
Dewi sudah mendorong motornya dengan jarak yang cukup jauh.
"Dewi...Dewi !" teriak Doni dari belakang. Namun, Dewi tidak menghiraukannya. Ia terus saja mendorong motornya hingga belakang motornya di tarik oleh Doni.
"dasar bocah gede ambek, baru gitu aja udah ngambek. sini saya bawakan."
Dewi kesal, lagi lagi dirinya di sebut bocah." ngga usah a, terima kasih. lihat kan sebentar lagi udah nyampe?"
"jangan gitu dong Dew, aku ngga enak sama Norin kalau ngga bantu kamu."
Dewi menatap tajam ke arah Doni." kalau merasa ngga enak sama mba Norin kenapa ngga bantu dia aja jangan saya, ngga nyambung rasanya. toh saya ini siapa?"
"ya kamu kan staf nya Norin."
"memang, saya ini cuma bawahannya mba Norin jadi untuk apa a Doni merasa ngga enak segala."
"kok kamu marah gitu sih wi?"
Dewi tidak menanggapi Doni lagi, ia melanjutkan mendorong motornya hingga keluar gerbang meninggalkan pria yang sedang terdiam memperhatikannya.
"si Dewi kenapa sensi banget tuh bocah." kemudian Doni kembali lagi ke parkiran untuk mengambil motornya.
Norin baru saja memarkirkan motornya di depan rumahnya, helmnya pun masih terpasang di atas kepalanya.
"mba Noriinn.....!" sapa Bu Yayuk dengan suara tinggi di belakangnya, sontak saja membuat Norin terkejut.
"astaghfirullah hal adzim Bu yayuk. Untung saya ngga punya riwayat penyakit jantung," ucap Norin sambil memegang dadanya.
"Ha ha ha....maaf to mba, abis nya saya kangen udah lama rasanya ngga becanda sama mba Norin."
"ada ada aja Bu Yayuk nih."
"mba, gimana kabar Cha Eun Woo? rasanya udah lama banget ngga ketemu beliau."
"dia baik Bu, oya Bu Yayuk ada perlu apa ya?" tanya Norin mengalihkan pertanyaan Bu Yayuk.
"oh, cuma mau ngasih tau. Nanti malam di undang sama Bu Retno buat menghadiri acara lamaran di Elis."
"hah....!" Norin terperangah.
"iya mba Norin, acara lamaran si Elis sama bandot tua Imron. Padahal anaknya udah bunting, Bu Retno masih aja sempat ngadain acara lamaran. mending kawinin aja langsung malu malu in aja menurut saya."
Norin menghela nafas."biarin ajalah Bu, mungkin Bu Retno punya alasan tersendiri mengapa harus ngadain acara lamaran."
"tapi masalahnya satu komplek sudah tau si Elis bunting sama si Imron. emangnya dia ngga malu apa ya?"
Norin tersenyum." kok kita jadi gosipin orang sih Bu?"
"oh, iya ya.....ha ha."
"yaudah kalau gitu saya mau mandi dulu. belum sholat ashar juga. Nanti malam berangkat bareng aja ke sananya."
"ya udah mba, saya juga mau pulang dulu."
Norin memasuki rumahnya lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
tok tok tok
Terdengar pintu di ketuk dari luar. Norin yang baru saja menyelesaikan sholat magribnya langsung menghampiri pintu yang di ketuk tersebut.
Norin terperangah mendapati siapa dua orang yang sedang berdiri di ambang pintu.
"assalamualaikum dek Norin!"sapa pria tampan di hadapannya.
__ADS_1
"assalamualaikum mba Norin...he..he!" sapa wanita manis di hadapannya sambil tersenyum nyengir.
"ma mas Rio, Intan kok kalian ada di sini?" tanya Norin merasa kaget, heran dan penasaran pada dua orang tersebut.
"iya mba, kami juga bingung kenapa bisa sampe di sini?" jawab intan sambil menggaruk belakang hijabnya.
Sementara Rio tersenyum saja sambil pandangannya tak lepas dari wajah polos Norin yang selama ini ia rindukan. Rio senang sekali akhirnya masih bisa bertemu dengan wanita yang ia cintai.
"oh, maaf silahkan masuk mas Rio, Intan.
"terima kasih dek."
Kemudian Rio dan Intan memasuki rumah minimalis dengan penataan ruangan yang rapih, bersih serta elegan seperti pemiliknya.
"Silahkan duduk mas, Intan." Norin mempersilahkan mereka duduk di atas sofa kemudian ia beranjak ke dapur untuk mengambil minuman dan cemilan. Setelah itu, ia kembali lagi ke ruang tamu.
Norin meletak kan dua cangkir teh dan dua toples cemilan ke atas meja.
"silahkan di minum mas Rio dan Intan."
"wah, kedatangan kami kemari jadi ngerepotin mba Norin nih, abisnya mas Rio ngga sabaran banget baru nyampe kota langsung ngajak kemari," ucap Intan.
