
"Iyaa terimakasih semuanya, karena saya sedang senang, hari ini kalian bisa makan dan minum sepuasnya, karena semuanya saya yang bayar." ucap Pak Satrio
Lalu Pak Satrio juga meminta Bapak-bapak Polisi duduk dan makan disini, ternyata itu Polisi beneran, teman Pak Satrio. Cuma karena teman, dia mau deh bantu bikin prank.
Dan semua pengunjung sangat senang dan mengucapkan terimakasih, kecuali karyawan, mereka manyun karena harus tetap melayani.Pak Satrio pun tak tega melihat ekspresi wajah mereka.
"Hei kalian tenang aja, kalian tetap bekerja, nih saya berikan uang 2 juta, Siska tolong bagikan ke teman-teman untuk jajan." ucap Pak Satrio tersenyum
Dan mereka pun senang dan lanjut bekerja, karena waktu tutup masih setengah jam lagi.Hanya aku lihat trio kwek-kwek terlihat kesal dan marah, mereka cemberut dan langsung pergi
"Dalam hati ku berkata, duh duitnya koq banyak banget udah kayak sultan aja, tapi koq dari tadi dibagiin ke orang terus, apa gak sayang ?." batinku
Lalu aku pun ingin melanjutkan bekerja, maka aku harus izin terlebih dahulu.
"Pak Nathan dan Satrio saya izin kerja lagi yaa." ucapku hendak meninggalkan mereka
"Eh siapa suruh kamu pergi sayang, kan kamu sekarang pacar aku, jadi temani aku dulu." ucapnya sok manis
"Iya Nadia, kamu duduk dulu sini, lagian saya masih penasaran dengan kalian, koq bisa kalian jadian secepat ini." ucap Pak Nathan
Lalu aku pun duduk dekat Satrio, dia pun sengaja mendekatkan kursinya ke kursiku.Biasa modus kelas berat, lalu aku kerjain, aku injak kakinya.
"Awww sakit." ucapnya sambil memegang kakinya
"Lah lu kenapa bro?." tanya Pak Nathan
__ADS_1
"Itu Pak Nathan, kan Satrio udah tua jadi gampang kesemutan." ucapku pada Pak Nathan
Pak Satrio pun hanya menatap ku kesal, seperti mau memakanku. Aku pun langsung berbicara agar tidak ditatap terus.
"Duh sayang, makanya nanti mandinya pakai air hangat yaa , kebiasaan sih mandinya pakai air es terus." ucapku meledek
"Hahaha, emang deh kamu perhatian banget sama aku sayang." ucapnya sambil merangkul aku
Pak Nathan yang melihatnya pun risih lalu berdehem dan Pak Satrio melepaskan rangkulannya.
"Ehem... gue tahu si lu baru jadian bro, tapi yaa nggak juga lu pamer kemesraan gitu, nggak tahu apa gue lagi LDR sama Melisa."ucapnya sambil tertawa
"Hehe maaf bro, habis si Nadia gemesin banget sih, makanya gue gak mau dia lepas apalagi diambil orang, lah lu baru sehari ditinggal aja udah bilang LDR, bucin banget lu." ucapnya sambil melepaskan rangkulannya
"Hehehe, bukan Pak Nathan aja yang bucin sayang tapi kamu juga, ini buktinya nempel-nempel kayak lem sama kertas." ucapku kesal
"Nggak aku nggak laper, kamu kali yang laper, mau makan apa disuapin?." ucapku basa basi
"Nggak deh, aku masih kenyang tadi makan nasi Padang yang bareng kamu itu." ucap Satrio
"Ehem... gue disini koq kayak obat nyamuk yaa, nggak dianggap, sekarang gue mau to the point deh, kalian koq bisa jadian , kenapa dan kapan bisa tumbuh cinta? koq cepat amat." tanya Pak Nathan greget
