
Lalu aku ke toilet sebentar, didalam toilet malah ketemu trio kwek-kwek lagi, kayaknya sengaja ngikutin aku, secara kan udah 3 hari aku menghindar dari mereka, malas berdebat karena pusing, tapi hari ini seperti nya nggak bisa menghindari lagi, baiklah aku akan lawan mereka.
"Wah wah wah, lihat deh si cupu, sekarang sok cantik yaa, mentang-mentang banyak yang godain, eh malah makin menjadi, padahal mah barang murah yaa tetap aja barang murah, nggak bakal istimewa,kayak si cupu."ucap Jani sambil mengaca
"Iyaa Jan, cuma karena dijadikan pacar Pak Satrio dia jadi tinggi hati, padahal mah nanti juga diputusin kalau udah di sentuh-sentuh, ih serem, secara Pak Satrio kan terkenal Playboy dan suka gonta-ganti pacar."ucap Mila
"Emmm bener tuh, tinggal nanti juga ditendang dari kehidupan Pak Satrio, secara Pak Satrio cuma butuh tubuh nya aja, makanya kan dia suka izin, paling sering ke hotel tuh buat ehem ehem."ucap Nina
Lalu aku keluar dari pintu kamar mandi dan mereka menatapku bersamaan setelah tadi pura-pura bercermin.
"Wah nggak nyangka wajah sama hati kalian berbanding kebalik, wajah glowing hati gosong, padahal itu ada cermin besar banget, ngaca dong kalian, yang harus nya malu tuh kalian, nuduh dan fitnah orang tanpa bukti, lagian mana pernah aku ke hotel. Jangan-jangan kalian yaa yang sering ke sana, asal kalian tahu, aku sama Satrio nggak pernah melakukan apapun yang kalian tuduhkan, kita pacaran biasa koq dan camkan baik-baik, Satrio itu cinta sama aku, jadi nggak mungkin ninggalin aku, yaa kita buktiin aja pokoknya.Udahlah malas ngomong sama kalian."ucapku
"Heh Nadia, udahlah buka topeng busuk lu, lu tuh jangan pura-pura baik deh, gue tau lu cuma butuh harta Pak Satrio aja kan."ucap Mila
"Oh yaa kata siapa? nggak usah sok tahu dek."ucapku lalu meninggalkan mereka
Tiba-tiba mereka memanggil ku dan aku tahu mereka bawa gayung berisi air, sudah terlihat dari cermin, pasti mau nyiram aku. Lalu aku nunduk. Dan yang kesiram adalah Pak Nathan.
"Upss selamat bersenang-senang guys dengan Pak Nathan."ucapku pelan
Lalu aku jalan pelan-pelan kebelakang Pak Nathan.
Pak Nathan marah dan berteriak.
"Jani, Mila Nina , apa-apaan kalian? baju saya basah nih, lagian kalian ngapain sih ke kamar mandi bareng-bareng, saya udah curiga pas nanya Beni katanya kalian ke kamar mandi bersamaan, oh ternyata mau nyiram orang. Sekarang juga saya hukum kalian bersihin kamar mandi+WC dan nanti kamu Mila keruang saya, ambil kemeja saya yang basah dan cuci."ucap Boss marah
"Ma..maaf Pak , kami nggak sengaja, itu ulahnya Nadia."ucap Nina
"Sudah saya nggak mau tahu, cepat laksanakan perintah saya dan kamu Nadia cepat kembali kerja."ucapnya menengok ke arahku
"Siap Boss."ucapku
Senang banget hari ini dapet hiburan gratis, makanya jangan suka berbuat jahat, kena batunya kan. Yasudahlah mending aku kerja lagi.
Lalu aku kerja dengan serius melayani pengunjung dengan sepenuh hati, aku mau buktikan kalau aku bukan perempuan matre yang hanya mengandalkan kekayaan Satrio, yaa walaupun pacar pura-pura, aku masih punya harga diri.
Waktu berlalu.
Sekarang pukul 19.00
"Nad, dimeja nomer 15 ada pelanggan yang mau ketemu kamu."ucap Siska
"Siapa Sis, koq aneh banget, kan sama yang lain sama aja."ucapku
"Udah cepat, nanti orang nya marah, dia lagi baca menu, sana temui ! ."ucap Siska mendorong ku
Lalu aku ke meja 15.
