Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 17.15) TAMAT


__ADS_3

Di saat semua orang tertawa bahagia, ia sendirian berdiri di sudut dengan segala duka lara di hati yang baru saja terbentuk.


Sungguh hancur, sungguh hancur hatinya begitu tidak sengaja mendengar percakapan sang Kakak dan dengan calon Kakak iparnya tadi malam. Ia terluka, ingin rasanya ia berteriak dan menangis sekeras mungkin namun wajah-wajah khawatir orang-orang di sekelilingnya membuat ia bertahan tampak kuat meskipun hatinya terus saja berdenyut sakit tanpa berdarah.


Dia tersenyum tipis, mengarahkan pandangannya ke hadapan para tamu undangan yang sedang bersuka cita menyantap makanan ataupun pergi menyalami pengantin baru yang kini sedang duduk di atas singgasana dengan senyuman malu-malu di wajah masing-masing.


Ah, sejujurnya ia sangat bahagia hari ini melihat kedua Kakak tercintanya menikah. Namun, luka yang menganga di hatinya seolah menjadi batu sandungannya, mencegahnya untuk merasakan setitik kebahagiaan dari hari ini.


"Apa yang sedang aku pikirkan- ah, dia ternyata juga datang." Gumamnya tidak menduga ketika melihat laki-laki tinggi nan tampan yang pernah mengisi hatinya itu.


Tanpa ragu, ia lalu berjalan mendekati laki-laki itu. Laki-laki yang sedang duduk kosong menatap hidangan di atas meja tanpa niat ingin menyentuhnya. Kondisinya begitu buruk, ia seolah tidak pernah tidur dan tidak pernah menyentuh makanan melihat begitu tirus pipinya sekarang.


Ternyata laki-laki itu tidak sebahagia yang ia pikirkan sebelumnya.


"Kevin?" Panggilnya kepada laki-laki itu.


Yah, dia Kevin, mantan tunangannya. Bertahun-tahun bertunangan dengannya membuat Sasa mengembangkan kepercayaan diri bila mereka akan menikah dan membangun sebuah bahtera rumah tangga sama seperti kedua Kakaknya. Namun, siapa yang mengira jika takdir berkata lain karena laki-laki yang ia cintai ini telah berpaling menyukai gadis lain.


"Kevin?" Panggil Sasa lagi karena panggilan pertamanya tidak berhasil menarik perhatian Kevin.


"Oh, ya?" Kevin tersadar dari lamunannya.


Secara alami ia mengangkat kepalanya dan bertemu pandang dengan wajah cantik Sasa. Tidak ada yang mengejutkan, ia hanya merasa canggung berbicara dengan Sasa lagi.


"Ada, apa?" Tanya Kevin sembari menyandarkan punggungnya di kursi.


Dia sungguh lelah dan kekurangan tidur, bahkan makan pun ia tidak berselera beberapa hari ini.


"Mau berbicara sebentar?" Tawar Sasa mengambil inisiatif.


Kevin termenung, beberapa detik kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Katakanlah."

__ADS_1


Sasa menolak membicarakan masalah pribadi di sini.


"Tidak di sini." Kata Sasa menolak.


Kevin bertanya sabar,"Lalu, dimana?"


Sasa menunjuk keluar,"Diluar saja." Jawabnya tidak mau membuang waktu.


Di sini sangat ramai dan diluar pun tidak ada bedanya. Tidak akan ada yang berpikir bila mereka melakukan perbuatan zina karena mereka bertemu di tempat umum.


"Baiklah." Kevin kemudian bangun dari duduknya, memimpin jalan dan berhenti setelah sampai di samping pintu masuk rumah Mega.


Awalnya tidak ada yang berbicara diantara mereka berdua. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, bila Sasa sibuk dengan masalah hubungan mereka maka Kevin justru sibuk dengan memikirkan gadis itu. Gadis yang telah membuatnya berakhir seperti ini.


"Aku sudah tahu kamu telah memutuskan pertunangan kita." Kata Sasa memulai pembicaraan.


Kevin mengangguk ringan, tentu saja ia merasa bersalah karena telah mengecewakan Sasa. Namun apa yang harus ia lakukan ketika perasaannya sudah menjadi milik gadis itu?


Ia tidak bisa berpura-pura mencintai Sasa disaat perasaannya secara perlahan telah menghapus jejak Sasa.


