Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Surat Perpisahan Untuk Nadia


__ADS_3

Setelah bermimpi buruk aku tertidur kembali.


Pagi hari...


Aku bangun buru-buru mandi, rapi-rapi, sholat dan bergegas kerumah sakit.


"Pak Bu, Nadia izin kerumah sakit yaa, mau lihat keadaan Satrio, Nadia khawatir banget."ucapku


"Eh kamu sarapan dulu, nanti sakit lagi, duduk cepat ."ucap Ibu , tumben perhatian


Lalu aku pun duduk sebentar untuk sarapan roti dan susu dengan terburu-buru.


Lalu aku Salim pada mereka.


"Hei, ngapain Salim ? , kamu Bapak antar saja."ucap Bapak


"Iya sana sama Bapak, yaudah Ibu dirumah aja yaa, mau bantuin Adik-adik mu rapi-rapi kesekolah, mudah-mudahan mantu Ibu cepat sembuh."ucap Ibu


"Iyaa Bu, kalau gitu aku berangkat, doain yaa Bu."ucapku lalu Salim


Akhirnya aku naik mobil diantar Bapak dengan mobilnya Pak Nathan.


Sampai dirumah sakit. Aku bertanya pada Mang Ujang, Satrio sekarang dimana Mang? sudah sehat kan? Pak Nathan juga mana?"tanya ku


"A...anu Neng,Tuan muda Alhamdulillah sudah sehat dan sekarang sudah pindah ruang juga, tidak di UGD lagi, kalau Tuan Nathan udah pergi kekantor polisi untuk jadi saksi kasus Non Meli."ucapnya


"Oh syukurlah, dimana ruangan Satrio?."tanyaku tak sabar

__ADS_1


"E... itu Neng, Tuan Muda sudah pergi dari rumah sakit, ini Tuan titip surat buat Neng."ucapnya


"Keluar dari rumah sakit? koq gak bilang-bilang ke aku? surat apa sih, sini Mang."ucapku mengambil nya dan duduk sambil membaca


#Surat dari Pacarmu yang Ganteng


Dear Nadia Maharani,


Nadia pelangiku yang tak pernah pudar di mataku, sinar matahari yang tak pernah padam di hatiku bahkan langit yang selalu meneduhkan hatiku. Dan kau juga sumber hujan dimataku, yang mengalir deras tiap kali aku ingat padamu, ingat bahwa aku tak mungkin bisa memiliki mu apalagi bersamamu terus.


Nadia, aku bahagia mengenal mu, bahagia mencintai mu, aku ingin kamu terus bahagia, jangan pernah bersedih sekali pun, karena aku tak tega dan aku tak akan mampu melihatnya.


Nad, kamu harus tahu , betapa bahagianya aku kala pertama kali mengenalmu, kukira hidup ku kala itu akan hancur berkeping-keping , ku kira hidup ku akan selamanya sunyi dan sedih. Tapi aku salah, setelah aku bertemu mu, hidup ku lebih berwarna.


Ingat gak pertama kali kita ketemu diparkiran mall?


Kala kamu berantem dengan salah satu mantanku, kamu melempar uang didepan mukaku, baru pertama kali aku bertemu perempuan seberani kamu, setangguh kamu bahkan sesombong kamu.


Nad, kamu itu cantik, sangat cantik.


Sebetulnya tanpa aku harus membuka kacamata mu, aku sudah melihat kecantikan mu, kecantikan yang bersinar dari hatimu dan dari keberanian mu. Karena kecantikan sesungguhnya berasal dari jiwa dan hati dan kamu memiliki itu, yang tidak semua perempuan memiliki nya.


Lalu kamu ingat waktu digudang?


Pertama kalinya aku jujur pada perempuan tentang kelemahan dan masa laluku yang menakutkan, aku bingung kenapa aku senyaman itu denganmu, hingga aku tak malu menceritakan rahasiaku, itulah yang membuat aku yakin bahwa aku cinta padamu pada pandangan pertama. Bahwa kamu perempuan yang selama ini aku cari dalam hidup ku, mampu menenangkan dan mampu membuat ku nyaman.


