
Hari demi hari berlalu...
Sudah 2 Minggu aku, Om Heru menemani pengobatan Satrio di Singapura, sementara keluarga ku sudah aku kabari perihal Satrio yang sakit dan harus ke Singapura, mereka tadinya mau ikut, namun ku larang, karena aku memikirkan sekolah Adik-adik ku. Kami ke Singapura , 1 hari setelah Satrio pingsan, itupun kami benar-benar membujuk Satrio agar dia mau dipindahkan pengobatan nya, akhirnya dia mau, dengan syarat asal aku selalu menemani nya. Menurut ku ini adalah syarat yang sangat mudah, karena tanpa diminta pun aku pasti mau selalu ada didekatnya.
Untuk perihal rencana pernikahan, aku katakan padanya lebih baik ditunda saja, kapanpun itu tak masalah, yang penting dia harus sembuh dan benar-benar sembuh.
Semenjak Satrio mengalami pingsan saat itu, aku lebih ketat dalam menjaganya, mungkin bisa dikatakan aku adalah orang yang paling optimis jika dia akan sembuh, jadi aku berusaha sekali terus menjaga dan mendukungnya agar sembuh. Nggak tahu kenapa tapi hati aku yakin dia akan sembuh, karena menurut ku, selagi kita masih berdoa kepada Tuhan, apa sih yang nggak mungkin terjadi, cuma Tuhan yang punya kehendak.Dia yang berhak memutuskan.
Aku pun selalu bertanya kepada dokter disana, tentu dengan bantuan Om Heru, karena bahasa Inggris ku tidak lancar, hehe Aku bertanya pada dokter, adakah cara agar Satrio cepat sembuh?
Lalu dokter memutuskan untuk melakukan transplantasi sumsum tulang, namun dengan syarat dan ketentuan yang cukup sulit menurut ku.
Katanya, Untuk melakukan transplantasi sumsum tulang, pasien harus memiliki pendonor yang sesuai dengan pasien.
"Kalau transplantasi, kita cari donor yang secara DNA paling mirip. Tentu saja yang paling mirip adalah saudara sekandung. Dan itu dilakukan tes untuk memastikan kecocokan, jika tidak ada saudara bisa dengan orang tua nya" kata seorang Dokter
Yang jadi masalah Satrio anak tunggal dan yatim piatu. Akhirnya aku bertanya apakah saudara lain nya/ orang lain bisa melakukan?
Lalu dokter menjelaskan bahwa Pasien kanker maupun leukemia juga bisa mendapat donor dari anggota keluarga yang bukan saudara kandung. Ini disebut sebagai matched unrelated donor. Biasanya perlu banyak orang untuk dites tipe jaringan selnya untuk mendapatkan donor macam ini. Tapi harus melalui serangkaian tes terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah pencarian panjang selama 1 Minggu menemukan pendonor. Akhirnya kami menemukan orang yang tepat sesuai dengan. yang dokter katakan, dia adalah anak Om Heru, yaitu Martin, kami sengaja meminta Martin datang ke Singapura bersama istrinya, bahkan Om Heru meminta banyak orang untuk juga datang dan dites. Akhirnya Martin yang memenuhi kriteria dokter, Martin pun bersedia melakukan nya dengan segala konsekwensinya. Dan hari ini prosesnya akan dilakukan.
Menurut dokter, "bagi pasien, transplantasi sumsum tulang belakang bisa menyembuhkannya dari kanker darah. Sel-sel sumsum tulang belakang baru ini diharapkan bisa menuju sumsum tulang belakang pasien. Sesampainya di sana sel-sel ini akan mulai memproduksi sel-sel darah yang sehat dan bebas kanker."
"Biasanya, transplantasi sumsum tulang belakang dilakukan pada pasien yang tidak bisa disembuhkan dengan kemoterapi standar."
"Prosedur medis transplantasi sumsum tulang belakang bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk selesai. Efek samping yang mungkin dialami pasien sebelum sel donor bisa mulai memproduksi sel darah yang sehat, adalah infeksi, anemia, dan pendarahan. Antibiotik dan transfusi trombosit bisa diberikan kepada pasien untuk mencegah komplikasi tersebut."
Setelah melakukan proses itu sekitar 6 minggu, akhirnya Satrio diperbolehkan pulang dan kondisinya cukup baik sekarang, namun dokter tetap menyarankan agar dia selalu cek kerumah sakit selama 1 tahun. Untuk memastikan keadaan nya selalu.
Ini benar-benar kabar yang membahagiakan untuk aku dan banyak orang, ternyata Tuhan masih berbaik hati memberikan kesempatan hidup untuk Satrio, aku tahu Satrio orang yang baik dan tulus, pasti Tuhan sayang padanya.
Ketika pertama aku bertemu nya , aku langsung memeluknya haru.
"Sat, benar kan kata aku? kamu pasti sembuh, kamu pasti akan terus sama-sama dengan aku, sampai kita menua nantinya."ucapku mengeluarkan air mata
"Hei Nad, koq aku sembuh kamu malah nangis sih? udah ah jangan gitu, yang ada aku jadi sedih nih."ucapnya
"Gimana aku nggak nangis, aku selama ini menemani kamu berjuang melawan sakit mu, aku melihat segala kesakitan mu bahkan aku gak bisa apa-apa ketika kamu sakit, aku cuma bisa bersedih dan berdoa kala itu."ucapku terus menangis
__ADS_1
Lalu Satrio melepaskan pelukan ku.Dan mengelap air mata ku dengan tangannya.
"Sudah Nad, aku udah gak apa-apa, kenapa masih sedih, aku malah terbaru banget, punya pacar sebaik kamu, yang mau menemani aku dikala aku sangat terpuruk dan putus asa, bahkan aku sempat berpikir bahwa kamu akan meninggalkan aku ketika aku sakit parah, tapi nyatanya nggak kamu malah setia dampingi aku, aku bangga dan berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberikan aku bidadari seperti mu."ucapku tersenyum lalu dia mencium kening ku
"Ehem, mesra-mesraan nya sudah dong, kan Om jadi cemburu nih, selamat yaa Sat, akhirnya kamu bisa sembuh."ucap Om menepuk bahu Satrio
"Hehe maaf yaa Om, habisnya kalau didekat Nadia , Satrio suka lupa kalau ada banyak orang disini."ucap Satrio
Aku hanya tersipu malu dan diam.
"Iyaa nggak apa-apa, ayo kita pulang sekarang."ucap Om
"Om, Satrio mau bilang terimakasih untuk Om dan Martin, kalau bukan karena kalian pasti aku sudah tidak memiliki kesempatan hidup yang lama, aku janji akan memberikan apapun yang Om dan Martin butuhkan."ucap Satrio
"Huss kamu ngomong apa sih Sat, yang penting buat kami adalah kamu sembuh, toh selama ini yang sudah banyak membantu keluarga Om kan kamu juga Sat, jadi sesama keluarga harus saling membantu.Oh yaa Martin sudah pulang duluan, karena sudah kangen dengan istri dan anaknya, dia menitip salam untuk mu, mungkin kalau kita sudah di Bandung dia akan datang kerumah."ucap Om
"Iyaa Om, sekali lagi Makasih, nanti aku sama Nadia yang akan datang ke Jakarta jika sudah pulih benar, untuk mengucapkan terimakasih."kata Satrio
"Yasudah ayo kita bersiap pulang."ucap Om
__ADS_1
Kami pun segera ke Bandara, kami akan pulang hari ini, sepanjang perjalanan aku terus menggenggam erat tangan Satrio, tak akan aku biarkan dia terluka dan hilang lagi.