Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Menemui Satrio


__ADS_3

Aku lalu bergegas ke meja tamu lagi dan banyak tamu-tamu yang menyapaku karena terkesan denganku.


"Mbak, namanya siapa?, suaranya ok lho." ucap seorang pengunjung


"Saya Nadia Bu, terimakasih pujian nya, ah suara saya biasa aja Bu." ucapku


"Suara mbak bagus lho, beneran. Sampai kami mau denger lagi, ngomong-ngomong Mbak Nadia pernah jadi penyanyi yaa?." ucap suami dari Ibu tadi


"Hehe makasih Pak, Bu, saya bukan penyanyi, cuma waktu saya di Bogor saya pernah jadi biduan di Panggung, emang saya hobby aja sih." ucapku antusias


"Walah pantesan, kalau gitu besok nyanyi lagi yaa Mbak, kita mau kesini dan request lagu." ucap si Ibu


"Iyaa tenang Bu , mudah-mudahan saya bisa menghibur lagi, ada pesanan lagi Bapak dan Ibu?". tanya ku


"Udah ini saja, besok ditunggu lho mbak Nad." ucap mereka


"Siap Bu, kalau gitu saya permisi dulu." ucapku


Lalu aku meninggalkan mereka, sapaan demi sapaan aku dapatkan di hari ini, meski juga banyak yang tidak suka, perduli apa, aku tidak takut.


Lalu aku dipanggil Siska.


"Nad, sini dulu deh." ucap Siska


"Siska kemana aja, aku dari tadi nyariin kamu lho?". ucapku


"Aku tadi pulang izin sebentar, karena Adikku lagi sakit, cuma aku balik lagi nih, mau ambil barang yang ketinggalan, maaf tadi nggak izin sama kamu, urgent banget soalnya." ucapnya


"Ya Allah, maafin aku , aku malah nggak tahu apa-apa, adik kamu sakit apa Sis?" tanyaku panik


"Iyaa adikku sudah lama dirawat dirumah sakit, Adikku sakit kanker, harus sering cuci darah." ucap Siska sedih


"Ya Allah Sis, aku turut sedih, semoga Adik kamu baik-baik saja , nanti kapan-kapan aku mau jengukin yaa, boleh yaa?." tanyaku


"Iyaa boleh banget Nad, oh yaa tadi kata Mas Beni kamu bikin heboh yaa sama Trio Kwek-kwek dan kamu juga nyanyi?." tanya Siska penasaran

__ADS_1


"Oh itu nyanyi mah cuma iseng aja, terus kalau Trio Kwek-kwek itu, iyaa aku kasih sedikit pelajaran untuk mereka dan kamu tahu aku sudah tahu rahasia mereka , tadi diam-diam aku mendengar obrolan mereka dengan Bu Melisa." ucapku berbisik


"Yang benar kamu Nad, rahasia apa?." Tanya Siska


"Iya, ternyata benar Bu Melisa suka sama sahabat Pak Nathan yaitu Pak Satrio, dia cuma mau harta Pak Nathan." bisikku ditelinga Siska


"Hah, kamu serius, tuh kan apa kata aku?." teriak Siska lalu aku bekap mulutnya


"Husss jangan berisik, nanti ada yang dengar." ucapku


"Ma..maaf Nad, aku nggak sengaja. Aku keceplosan, habis ini berita bagus banget." ucap Siska antusias


"Iyaa bener banget, ini berita bagus, nanti akan aku kasih pelajaran mereka semua yang sudah berbohong dan menyakiti boss." ucapku antusias


"Kamu punya rencana apa?." tanya Siska


"Ada pokoknya, nanti saja aku kasih tahu, yasudah yuk rapi-rapi sebentar lagi Kafe tutup, lagipula aku ada janji sama Pak Satrio nyebelin itu." ucapku keceplosan


"Hah , aku nggak salah denger? kamu ada janji sama Pak Satrio, koq bisa dia bikin janji sama kamu? kamu harus hati-hati Nad, dia terkenal playboy lho, makanya kesini selalu gonta-ganti pacar." ucap Siska menjelaskan


"Baiklah, aku percaya sama kamu Nad, aku bangga punya teman seberani kamu, yasudah kamu beres-beres, aku duluan yaa sudah ditunggu Mas Arif ." ucap Siska


"Iyaa hati-hati Sis, salam untuk keluarga mu." ucapku


Lalu Siska pulang dan aku beres-beres dan langsung pamitan dengan semua yang ada di Kafe. Kafe pun dikunci dan kuncinya dipegang Pak Beni.


