Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Apa Yang Terjadi ?


__ADS_3

Hari sudah semakin Sore, kerjaanku dari tadi yaa cuma dikamar saja. Merenung dan merenung. Bener nggak yaa yang aku lakuin?


Ah sungguh menyebalkan memikirkan ini.


Sementara ku intip kegiatan didalam rumah ku mulai padat, dari mulai dekor rumah dengan hiasan-hiasan, belum lagi Ibu dan tetangga masak-masak untuk besok pagi. Pokoknya sudah kelihatan semua sibuk dan repot, bahkan tetangga mulai banyak berdatangan untuk membantu dan ngobrol-ngobrol dengan Ibu. Dari mulai nanyain Satrio sampai nanyain "Koq bisa Nadia mau nikah sama Bossnya?." hualah gosip emang gampang menyebar disini. Yaa begitu lah keadaan lingkungan ku. Setelah asyik ngintip, aku malah menutup pintu lagi dan tiduran sambil main Handphone.


Aku menghilangkan jenuh dengan main game cacing, terus stalking sosial media Satrio, untuk menghilangkan rasa kangen. Karena sudah terlalu capek aku memutuskan tidur saja. Agar fresh nantinya.


Tiba-tiba Mimin telpon.


Mimin : Hallo Nad, hei selamat yaa


Aku : Iyaa makasih, kan tadi udah ngucapin di WhatsApp


Mimin : Hehe sekarang mau secara langsung lewat suara.Loyo banget sih, hemm masih kepikiran dia yaa?


Aku : Ya begitu lah, kamu kan paling tahu aku. Eh tapi aku jahat nggak sih sama Nathan?


Mimin : Hemm bisa iya bisa nggak, kalau kamu nikah sama Nathan tapi kepikiran sama Satrio, bisa dibilang kamu jahat


Aku : Iyaa sih, ah tapi sekarang belum nikah ini


Mimin : Maaf yaa besok gak bisa kesana, dadakan sih kamu, udah kayak tahu bulat


Aku : Iya nggak apa-apa, yaa mau gimana lagi, aku juga spontan untuk melakukan semua ini


Mimin : Yaudah jangan sedih-sedih Mulu ah, harus bahagia, salam buat keluarga kamu yaa


Aku : Iyaa, nanti aku sampaikan


Mimin : Yaudah, selamat pokoknya, nanti hadiah menyusul yaa, bye


Aku : Ok makasih, byee...


Lalu panggilan ditutup.


Aku melanjutkan tidur, pokoknya aku bertekad untuk dikamar saja, kecuali kalau aku mau makan dan minum baru keluar kamar. Toh kalau kamar mandi ada didalam kamar sih jadi nggak repot deh. Aku malas kalau harus ditanya-tanya kenapa dan mengapa, bikin aku bingung jawab apa ke tetangga.


Pagi hari...


Pukul 05.00


Aku langsung bangun mandi, ibadah dan rapi-rapi, Ibu yang membantu aku merias wajah, karena aku kan nggak suka dandan yang berlebihan.


"Nad kamu cantik deh pakai kebaya dari Nathan, mengingatkan Ibu waktu Ibu dilamar Bapak mu dulu."ucap Ibu sambil menyisir kan rambut ku


"Emang dulu Ibu koq bisa jatuh cinta sama Bapak?."tanyaku sambil bercermin

__ADS_1


"Iyaa dulu Ibu ini temen sekelas Bapak mu waktu sekolah SMA. Awalnya sih Ibu nggak suka sama Bapakmu, soalnya gayanya kuno, cuma karena Bapakmu orang nya sangat perhatian dan sabar menghadapi Ibu, akhirnya Ibu terima lamarannya saat kita sudah lulus kuliah."ucap Ibu mengenang masa mudanya


"Hahaha, pantes yaa Bu aku juga nggak suka dandan, berarti aku sama kayak Bapak, apa adanya."ucapku


"Iyaa, tapi kalau sudah jadi istri kamu nggak boleh cuek sama penampilan, bisa-bisa suamimu kepincut perempuan lain, alias pelakor. Ih amit-amit pokoknya, jangan sampai kayak tetangga kita si Mirna, jadi janda muda karena suaminya selingkuh, salah dia sih pakai daster Mulu dirumah, nggak mau tampil cantik buat suami."ucap Ibu sambil merias wajah ku


"Huss, Ibu. Jangan ngomongin orang ah, aku nggak enak dengernya. Yaa mungkin itu karena suaminya aja yang ganjen Bu dan gak setia."ucapku kesal


"Haha, sudahlah jangan berdebat lagi, hari ini Ibu bahagia sekali, anak Ibu akhirnya dilamar oleh laki-laki mapan dan baik. Yaa semoga kita bisa jadi keluarga yang sejahtera."ucap Ibu


Aku hanya terdiam...