"Ok gue deh yang jelasin, jadi gini gue kan pernah tuh cerita kalo gue ketemu cewek bar-bar yang nyebelin dan lempar muka gue pakai uang, nah itu si Nadia , jadi awal banget dia datang ke Bandung dan ngelamar kerjaan di Kafe, jadi gue tertarik kan sama dia, jarang-jarang ada cewek pemberani dan nantang gue, eh beruntung nya gue, gue ketemu dia disini pas hari pertama dia kerja, waktu itu sih gue lagi pacaran sama Ayu, cuma kita putus karena ada masalah, terus yang bikin gue yakin adalah tadi sih digudang, dia bener-bener nenangin gue, dia sama sekali gak takut sama apapun, itu sih kriteria cewek yang gue cari selama ini, lu tahu kan kebanyakan cewek itu ngincer harga dan kedudukan gue doang, biasanya mereka minta dibayarin belanjaan dan pergi ke tempat mewah dan Nadia nggak , tadi dia malah ngajak gue makan dirumah makan sederhana bro , di Nasi Padang, gila gak tuh, dia bener-bener apa adanya dan tulus. Begitu, jadi daripada dia diambil orang yaa mending hari ini langsung gue tembak." ucap Satrio panjang kali lebar bikin aku ngantuk
"Wah kisah yang unik, gue pengen tahu sih seberapa lama kalian berhubungan sebagai kekasih, gue cuma takut sakit lu kumat, nanti baru sehari lu tinggalin dia, kan kalo dia sakit hati gue yang repot, nanti kerjaan nya nggak beres." ucap Pak Nathan
__ADS_1
"Hahaha, tenang aja bro, kali ini gue yakin gue bakal selamanya sama dia bahkan hingga ajal menjemput." ucap Satrio tertawa
Aku pun hanya duduk sambil menikmati jus yang ada dimeja.
"Ok, gue pegang omongan lu, kalau kamu Nadia, kenapa kamu mau sama si Playboy ?, kan perasaan kalian baru kenal." tanya Pak Nathan
Aku melepas sedotan dan berkata bohong
"Ya Pak namanya juga cinta bisa datang kapan aja, kalau saya sih dari awal ketemu Satrio sudah suka banget, dia orang nya lucu, baik, dermawan dan tampan." ucapku pengen muntah
"Terus kamu nggak takut dia bakal Playboy lagi?." tanya Pak Nathan kayak wartawan
"Nggak, saya yakin dia bisa berubah, kan semua orang punya kesempatan berubah, kalau aku sih pasti yakin dan sabar dalam menghadapi sikap dia, toh dia itu aslinya baik Pak, buktinya Pak Nathan nyaman kan sahabatan sama dia." ucapku
"Iyaa sih kamu benar juga, yaudah ah saya jadi pusing, yang penting kita lihat ke depannya, apa kalian beneran atau cuma sekedar suka aja. Dan lu bro selamat pokoknya, jangan sia-siain Nadia, dia pinter masak, rajin kerja dan pinter nyanyi maupun mainin alat musik." ucap Pak Nathan berpesan
"Iya lah gue bakal jaga dia dari sekarang, jadi lu jangan deket-deket dia, dirumah juga kalian jaga jarak." ucap Satrio seolah cemburu
"Haha, takut banget sih, kan gue pernah bilang, Nadia itu cuma Adik bagi gue, dihati gue mah cuma ada Melisa seorang, gak ada yang lain, gue kan setia gak kayak lu." ucap Pak Nathan
"Ya bagus lah, semoga aja si Melisa juga setia kayak lu." ucap Satrio
"Aamiin, Ok baiklah, gue percaya sama kalian, jadi mulai sekarang gue tenang, sahabat gue udah ketemu cinta sebenarnya, semoga langgeng pokoknya." ucap Pak Nathan
"Aamiin." ucap Satrio dan aku
__ADS_1
Kami pun makan dan minum bersama, sambil menceritakan cerita receh.