
"Hah ? jawab aja lama banget, kenapa gak sekarang sih?." ucapnya
"Lagian kalau mau saya bantu , yaa kamu harus sabar dong, lagian kan kamu bisa minta tolong orang lain." ucapku santai
"Aku memilih kamu untuk membantu ku karena kamu kerja di Kafe, jadi sewaktu-waktu aku ke Kafe aku bisa menemui mu dan meyakinkan mereka bahwa ini bukan sandiwara, jadi biar kelihatan beneran, karena selama ini meskipun aku pura-pura jadi playboy tetap saja Melisa masih mengejar-ngejarku dan alasan kedua aku memilih mu adalah karena kamu adalah orang yang pemberani, jadi aku yakin kamu bisa melawan Melisa kalau perlu membuka siapa dia sebenarnya dihadapan Nathan." ucapnya sinis
"Oh gitu, alasan yang masuk akal, yaudah kalau gitu saya mau pulang, saya belum mandi tahu jadi banyak nyamuk nih dibadan." ucapku sambil menepuk nyamuk
"Iya iya bawel, kamu gak mau makan dulu sama aku ?". tanyanya menggoda
"Gak mau, saya males lama-lama sama kamu, udah pokoknya saya mau pulang." ucapku
"Hei sekalian latihan jadi pacar yang baik untukku, haha, ngomong-ngomong kamu pulang aku anter aja, bahaya banyak kejahatan kalau malam gini." ucapnya
"Duh, siapa yang udah setuju sih jadi pacar anda , hah? terus kalau banyak kejahatan ngapain kamu nyuruh saya kesini malem-malem playboy." ucapku sinis
"Bisa nggak, nggak usah galak-galak sama aku, terus kalau masih panggil aku playboy aku cium kamu." ucapnya tertawa
"Awas aja macem-macem, saya teriak disini , saya bilang kamu mau berbuat jahat sama saya." ucapku mengancam
"Yasudah kalau gak mau makan gak apa-apa, tapi kamu aku antar pulang yaa, aku janji gak akan macem-macem." ucapnya pelan
"Ok baiklah, ayo kita pulang, awas aja kamu." lalu aku pun berjalan ke arah kiri sambil ngomel-ngomel
"Hei Non, salah arah , aku nggak naik mobil tapi motor, tuh disebelah kanan." ucapnya tertawa
Aku pun malu dan pura-pura biasa aja.
"Ayo sini". ucapnya sambil memakai helm dan jaket
Lalu dengan terpaksa aku naik motor gede itu, aneh banget nih cowok, pasti modus biar dipegang-pegang sama aku.
__ADS_1
"Udah siap yaa, kamu pegang pinggang aku yaa." ucapnya
"Ogah." ucapku singkat
"Ok baik, sekarang kamu kasih tahu dimana alamat kamu?". ucapnya
"Aku tinggal di daerah dekat Kafe, nanti kamu turunin aja aku di gang." ucapku tidak ingin dia tahu aku tinggal di Paviliun Nathan
"Berarti kamu dekat dengan rumah Nathan yaa? kenapa gak sampai rumah aja sih." ucapnya
"Ih bawel banget sih kamu, kalau masih nanya dan nggak menuhin permintaan saya, saya turun nih." ucapku mengancam
"Ok baiklah, suatu saat akan aku cari tahu sendiri." ucapnya
Lalu motor pun dinyalakan mesinnya dan tangan ku paksa memegang pinggang nya. Mau tidak mau aku menurutinya. Perjalanan pulang yang menyebalkan, aku hanya diam sampai akhirnya sampai didepan gang yang aku maksud.
"Stooop , udah disini aja." ucapku sambil menepuk pundaknya
"Makasih yaa, yaudah sana pulang, kalau jatuh bangun sendiri." ucapku tertawa
"Dasar perempuan aneh, untung cantik dan menarik."ucapnya pelan , lalu menyalakan mesin motor dan pulang sambil dadah-dadah ke aku.