Sasa menggelengkan kepalanya tidak marah, namun mungkin lebih tepatnya dia kecewa.


"Apa karena sahabat Kak Mega?" Dia sudah tahu tapi masih bertanya.


Kevin tidak membantahnya,"Ya, aku jatuh cinta kepada Asri, gadis desa yang tidak lain adalah sahabat Kakak ipar mu." Jawab Kevin bagaikan pisau tajam yang mengiris-iris hati Sasa.


Sasa memaksakan senyum,"Kenapa kamu lebih memilihnya daripada aku?"


Dia butuh alasan kenapa Kevin meninggalkannya, lebih memilih gadis yang baru dikenal daripada dirinya yang telah bertahun-tahun lamanya terikat pertunangan.


Kevin menggelengkan kepalanya tidak tahu,"Aku hanya jatuh cinta ketika melihat betapa tulus hatinya kepada Allah, selebihnya aku tidak bisa mengatakannya."


Sasa tidak mengerti,"Jadi menurutmu...aku ini--"

__ADS_1


"Tidak, tidak, jangan salah paham. Kadar keimanan seseorang hanya Allah yang tahu dan aku tidak pantas menilainya. Lagipula apa yang aku rasakan ini juga datangnya dari Allah dan aku tidak akan keberatan untuk menyimpannya." Potong Kevin mengenyahkan pikiran 'buruk' Sasa.


Sasa menganggukkan kepalanya mengerti. Ia tahu bahwa tidak ada jalan kembali untuk mereka berdua karena Kevin juga mungkin sudah bersama dengan gadis itu.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Sasa dengan senyuman paksa.


"Menikah?" Miris sekali mendengar pertanyaan ini.


"Dia menolak ku dan dia tidak ingin terlibat apapun lagi denganku." Jawaban ini sontak mengejutkan Sasa.


Ia benar-benar tidak berharap bila apa yang Mega katakan mengenai gadis itu ternyata benar. Ia bersungguh-sungguh memegang janjinya agar menjauhi Kevin dari hidupnya.


"Lalu... bagaimana sekarang?" Akankah Kevin kembali kepadanya?


Tapi sayangnya sebuah kekecewaan yang lagi-lagi Sasa dapatkan.


"Aku tidak kuat melihatnya hidup berbahagia bersama laki-laki lain jadi aku memutuskan akan pergi ke Kairo untuk melanjutkan sekolahku. Mungkin 2 atau 3 tahun lagi aku akan kembali ke sini dengan hati yang sudah sembuh. Lalu, bagaimana dengan dirimu?" Pasalnya mereka sama-sama terluka dan butuh waktu untuk menyembuhkannya.


Kecewa, Sasa belum memutuskan langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya setelah gagal memulai masa depan dengan Kevin.


"Aku... belum memutuskan. Mungkin aku perlu waktu untuk memikirkannya." Jawab Sasa berusaha tetap tegar.


Kevin mengangguk paham. Ia tidak ingin berlama-lama lagi di sini apalagi kehadirannya akan membuat Sasa semakin terluka.


Oleh karenanya, ia mengucapkan pamit kepada Sasa sebelum kembali ke rumah. Mungkin ini adalah perjumpaan terakhir mereka dalam hidup ini karena tahun-tahun selanjutnya mereka akan menjalani kehidupan sesuai dengan peran masing-masing di dunia masing-masing.


...TAMAT...


NOVEL SELANJUTNYA AKAN SAYA PUBLISH TANGGAL 3 NOVEMBER, INSHAA ALLAH DENGAN JUDUL YANG MASIH DIRAHASIAKAN.


OH YAH, SETELAH BAB INI ADA PART BONUS TAPI ITU PROMOSI NOVEL DOANG HEHEHE...JADI KALAU TERGANGGU SAYA SARANIN JANGAN DIBACA DARIPADA NANTI UJUNG-UJUNGNYA MARAH-MARAH.


OH YAH, KALAU ADA YANG NANYA KENAPA SIH NOVEL INI KEBANYAKAN BAB BONUS PROMOSI NOVELNYA...

__ADS_1


JAWABAN SAYA MAH SIMPEL, SUKA-SUKA SAYA DONG, SAYA KAN PENULISNYA, SAYA JUGA YANG PUNYA LAPAK. NOVELTOON AJA YANG PUNYA APLIKASI GAK PROTES WKWKKWK...


__ADS_2