Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Bab 24.1


__ADS_3

Ai senang dan tidak keberatan dengan kedatangan temannya itu. Dia bersyukur karena masih ada yang mau berbicara dengannya setelah kejadian kemarin. Ai juga berharap bila masih ada teman kelas lainnya yang mau berteman dengannya.


"Boleh Rina, duduklah di sini." Katanya sambil menarik kotak bekalnya mendekat agar Rina bisa menaruh kotak bekal yang dia bawa di meja yang sama.


"Terimakasih!" Rina lega Ai masih mau bermain dengannya.


Dia pikir gara-gara masalah kemarin Ai tidak mau berteman dengannya lagi.


"Kemarin aku bertanya kepada Papaku. Dia bilang mempunyai dua alat kelamin bukanlah monster. Dia juga bilang monster tidak bisa sekolah seperti kita jadi apa yang Mega katakan kemarin itu bohong." Katanya sambil mengambil suapan besar ke dalam mulutnya.


Ai tersenyum manis, dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya karena sibuk mengunyah. Ali pernah menasehatinya agar jangan berbicara ketika sedang makan.


"Hei, rambut keriting! Tadi kamu bilang apa? Aku dengar kamu dan monster ini sedang membicarakan ku." Kelas kembali ramai karena Mega kembali berulah.


Rina tidak takut dengannya. Dia malah ingin berkelahi dengan Mega karena sudah tidak tahan dengan sikap sombongnya.


"Aku bilang kamu tukang bohong, wekk." Katanya diakhiri dengan lidah terjulur.

__ADS_1


Mega marah, dia mendorong kotak makanan Rina ke lantai dengan sombong.


"Papamu itu bawahan Papaku jadi kamu seharusnya tahu diri sedang melawan siapa! Jika kamu masih ingin Papamu bekerja di kantor Papaku lebih baik kamu meminta maaf kepadaku sekarang!" Bentaknya sombong seraya berkaca pinggang.


"Itu adalah kantor Papamu bukan kantor mu jadi kamu tidak punya hak apa-apa, dasar tukang bohong!" Balasnya teriak.


"Dasar pengemis tidak tahu diri! Jika kamu masih melawan aku akan meminta Papaku untuk memecat Papamu yang miskin-"


Blurh


"Kamu! Berani menyiram ku?!" Teriak Mega murka.


Rina tidak takut dengan kemarahannya.


"Ya, itu karena kamu membuang bekalku dan memanggil Papaku sebagai pengemis miskin dasar tukang bohong!"


Mega mengepalkan kedua tangannya, memejamkan kedua matanya bersiap meledak.

__ADS_1


"Argh! Dasar rambut keriting miskin!" Teriaknya seraya menarik rambut keriting Rina.


"Argh..sakit!" Rina berteriak kesakitan.


Tidak mau kalah, dia juga menarik rambut panjang Mega yang tergerai untuk melampiaskan amarahnya. Mereka saling tarik menarik rambut yang disambut dengan tepuk tangan dari anak-anak yang lain tanpa ada niat untuk melerai perkelahian. Bahkan untuk mengundang gelak tawa mereka, ada beberapa anak yang menari asal-asalan untuk memeriahkan suasana panas bercampur lucu ini.


Ai tidak tahan melihat mereka bertengkar jadi dia mengambil inisiatif untuk melerai Rina dan Mega. Namun tindakannya justru semakin membuat suasana kian panas karena dessert box coklat susu buatan Ali tidak sengaja dia senggol dan terjatuh mengenai seragam Mega yang sudah kotor makin kotor lagi.


"Berani-beraninya kamu!" Teriak Mega murka, kedua matanya merah akan menangis karena merasa dirugikan.


Satu lawan dua, bukankah itu sangat tidak adil!


Tangan kanan Mega melepaskan rambut keriting Rina bersiap untuk menarik rambut pendek Ai yang tipis. Namun, sebelum itu terjadi suara teriakan guru menggagalkan ambisinya.


"Apa yang kalian semua lakukan!"


Seketika kesenangan anak-anak berakhir.

__ADS_1


__ADS_2