"Ih alay banget sih." ucapku pelan
Lalu aku sampai dirumah Nathan dengan berjalan kaki, aku lihat Pak Nathan duduk sambil membaca buku diteras rumahnya.
"Padahal ini udah malem, apa dia baca buku pesugihan yaa." batinku
Lalu aku menyapa nya.
"Selamat malam Pak Nathan, koq belum tidur." ucapku sambil berdiri
__ADS_1
"Hei Nadia kamu sudah pulang, duduk dulu sini."ucapnya
Lalu aku duduk disamping boss tampan.
"Kenapa Pak, tumben mau bicara sama saya, saya ada salah yaa di Kafe."ucapku menerka
"Oh nggak koq, saya cuma mau tanya, katanya kamu ke Minimarket, koq lama banget sih? terus mana belanjaan mu?."tanyanya sinis
"Ya Tuhan aku lupa, ah bodoh banget sih".batinku
"Oh iyaa Pak tadi pas ke Minimarket ternyata barang yang saya cari nggak ada habis, akhirnya saya pulang, cuma tadi ojek nya nurunin saya di gang, mungkin motor nya rusak."ucapku berbohong
"Nadia, dengerin saya, selama ini saya perduli sama kamu, karena saya menganggap kamu seperti adik perempuan saya sendiri, jadi kamu harus bisa jaga diri kamu baik-baik, kalaupun tadi ada kejadian seperti itu, kamu kan bisa telepon saya, agar kamu tidak di lukai orang, sebenarnya saya trauma, karena sepupu saya pernah meninggal karena di begal waktu dia pulang malam karena kerja kelompok. Maka saya tidak mau mendengar kejadian seperti itu lagi, semenjak kamu datang kesini dengan alasan merantau sudah membuat hati saya prihatin, makanya saya menolongmu, tapi lagi-lagi kamu harus ingat hanya dirimu sendiri yang dapat menolong hidupmu, bukan orang lain, jadi jangan lagi seperti ini. Kalau memang kamu perlu motor bilang saja, nanti saya belikan, kamu bisa mencicilnya dengan gajimu. Mengerti kamu?."ucapnya
"I...iya Pak saya mengerti, ta...tapi kenapa pacar Bapak, Bapak biarin naik Taksi tadi,maaf saya tadi nggak sengaja lihat dijendela."ucapku
"Oh itu, Melisa itu keras kepala, jika saya tidak mengikuti apa katanya, dia pasti marah ke saya dan saya paling gak bisa lihat dia marah, tapi saya juga bingung kenapa dia tidak mau saya antar, dia tidak mau menjelaskan."ucapnya pelan
"Ih si Bapak bucin juga yaa, paling dia kerumah doi lainnya."ucapku pelan
"Kamu lancang yaa, denger baik-baik Melisa itu perempuan yang setia dan baik, tidak mungkin dia selingkuh dari saya, lagian kamu jangan sekali-kali berbicara sembarangan pada saya mengenai Melisa, jika itu terjadi lagi lebih baik kamu keluar saja dari rumah saya."ucapnya
"Ya maaf Pak, saya kan hanya berpendapat, lagian kan bukan saya yang maksa tinggal disini , tapi kan Bapak, kalau Bapak gak suka yasudah saya lebih baik keluar dari sini."ucapku kesal
"Ma..maaf Nad, saya terbawa emosi, kamu jangan keluar dari sini, biar kamu nemenin Bibi, karena kamu tahu kan saya suka keluar rumah, jadi kasihan Bibi."ucapnya
"Iya Pak, maaf saya yang salah, yasudah Pak makasih sudah baik sama saya dan menganggap saya adik, saya nggak akan lagi bicarakan Nona Melisa."ucapku
"Iyaa Nad, maaf yaa saya akhir-akhir ini sering marah kalau dengar ada yang bicara tidak-tidak tentang Melisa, karena saya tahu Melisa adalah perempuan yang baik, jadi kasihan dia jika difitnah terus."ucapnya
"Iya Pak, kalau gitu saya permisi mau masuk dulu."ucapku pelan dalam hati kesel banget sama Nathan, masih aja belain tuh nenek lampir
__ADS_1