"Selamat malam Mas, mau pesan apa?". ucapku sambil menyiapkan kertas dan pulpen
"Saya mau pesan Mbaknya. Bisa kan?."ucapnya masih terhalang buku menu
"Nggak bisa Mas, emang saya perempuan apaan !."ucapku, tapi koq kayak kenal suaranya
"Oh kalau gitu nyanyi dong buat saya, saya kangen suara merdu kamu."ucapnya lalu memperlihatkan wajahnya
"Ya Tuhan, Sat eh Mas Satrio. Aku kirain laki-laki kurang ajar darimana eh ternyata Pak Playboy."ucapku tertawa
__ADS_1
"Hey sembarangan yaa kamu, aku udah jauh-jauh kesini masih difitnah, nanti aku hukum kamu."ucapnya tertawa
Senang deh lihat dia tertawa lagi, aku hanya bisa bersyukur dan terpaku menatap nya.
"Hei Mbak Nadia, malah bengong, cepet nyanyi buat aku, aku kangen suara kamu kalau lagi nyanyi."ucapnya
"I...iyaa Mas, tunggu yaa."ucapku bingung
Lalu aku hendak pergi meninggalkan nya namun dia berdiri dan memegang tanganku.
"Maaf yaa, aku akhir-akhir ini nyuekin kamu, kamu jangan sedih yaa."ucapnya sambil memegang rambut ku
"Apaan sih kamu ! , siapa yang sedih, kamu kali yang sedih, yaudah aku izin ke Pak Nathan buat nyanyi yaa."ucapku bersemangat
Lalu aku meninggalkan dia.Dan menemui Pak Nathan.
"Pak , saya izin mau nyanyi satu lagu yaa?."ucapku
"Wah kamu mau nyanyi lagi Nad? boleh banget, tumben kamu mau nyanyi lagi?."tanyanya
"Iyaa Pak , ini permintaan sahabat Bapak tuh, kalau nggak dikabulkan, nanti dia tambah sedih."ucapku
"Oh ada Satrio, kebetulan saya mau ketemu, udah sejak Bi Nini meninggal saya nggak ketemu dia, dia sibuk ke kantor terus dan hpnya mati."ucap Pak Nathan
"Iya Pak , Satrio akhir-akhir ini masih sedih, sekarang dia dimeja nomer 15 Pak."ucapku
"Ok baik Nad, saya akan coba bicara sama dia."ucap Pak Nathan
Lalu aku mengambil gitar dan mic.
Duh aku bingung mau nyanyi apa.
Lalu aku sudah siap dan menyapa pengunjung, terutama Satrio yang sedang mengobrol dengan Pak Nathan.
"Selamat malam semuanya, apa kabar?."tanyaku
"Baik Mbak Nad, asyik Mbak Nad nyanyi lagi, makin cantik nih Mbak Nad."teriak pengunjung setia
"Alhamdulillah, saya akan menyanyikan sebuah lagu spesial untuk kekasih saya yang ada dimeja nomer 15, untuk Mas Satrio semangat yaa sayang."ucapku lalu bersiap bernyanyi
🎵Kasih Putih - Glenn Fredly
Terdalam yang pernah kurasa
Hasratku hanyalah untukmu
Terukir manis dalam relungku
Jiwamu jiwaku menyatu
Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasih putih
__ADS_1
Di hatiku (kudatang padamu kekasihku)
Kucurahkan isi jiwaku
Hanyutkan daku dalam air hidup
Kau bawa selamanya diriku
Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasih putih
Di hatiku (bawa daku kekasihku taburiku dengan cinta oh)
Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasihmu
Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasih putih
Di hatiku (oh)
Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasih putih
Di hatiku (kutemukan arti hidup)
Lalu aku selesai dan semua bertepuk tangan, Satrio pun menghampiri ku membawa bunga mawar putih kesukaan ku. Gak nyangka dia bawa bunga yang dia sembunyikan di Kasir.
"Makasih Mas Sat."ucapku Malu sambil menerima bunga nya
" Sama-sama sayang , suara kamu bagus banget Nad, lagu kamu tadi buat aku kan?". tanyanya
Aku hanya mengangguk tersenyum.
Dan pengunjung bilang "Ciee sweet banget."
Duh ini sandiwara macam apa sih, koq aku baper yaa.
__ADS_1