Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 11.10)


__ADS_3

"Aku..aku juga melakukannya." Gumam Ai malu, ada rona merah di kedua pipinya.


Saking malunya, dia tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat bagaimana ekspresi Asri dan Mega saat ini.


"Tidak usah malu Ai, karena aku juga diam-diam melakukannya." Bisik Mega mengakui.


Ai terkejut,"Benarkah?"


"Benar, meskipun pertunangan kami sudah dibatalkan diam-diam aku berdoa kepada Allah SWT setiap sholat tahajud agar kami bisa dipersatukan lagi. Bukankah menurut kalian aku ini naif?" Mega juga turut kalah malunya.


Dia padahal ingin melupakan Ustad Azam tapi setiap sujud dan doanya, nama Ustad Azam adalah orang pertama yang dia langitkan setelah menyebut nama kedua orang tuanya.


"Siapa bilang, Ga? Aku juga sama seperti kalian berdua. Jujur, Kak Kevin dan aku memang tidak berada di tangga sosial yang sama. Namun, harapan ku kepada Allah tidak pernah ada putusnya. Terkadang aku merasa jika apa yang aku lakukan ini konyol, tapi terkadang pula aku merasa bahwa apa yang aku lakukan ini akan sangat bermanfaat kepadaku. Jika memang Kak Kevin bukankah jodohku, maka Allah akan mengirimkan seseorang yang mungkin jauh lebih baik darinya. Karena aku pernah mendengar jika Allah tidak akan mengecewakan para hamba-hamba-Nya yang telah berulangkali mengetuk pintu langit. Mungkin akan butuh proses tapi percayalah Allah tidak akan membiarkan kita kecewa akan sebuah harapan. Seperti yang Ustazah Nila katakan di kelas, teruslah mengetuk hingga Allah membuka pintu langit untukmu. Jangan pernah berhenti dan selalu pastikan bahwa kamu masih ada di depan pintu saat Allah membukanya. Nah, ini agak mengejutkan mengetahui kalian juga mencoba mengikuti jejak Fatimah RA hehehe.."

__ADS_1


Rasanya begitu manis. Rasa kesedihan yang sempat menyelimuti hati mereka perlahan menguap hilang entah kemana. Berbicara sedekat ini dengan sahabat nyatanya juga tidak kalah manisnya dengan berbicara bersama keluarga. Lagipula, sahabat adalah saudara yang akan menarik tangan kita di akhirat kelak untuk masuk ke dalam surga Allah? Allah'ualam Bishawab, hanya Allah yang tahu rahasia langit.


"Menurutku jejak Fatimah RA adalah solusi terbaik untuk para wanita di zaman ini." Kata Mega berpendapat.


Ai mulai mengantuk. Dia menarik kain mukena yang ada di sampingnya sebagai selimut. Di sini jauh lebih dingin daripada di asrama. Masjid terkesan menjadi ruang terbuka sedangkan asrama adalah ruang tertutup sepenuhnya. Tidak ada AC seperti di rumah dan hanya ada 3 kipas angin di setiap kamar. Terkadang kipas angin sangat membantu bila malam-malam agak gerah akan tetapi lama-kelamaan kipas angin tidak bisa menjadi solusi terbaik karena udara yang diputar hanya itu-itu saja. Tidak segar tapi jatuhnya malah semakin gerah.


"Semoga Allah berkenan meridhoi kita berjalan di dalam barisan Fatimah RA ketika melewati jembatan Sirotol Mustaqim kelak. Karena ketika putri tercinta Rasulullah Saw itu lewat semua orang akan menundukkan pandangannya tanpa berani melihat. Putri Rasullullah Saw sangat mulia dan dicintai penghuni langit, bahkan bidadari surga yang selalu dipingit di dalam surga tanpa pernah di jamah oleh siapapun merasa sangat iri. Mereka iri akan betapa mulianya putri Rasulullah Saw dan mereka sangat cemburu melihat betapa taat nya putri Rasulullah Saw kepada Allah SWT, Masha Allah."


Ai menggeser tubuhnya agar bisa berbaring di atas lantai. Memegang erat-erat kain mukena yang sudah menyelimuti tubuhnya. Ai kedinginan tapi dia menikmati suasana nyaman ini.


"Masha Allah, semoga Allah mengabulkan doa mu, Ai. Aku bisa membayangkan betapa bahagianya hari itu bila kita berjalan bersama di dalam barisan yang Fatimah pimpin. Hoam..aku mengantuk. Apa kita boleh tidur?" Asri membaringkan dirinya di lantai.


Mengikuti jejak Ai dengan menggunakan kain mukena sebagai selimut.

__ADS_1


"Tidurlah, aku juga sudah mengantuk. Pembicaraan ini lebih baik kita lanjutkan saja besok." Mega sudah bersiap tidur.


Ai menyunggingkan senyum, dia sangat mengantuk tapi dia masih sempat memikirkan tentang mereka bertiga di akhirat kelak.


"Di surga Allah, aku harap kita bertiga bisa bertemu kembali. Jika Allah meridhoi kita bertiga, aku ingin berkeliling surga bersama kalian berdua."


"Semoga.. Allah meridhoi kita bertiga." Bisik Mega mulai terpejam.


"Aamiin..ya.. Allah." Dan Asri pun jatuh tertidur.


Sementara Ai, dia adalah orang terakhir yang memasuki alam mimpi. Sebelum benar-benar tertidur dia melambungkan doanya kepada Allah semoga harapan mereka bertiga bisa terwujud dan semoga Allah benar-benar meridhoi persahabatan mereka bertiga hingga ke surga-Nya.


Sunyi, lantai dua masjid menjadi sangat sunyi. Tidak ada lagi bisikan curahan hati dari tiga sekawan yang bermimpi bisa berkeliling surga bersama.

__ADS_1


Kesunyian ini terus bertahan lama sampai akhirnya sebuah langkah kaki yang ringan bergema di dalam masjid. Itu adalah langkah kaki milik seorang laki-laki tampan, laki-laki yang telah diam-diam mendengarkan sesi curhat mereka bertiga. Dan bahkan laki-laki ini sempat menjatuhkan kitab hijau yang berhasil membuat panik mereka bertiga.


"Kamu berhasil menarik perhatian ku.."


__ADS_2