Makanya aku memanfaatkan waktu itu untuk menjadi kan mu pacar pura-puraku, agar aku dekat dan terus dekat denganmu, agar aku lebih mengenal mu dan mungkin bisa membuat mu cinta padaku seperti aku cinta padamu. Namun seiring waktu berjalan, aku sadari kamu mencintai Nathan, maka aku nggak mau kamu membohongi hatimu. Aku ingin kamu bersama Nathan saja, itu akan lebih baik dari pada denganku. Aku tenang jika kamu bersama nya, dia orang yang baik dan tulus.

__ADS_1


Tapi ada sedikit kesadaran dihatiku, bahwa kamu sebenarnya mulai mencintai ku juga, aku melihat itu semua dari sikapmu, ketika kamu diam-diam memandang ku, diam-diam menciumku ketika aku sakit, bahkan diam-diam memperhatikan. Aku senang sekali, sangat senang. Ternyata aku sebenarnya tidak bertepuk sebelah tangan.


Tapi Nad kau harus tahu, bagiku cinta sekarang adalah membiarkan orang yang aku cintai hidup nyaman tanpa gangguan. Aku nggak mau bawa kamu terlalu jauh dalam masalah ku, aku nggak mau kamu terluka, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa. Sudah cukup banyak kehilangan terjadi di hidupku, kali ini cukup, jangan ada lagi, betapa aku mencintaimu tulus dari dasar hatiku.


Sebetulnya hari ini aku ingin melihat wajah mu untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi jauh dan tak akan kembali.Hanya aku takut, takut jika bertemu mu lagi niatku meninggalkan mu ku batalkan, aku takut cinta ku ini memaksa mu untuk ikut bersamaku dan aku takut tidak mau melepaskan mu.


Nad, karena aku mencintaimu, aku biarkan kamu menentukan pilihan mu sekarang dan hati ku yakin bahwa Nathan lebih pantas menjagamu dari pada aku. Aku terlalu membahayakan hidupmu. Jadi mulai hari ini kontrak kita yang belum sebulan sudah aku akhiri, tenang untuk pembayaran sudah aku transfer, aku tahu kamu perempuan baik-baik dan nggak matre, tapi biarlah uang itu untuk biaya keluarga mu, bagaimana pun kalian hidup susah karena keluarga ku. Ku ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada kamu dan keluarga mu.


Jangan cari aku Nad, mulai sekarang kamu tidak akan bisa menghubungiku lagi, aku akan pergi jauh sejauh-jauhnya, nomer hp ku akan aku buang, bahkan tempat tinggal ku akan aku serahkan kepada Om Heru. Jadi jangan cari aku, aku baik-baik saja dan sudah sehat.


Ku lakukan semuanya ini bukan karena tak cinta padamu, justru karena aku sangat mencintaimu, demi kebaikanmu dan keluargamu aku ikhlas menjauh. Terimakasih untuk kasih putih yang selalu kamu berikan untuk ku, mulai sekarang aku akan menyimpan rindu untuk mu sedalam-dalamnya dihatiku. Biar aku menjelajahi hidupku yang baru. Maaf aku selalu menyusahkan dan merepotkan. Tapi aku sayang kamu Nad. Jaga dirimu baik-baik.


 


I love you


 


Dari ku yang mencintai mu ~Satrio ~


Lalu aku mengepal surat itu dan menangis sejadi-jadinya, aku lemas tak berdaya.


"Satrio, jangan tinggalin aku, aku cinta kamu Sat."ucapku lirih


"Nad kamu kenapa?."tanya Bapak


Aku hanya bisa memberi surat itu ke Bapak. Lalu aku memaksa Mang Ujang untuk jujur.

__ADS_1


"Mang tolong kasih tahu aku, kemana Tuan Muda pergi?."tanyaku dengan menangis


#Btw ini episode yang author tulis dengan air mata guys, menurut kalian gimana? Apa Satrio pergi saja atau jangan?


__ADS_2