Aku pulang naik gojek dan aku harus buru-buru menemui si nyebelin itu.


Aku pun sampai rumah Nathan , pintu dibuka oleh Bibi dan aku langsung masuk ke paviliun, namun aku melihat Pak Nathan dan Bu Melisa sedang duduk santai diruang tamu Pak Nathan sambil berpegangan tangan, aku mau tidak mau melewati mereka untuk sampai di paviliun yang ada dibelakang rumah Pak Nathan.


Ambyar hatiku, kesel dan cemburu, tapi aku sadar aku bukan siapa-siapa.


Lalu aku mengendap-endap masuk kamar, pokoknya nggak boleh Sampai dilihat mereka, kebetulan mereka lagi fokus dan serasa dunia milik mereka berdua pokoknya deh.


Bete dan kesal melihat nenek lampir mesra dengan Nathan. Lalu tiba-tiba ada panggilan dari WhatsApp namun nomernya tidak aku kenal.

__ADS_1


Aku : Hallo ini siapa?


X : Hallo cantik, sudah siap aku jemput?


Aku: Ini siapa sih? ganggu aja !


X : Ini aku pangeran mu, pokoknya kamu harus menemui aku ditempat yang aku kirim diWhatsApp


Aku : Hei siapa sih? (tiba-tiba panggilan diputus olehnya)


Dan aku baru sadar setelah membaca pesannya.


X: Hai cantik, ini aku Satrio, temui aku dijalan Melon sekarang juga, waktu mu 15 menit dari sekarang.


"Ah... gila banget sih dia."teriakku


Akhirnya aku tidak mandi, aku hanya ganti baju dan menggunakan flatshoes, aku mengendap-endap kerumah Nathan dan mengintip dari jendela untungnya si nenek lampir pulang dan diantar sampai depan rumah. Lalu dia naik Taksi.


Aku dengan membawa sepatu ditangan berjalan pelan-pelan, tiba-tiba dipanggil Pak Nathan.


"Mau kemana kamu Nadia ? bukannya baru pulang dari Kafe?." tanyanya


"Eh Pak Nathan, maaf Pak, saya izin keluar dulu, mau ada yang dibeli di Minimarket." ucapku berbohong


"Oh, mau saya antar?." ucapnya


"Nggak usah Pak, tenang aja saya bisa sendiri dan gak mau repotin Bapak." ucapku


"Ok baik, oh yaa tadi Satrio meminta nomer mu, lalu aku kasih dari data yang kamu kasih ke Kafe tempo hari. Kalian ada hubungan?." ucap Nathan


"Hehe nggak Pak, saya baru kenal Pak Satrio saat di Kafe, yaa paling Pak Satrio minta nomer saya supaya dia bisa tanya-tanya menu ." ucapku kesal dalam hati ngapain Pak Nathan ngasih nomer aku


"Aneh, kalau mau tahu tentang Kafe kan bisa ke saya atau ke Nomer Kafe, tapi sudah lah yang penting kamu jaga dirimu, saya tahu seperti apa Satrio, karena dia sahabat saya, yasudah kamu ke Minimarket, hati-hati sudah malam, nanti pintu tidak dikunci, agar kamu bisa masuk." ucapnya


"Iyaa Pak terimakasih sudah mengingatkan saya, saya permisi." ucapku lalu meninggalkan Nathan

__ADS_1


Lalu aku naik gojek dan sampai ke tempat yang dia tuju, sebelum nya dia mau menjemput ku, namun aku tidak mau, takut Pak Nathan curiga


__ADS_2