Sementara Rio hanya menundukkan wajahnya, rasanya ia malu adiknya berterus terang pada Norin. Dan Norin sendiri hanya tersenyum saja mendengar pengakuan Intan.
"Emang mas Rio kapan tiba nya di kota?"
Rio yang tengah menunduk langsung mendongakkan wajahnya.
"baru saja dek."
"baru ?"
"iya mba, baru dua puluh menit yang lalu langsung minta di antar kesini."
"Intan ke luar dulu ya, mba intan, mau nyari angin," ucap intan tiba tiba.
"emang gerah ya Tan, apa AC nya kurang besar?"
"oh, ngga mba ngga. Intan mau telpon suami intan sebenarnya."
"oh, kirain. yaudah." kemudian Intan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil Rio yang terparkir di jalan.
Tinggal lah Rio dan Norin. Norin dengan duduk santainya dan Rio yang duduk tak tenang karena gugup.
"emm dek Norin tinggal sendiri di rumah ini?" tanya Rio basa basi. Ia bingung mau memulai pembicaraan apa.
"oh, iya mas, saya tinggal di rumah ini sendiri."
"oh begitu, memang sudah berapa lama tinggal di sini dek?
"sekitar tujuh tahun."
"wah, lama juga ya?"
Norin mengangguk lalu tersenyum.
"apa dek Norin ngga merasa kesepian tinggal sendirian?" tanya Rio dengan gugup.
Norin tersenyum lebar." udah biasa mas."
"oh begitu ya dek. emm Oya bagaimana mana kabar tunangan dek Norin? kira kira dia marah ngga ya calon nya di datangi tamu laki laki seperti saya?" tanya Rio. Ia sengaja pura pura tidak tahu apa yang sudah terjadi antara hubungan Norin dan pacarnya.
Norin tersenyum." Dia baik mas tapi.......!"
__ADS_1
"mba Norin..mba Norin..!" panggil Bu Yayuk di luar rumah menghentikan ucapan Norin.
Kemudian wanita tersebut nyelonong masuk dan mendapati Norin sedang bersama pria tampan tapi bukan Cha Eun Woo.
"lho, mba Norin lagi ada tamu to, saya kira tamunya Cha Eun Woo. makannya saya nyelonong masuk hehe....maaf ya ganggu."
Rio mengerutkan dahinya." Cha Eun Woo, siapa itu ?"
"oh, Bu Yayuk kenalkan ini mas Rio teman saya baru datang."
"oh, teman mba Norin toh. Saya heran kenapa teman laki laki mba Norin semuanya cakep cakep ngga ada yang jelek ya? Tapi, pantes aja sih soalnya mba Norin sendiri juga cantik banget." celetuk Bu Yayuk.
"Bu Yayuk, jangan mulai deh."
"hehe, oya mas, saya Yayuk tetangganya Norin sekaligus CS nya. Itu rumah saya di depan."
"oh, halo Bu Yayuk, saya Rio."
"mba Norin jadi ngga datang ke acara lamaran Elis? kalau ngga jadi saya mau pergi sendiri."
"o jadi dek Norin ada acara malam ini? maaf ya saya ngga tau jadi ganggu dek Norin."
"iya mas, itu di undang ke acara tunangannya anak tetangga di komplek ini," jawab Bu Retno.
"ya sudah kalau gitu dek Norin pergi saja kan sudah di undang."
"gimana sama mas Rio dan Intan?" tanya Norin.
"kami pulang dulu aja dek."
"tapi ngga apa apa kan mas Rio? maaf lho saya bukan bermaksud mengusir."
"ha ha...santai aja dek, tapi besok atau besok lusa kami masih boleh kan main ke mari?"
Norin tersenyum." boleh mas, rumah ini selalu terbuka untuk siapa aja yang mau bertamu.
"yaudah kalau gitu, saya pamit dulu ya dek. assalamualaikum, mari dek, Bu Yayuk. Kemudian Rio keluar dari rumah Norin.
"mba Norin sebenarnya pria tadi siapa nya mba Norin?"
"kepo ya Bu ha ha."
"iya kepo saya mba."
"hanya teman Bu, ngga lebih. yaudah ya Bu, saya ganti baju dulu sebentar."
"ya sudah mba, saya tunggu di sini."
Kemudian Norin memasuki kamarnya untuk ganti baju.
Rio memasuki mobilnya seketika ia di kejutkan oleh intan yang tiba tiba memegang bahunya di belakang.
"ish, kamu Tan bikin mas kaget aja."
"ha ha, kaget ya mas? oya gimana mas sukses ngga?"
"sukses apanya Tan, tetangganya keburu datang dan ngajak kondangan."
"oh, begitu. ya udah mas sabar dan nyantai aja dulu jangan grusak grusuk."
"sip."
"rencana mas mau berapa lama di kota?"
__ADS_1
"sampai mendapatkan Norin baru pulang ha ha," ucap Rio sambil mengemudikan mobilnya.