tidak, Sari. Tidak semua orang serendah yang kamu pikirkan dan tidak semua orang seburuk yang kamu pikirkan. Kekayaan yang mereka punya tidak bisa menjadi patokan bahwa orang itu adalah orang yang jahat dan suka menindas. Kamu tidak bisa melakukan itu. Lalu yang terakhir, tolong berhati-hatilah ketika berbicara karena setiap kata yang kamu katakan hari ini akan masuk di dalam pengadilan Allah." Ucap Ai sangat serius.


Sari memutar bola matanya malas,"Cih, dasar sok alim."


"Kamu tuh yang munafik tapi tidak sadar diri! Oh, astaga. Melihat betapa keras kepalanya kamu malam ini aku curiga jika orang yang telah menyebarkan rumor buruk tentang Ai di pondok pesantren adalah kamu, iyakan! Kamu orang yang telah merusak nama baik Ai di sini!" Tuduh Mega semakin yakin ketika melihat reaksi gelagapan Sari.


"Udahlah kamu ngaku, aja! Satu-satunya orang yang gak suka sama Ai di sini kan cuma kamu!" Asri juga ikut-ikutan membuat tuduhan.


Sari awalnya takut, namun karena rumor sudah menyebar dan tidak bisa dikendalikan lagi dia akhirnya mengakui kesalahannya. Toh, meskipun ia mengakui mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa.


"Benar, akulah yang menyebarkan rumor itu! Aku menyebarkan rahasia gelap Ai kepada orang-orang di pondok. Aku sungguh tidak tahan berada satu kamar dengan manusia munafik ini, rasanya sangat tidak tertahankan dan menjijikkan. Jadi aku memutuskan untuk menyebarkan rahasia gelap ini, membuat semua orang tahu jika Aishi Humaira adalah laki-laki dan telah melakukan operasi transgender sebelumnya!" Dia mengakui tanpa rasa bersalah, membuat teman-teman kamarnya terkejut dengan berbagai macam emosi dihati mereka.

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu!" Mega berteriak marah, dia mendorong Sari karena terpicu emosi.


Sari menatap nyalang Mega, dia mengepalkan kedua tangannya tidak takut."Siapa yang akan tahan berdekatan dengan manusia sampah itu!"


Sari mendorong Mega, langsung saja suasana menjadi tidak terkendali. Mega dan Sari bertengkar, lalu disusul oleh Asri yang tidak berniat sama sekali melerai pertengkaran.


"Jelas-jelas kamu adalah manusia sampahnya!" Asri berteriak marah mulai mengerahkan tenaganya.


"Ya Allah, apa yang sedang kalian lakukan! Tolong jangan bertengkar!" Ai panik ingin melerai tapi segera dihentikan oleh Ratna.


"Duduklah, jangan ikut campur." Kata Ratna sambil mendorong Ai mundur dan duduk di ranjang.


Setelah itu Ratna ikut bergabung ke dalam perkelahian, niat awalnya ingin membantu melerai tapi ia sempat terkena amukan Sari maka hasil akhirnya dia ikut terpancing emosi dan masuk ke dalam pertengkaran.


Suasana menjadi riuh, teriakan anak-anak yang lain menarik perhatian dari orang-orang diluar sana sampai akhirnya.


"APA YANG SEDANG KALIAN SEMUA LAKUKAN!" Teriakan Ustad Azam menarik perhatian semua orang.


Suasana ramai nam riuh tadi langsung menguap entah kemana.


Bersambung...


Ada yang nungguin Ali dan Safira?

__ADS_1


__ADS_2