Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 17.7)


__ADS_3

"Kenapa tidak sekarang saja, Ustad? Aku ingin Asri datang ke acara pernikahan kita besok." Mega menuntut.


Ustad Azam di seberang sana menghela nafas panjang. Ia memijat keningnya tidak bisa memberi tahu calon istrinya sekarang karena situasi Asri benar-benar rumit. Ia pun sangat terkejut mendengar kabar ini pada awalnya. Tapi karena yang berbicara adalah Ustad Vano langsung, Ustad Azam tidak mungkin untuk tidak mempercayainya.


"Dia tidak bisa datang, Mega. Dia memiliki urusan yang tidak bisa ditunda. Adapun jika kamu ingin bertemu dengannya, aku berjanji akan membawamu bertemu dengannya. Tapi tidak sekarang karena ini bukanlah waktu yang tepat." Kata Ustad Azam mencoba memberikan pengertian kepada calon istrinya.


Mega menjadi cemberut. Dia ingin bertemu dengan sahabat-sahabatnya tapi waktu ini memang benar-benar tidak tepat seperti yang Ustad Azam katakan. Mulai dari Ai yang menikah dengan Ustad Vano dalam waktu yang berdekatan dengan pernikahannya bersama Ustad Azam. Lalu ada juga Asri yang tinggal di desa yang jauh. Asri pasti tidak memiliki uang untuk datang ke sini dan mungkin ada sesuatu yang harus diurus di desanya.


"Ustad Azam berjanji akan membawaku bertemu dengan sahabat-sahabat ku?" Dia tidak hanya ingin bertemu dengan Asri tapi dia juga sangat ingin bertemu Ai.


Ustad Azam di seberang sana akhirnya bisa menghela nafas lega.


"Aku berjanji, setelah menikah nanti aku akan membawamu bertemu dengan mereka." Janjinya serius.


Mega kembali tersenyum. Rona merah di wajahnya kembali terbentuk, menampilkan sisi lembut Mega yang tidak biasanya.

__ADS_1


"Hem, lalu...lalu bagaimana dengan Sasa dan Kevin? Aku dengar Kevin mengejar sahabatku sampai ke desanya. Apa Ustad... tidak marah?"


Setelah lega dengan urusan sahabatnya, kini Mega beralih membicarakan tentang calon adik iparnya, Sasa. Sebagai seorang Kakak, ia yakin Ustad Azam tidak bisa menoleransi perbuatan Kevin apalagi jika dia sampai sengaja melakukannya karena memang sudah ingin berpaling.


"Mengenai dia, aku tentu saja sangat marah. Tapi apa yang bisa aku lakukan terhadap Kevin? Adikku dan Kevin sudah tidak bertunangan lagi."


Ini adalah berita yang sangat menganjurkan. Mega bahkan meragukan pendengarannya sendiri tadi. Bagaimana mungkin Sasa dan Kevin sudah tidak bertunangan?


Kapan pertunangan itu dibatalkan dan mengapa ia baru mengetahuinya sekarang?


"Sudah tidak bertunangan? Bagaimana mungkin, Ustad. Beberapa hari yang lalu Sasa datang ke rumah ku dan membicarakan masalah hubungannya dengan Kevin kepadaku. Aku pikir saat itu mereka masih bertunangan- astagfirullah, jangan-jangan pertunangan ini diputuskan oleh Kevin setelah kedatangan Sasa ke rumahku?" Mega panik dengan tebakan yang ia buat sendiri.


Pergi mencari sahabatnya namun di saat yang bersamaan meninggalkan luka untuk adiknya.


"Tidak, ceritanya tidak seperti itu. Memang benar orang yang memutuskan pertunangan ini adalah Kevin sendiri tapi keputusan ini sebenarnya telah diambil dari 8 atau 9 hari yang lalu. Kevin sendiri yang berbicara dengan kedua orang tua ku. Mengatakan bahwa ia tidak bisa melanjutkan perjodohan ini lagi karena ia mengakui bahwa hatinya goyah."

__ADS_1


Itu artinya Sasa tidak pernah tahu jika pertunangan mereka dibatalkan dan selama ini berpikir jika Kevin adalah tunangannya. Jujur, Mega ikut sedih untuk adiknya.


Hati Kevin goyah, itu artinya Kevin telah berpindah hati menyukai seseorang, tapi siapa?


Apakah itu benar-benar sahabatnya sehingga Kevin rela mengejarnya ke desa.


"Astagfirullah...Ustad, apa selama ini Sasa tidak tahu bila pertunangan mereka telah dibatalkan?"


Ustad Azam menghela nafas di seberang sana.


"Dia tidak tahu, tapi bukan berarti Kevin tidak ingin memberitahunya. Kamilah yang mengulur waktu untuk tidak memberitahu Sasa mengenai kabar buruk ini karena kami yakin dia pasti akan sangat patah hati. Kami hanya menunggu waktu yang paling tepat agar ia bisa menyesuaikan suasana hatinya." Ulas Ustad Azam dengan nada lesu.


Dia tentu tahu betapa besar perasaan Sasa kepada Kevin dan karena itulah dia terus mengulur waktu untuk masalah ini. Ia ingin menemukan waktu yang paling tepat untuk bisa membicarakannya dengan Sasa.


"Lalu... apakah gadis yang telah membuat hati Kevin goyah itu adalah Asri, sahabat ku?" Mega bertanya takut-takut.

__ADS_1


Besar harapannya itu tidak terjadi tapi jika terjadi, maka sahabatnya pasti akan sangat bahagia bila mengetahui Kevin juga memiliki rasa untuknya.


"Itu benar, gadis itu adalah Asri, sahabatmu. Gadis yang ia susul ke desa kemarin adalah gadis yang berhasil menggoyahkan hatinya. Ketika kedua orang tuaku bertanya alasannya apa? Kevin menjawab jika ia jatuh cinta dengan ketulusan hati Asri kepada Allah. Meskipun Sasa juga tidak kalah baiknya tapi Kevin menegaskan bahwa perasaan itu hadir begitu saja ketika melihat begitu besar cinta Asri kepada Sang Maha Kuasa. Setelah mendengar jawaban ini, kami tidak bisa mengatakan apa-apa karena Kevin pun telah memikirkan keputusan ini matang-matang sebelum membatalkan pertunangan ini. Kami juga tidak bisa memaksanya untuk terus melanjutkan pertunangan ini karena hati tidak bisa dipaksakan akan kemana ia berlabuh."


__ADS_2