Lalu aku selesai di make up.


"Tuh kan anak Ibu cantik maksimal, ah persis kayak Ibu waktu muda. Pokoknya kamu harus sering dandan gini, biar Nathan gak selingkuh, secara dia kan Boss, pasti banyak yang naksir."ucap Ibu


"Ih Ibu apaan sih, aku nggak mungkin lah setiap hari dandan medok gini, sudah seperti biduan aja."ucapku protes


"Yaudah Ibu keluar dulu yaa , mau menyiapkan hidangan untuk nanti."ucap Ibu


"Iyaa Bu."ucapku


Lalu Ibu keluar dari kamarku dan aku masih menatap diriku di cermin. Betapa semesta tidak adil, membuat aku harus melakukan hal yang tak ku inginkan. Tapi sudahlah, mau protes juga nggak ngaruh, semua sudah begini adanya.


Lalu Adik-adik ku masuk kamar.


"Iya kayak princess Elsa."ujar Dini


"Wah bisa aja sih Adik-adik Mbak yang comel, mujinya berlebihan banget sih, oh yaa diluar ramai nggak dek?."tanyaku


"Lumayan Mbak, adalah 10 orang bantu Ibu dan ngobrol sama Bapak tuh diruang tamu."ujar Dina


"Emang kenapa Mbak? Koq Mbak gak keluar kamar sih?."tanya Dini


"Oh ramai juga yaa, iya nih Mbak lagi malas keluar kamar. Kalian tolong ambilkan Mbak sarapan, mau yaa?."tanyaku


"Oh sarapan, siap Mbak."ucap Dina


"Ok Mbak."ucap Dini


"Bagus Adik-adik Mbak emang baik, yasudah sana."ucapku


Lalu mereka mengambil sarapan untuk ku.


Aku diambilkan roti dan susu, karena memang aku sukanya itu, biar gak terlalu ribet.


Aku masih terus dikamar, biasa baca buku dan main handphone, hingga waktu menunjukkan pukul 09.00

__ADS_1


Tiba-tiba Ibu datang ke kamar.


"Nad, keluar yuk, sedikit lagi Nathan mau sampai."ucap Ibu


"Lho lho, bukannya jam 10.00 Bu?."tanyaku


"Ya namanya juga dia pengen cepat-cepat ketemu kamu, ayo sekalian sapa tetangga, mereka nanyain kamu terus."ucap Ibu


"Ok baik Bu."ucapku lalu mengikuti Ibu keluar kamar


Di luar sudah ada banyak tetangga ku , mereka itu diundang Ibu, yaa adalah 15 orang, tetangga favorit Ibu, temen ngerumpi bareng.


Aku pun menyapa mereka dan ngobrol, tak sedikit yang menanyakan, kenapa gak sama cowok yang waktu itu beliin kue? koq bisa nikah sama Boss? dan lain-lain. Semua pertanyaan ku jawab dengan santai dan ramah. Yaa biar nggak ada yang kesal.


Tibalah 2 mobil sampai dirumah ku. Mobil pertama adalah mobil Nathan.


Mobil kedua adalah mobil orang tua nya.


Lalu mereka datang dan kami menyambut mereka. Bahkan aku cium tangan dan berkenalan dengan orang tua Nathan.


"Nadia cantik banget kamu , oh yaa kenalin ini orang tua aku."ucap Nathan


"Makasih. Halo Om , Tante, saya Nadia, senang berkenalan dengan kalian."ucapku gugup


"Wah cantiknya yaa Pah, nggak salah anak kita tergila-gila sama dia, sampai ngebet mau lamaran cepat."kata Tante kepada Om


"Iyaa kamu cantik banget Nad, kayak Mantan Om."ucap Om tertawa lalu dicubit Tante


"Hehe bisa aja Om dan Tante, oh yaa kenalin ini Ibu saya Tan, Om."ucapku


Lalu mereka berkenalan.


"Ayahmu mana?."tanya Tante


"Itu Bapak saya Tan."ucapku sambil menunjuk Bapak yang keluar dari dalam rumah


Lalu Bapak keluar dari dalam rumah. Tersenyum senang bersama Adik-adik, tiba-tiba senyumnya berubah. Berubah menjadi kecut.


Bapak menghampiri kami.


"Kamu! Oh kamu Bapaknya Nadia?."ucap Om


"Iyaa itu Bapak saya Om, Pak ini Ayahnya Nathan."ucapku


Bapak melotot dan seperti sedang menahan marah.


"Kamu? kamu Ayahnya Nathan, saya tidak Sudi Anak saya dilamar oleh Anakmu, dasar kamu pembunuh."ucap Bapak sambil memegang dadanya menahan sakit jantung nya

__ADS_1


__ADS_2