
Ai duduk di bangkunya, memakan bekal masakan Safira dan ada dessert box coklat susu buatan Ali yang belum disentuh sama sekali. Beberapa menit kemudian Rina datang mendekati Ai, mereka berbicara sebentar sebelum makan bersama. Tidak berselang lama, Mega mendatangi mereka berdua. Sempat beberapa kali adu cekcok sampai akhirnya Mega membuang bekal Rina ke lantai.
Untuk sementara tidak ada yang mengatakan apa-apa karena mereka hanya ingin mendengarkan respon Ali dan Safira saja. Sementara pasangan suami-istri yang ditunggu-tunggu untuk mengeluarkan pendapat masih enggan mengatakan apapun padahal warna wajah mereka sudah berubah.
Kejadian selanjutnya adalah Rina menyiram Mega dengan air coklatnya, baru setelah ini Mega menarik rambut keriting Rina dan Rina juga tidak mau kalah, dia menarik rambut panjang Mega. Mereka saling tarik-menarik dan membuat kelas menjadi ramai.
Ai yang gelisah ingin melerai tapi malang, dessert box coklat susu buatan Ali tidak sengaja dia senggol dan jatuh mengenai seragam Mega. Setelah itu guru datang melerai dan yah, cerita akhirnya berakhir di sini.
Setelah menonton rekaman cctv kelas Ai, mereka semua memberikan ekspresi yang berbeda. Yang paling menonjol adalah ekspresi rumit dari wakil kepala sekolah. Melihat rekaman cctv tadi dia seolah melihat drama anak remaja daripada melihat drama anak-anak.
"Aku akan memulainya," Safira memperbaiki duduknya, agak miring menghadap ke arah pasangan suami-istri angkuh itu.
"Apa kamu punya masalah kepada mereka berdua? Aku lihat, kamu adalah orang pertama yang mengganggu mereka berdua." Tanya Safira mulai mengintrogasi.
__ADS_1
"Nyonya, itu karena-"
"Aku bertanya kepada putrimu, bukan kepadamu." Potong Safira tajam.
Wanita angkuh itu segera menelan kata-katanya kembali.
"Aku ulangi, apa kamu punya masalah kepada mereka berdua?" Tanya Safira masih sabar karena yang dia hadapi sekarang adalah anak kecil, bukan orang dewasa.
"Mereka yang membicarakan ku lebih dulu, mereka bilang aku tukang bohong!" Katanya membela diri.
Rina sejak awal sudah tidak menyukai Mega sehingga tanpa penahan apapun dia langsung menyuarakan pembelaannya.
"Aku mengatakan itu karena kamu berbohong kepada semua anak kelas. Kamu bilang Ai monster karena dia punya dua alat kelamin di depan semua teman-teman. Tapi ketika aku bertanya pada Papa, dia bilang Ai bukanlah monster karena monster tidak akan sekolah!"
__ADS_1
"Jadi itu kamu," Kali ini Safira benar-benar tidak punya kesabaran.
"Dua alat kelamin, monster." Katanya dingin,"Masalah ini seharusnya tidak akan diketahui oleh sembarang orang, apalagi kamu masih anak-anak." Katanya mengindikasikan makna tertentu.
"Katakan dengan jujur kepadaku, siapa yang memberitahu mu masalah ini?" Ini adalah masalah yang serius dan untungnya mereka langsung menemukan akar masalah sebelum Ai tenggelam terlalu lama dalam pembulian.
Mega masih diam, dia ingin bersembunyi dari Safira tapi wanita glamor itu tidak mau membantu meskipun dia sendiri takut.
Masalah ini jika anaknya tidak mau bekerjasama sama maka orang yang akan mendapatkan imbasnya adalah suaminya.
"Katakanlah dengan jujur, kerahasiaan ini sengat kami diketahui hanya dua orang di sekolah ini. Pertama kepala sekolah dan kedua wali kelas kalian, Dinda." Ali juga menekankan pentingnya masalah ini jadi mau tidak mau Mega harus bekerjasama.
"Katakanlah jika kamu masih ingin sekolah!" Ancam wanita glamor itu tidak sabar.
__ADS_1