
Hari berganti pagi...
Mas Satrio belum bangun, seperti nya dia sangat lelah dengan acara kemarin, belum lagi karena manjain aku, dari ke Minimarket sampai mijitin kaki aku semalam, walaupun aku nggak mau tetap aja Mas Satrio maksa, emang yaa laki-laki ini seperti malaikat didalam hidupku.Rasanya aku bahagia sekali berada disampingnya. Lalu aku mengecup dahi laki-laki tampan di sampingku ini dan ku lepaskan pelukannya perlahan-lahan.
Aku melihat jam dinding, ternyata sekarang baru jam 04.00 pagi, aku sebaiknya segera bersiap-siap dan langsung ke dapur. Aku mau bikin sarapan yang enak buat Mas Satrio. Pokoknya hari ini aku harus bikin Mas Satrio senang.
Lalu aku mulai membuat sarapan untuk Mas Satrio, aku membuat kannya nasi uduk. Ya aku ingat belakangan ini Mas Satrio suka makan nasi uduk. Karena Ibu yang memaksa nya, akhirnya dia malah jadi suka banget.
"Pagi Bu, maaf Nunung kesiangan. Ibu jangan masak, biar Nunung aja."ucap Bi Nunung dari belakang ku, aku bahkan tidak menyadari kehadiran nya
"Eh nggak apa-apa Bi, aku yang bangun nya kepagian nih, aku mau bikin surprise buat Mas Satrio, aku mau masakin dia nasi uduk yang enak. Kan akhir-akhir ini Mas Satrio lagi suka banget Bi."ucapku tersenyum pada Bi Nunung
"Eh gitu Bu, aduh Ibu selain cantik, perhatian banget sama Bapak, saya jadi senang kerja disini. Kalau gitu saya bantu yaa Bu."ucapnya
"Ah Bi Nunung bisa aja, yaudah kalau Bibi tidak keberatan, ayo bantu saya."ucapku
Lalu kami berdua pun menyiapkan bahan-bahan dan mulai memasak. Jadi Bi Nunung dan Bi Wati memang masih bekerja disini. Mereka pun tinggal di paviliun belakang bersama keluarga mereka masing-masing. Ya semenjak kematian Bi Nini memang Satrio sudah memutuskan untuk membuat rumah lebih ramai dan lebih aman.
Akhirnya setelah 1 jam semua masakan jadi, maklum yang bikin lama adalah lauknya kami masak banyak, dari mulai semur tahu tempe kentang telur, ayam goreng, sambal kacang, kerupuk. Aku sengaja bikin untuk semua orang yang ada dirumah ini, bahkan semua asisten rumah tangga juga harus mencoba. Untung dapur Mas Satrio isinya super lengkap, semenjak ada Ibu, dapur ini jadi makin penuh isinya. Begitu pun isi didalam kulkas, Ibu rajin menyetok bahan makanan.
"Akhirnya jadi ya Bi, makasih yaa Bi."ucapku sambil mengelap wajah dengan tissue
"Ya Bu sama-sama. Bu maaf tadi Wati masih demam, jadi nggak bisa beres-beres dulu, mungkin karena semalam kecapean."ucapnya menunduk
__ADS_1
"Oh Bi Wati sakit, iyaa nggak apa-apa, kalau bisa nanti ke dokter aja. Kamu tolong antar aja yaa. Hari ini kami mau ke makam ayah saya Bi , jadi nggak bisa antar Bi Wati."ucapku sambil menata piring
"Iyaa Bu nggak apa-apa, nanti akan saya antar Wati, semalam sih sudah saya kerokin, kalau gitu saya cek lagi yaa Bu keadaan nya."ucapnya
"Makasih yaa, yaudah kamu boleh pergi dulu, nanti minta tolong suruh yang lain makan yaa, ambil aja makanannya didapur, kamu juga jangan lupa makan."ucapku
"Iyaa Bu, nanti saya akan beritahu yang lain."ucapnya tersenyum
Lalu saat aku sedang menata makanan tiba-tiba Mas Satrio sudah ada dibelakang ku dan memeluk ku dengan erat.
"Pagi sayang, koq baru jam 5 sudah masak sih? emang kamu nggak capek? , duh harum banget sih masakan nya, apalagi kamunya super harum juga."ucapnya sambil memelukku
Lalu aku membalikkan badanku. Dan menyambut nya dengan senyuman dan ciuman di pipi.
"Kamu nggak mandi tetap cantik dan harum koq. Iya tadi aku sudah mandi dan sholat, terus sebenarnya aku tadi khawatir dan cari kamu, takut kamu hilang lagi, eh ternyata kamu lagi masak, tadi aku sempat ngintip kamu waktu masak sama Bibi. Aku tuh takut banget kalau kamu nggak ada didekat aku, benar-benar takut."ucapnya mengecup bibirku
"Ih sayang, kamu ah ngagetin aku aja. Cium koq gak bilang-bilang, aku kan lagi jelek gini, keringetan juga habis masak. Tenang aja, aku janji gak akan pergi kemana-mana, aku akan ada di manapun kamu berada dan akan nurutin apapun yang kamu mau."ucapku menunduk malu
"Hey, jangan nunduk gitu dong, nanti aku nggak bisa lihat wajahmu yang cantik.Buat aku kamu perempuan yang cantik selain Ibu ku, nggak akan ada perempuan lain yang akan menyaingi mu dihatiku. Meskipun kamu sekarang keringetan dan habis masak, kamu tetap seksi koq."ucapnya berbisik ditelinga ku
"Kamu kenapa sih, selalu bikin aku senyum-senyum sendiri, aku jadi malu deh. Oh ya hari ini kita ke makam orang tua kamu juga yaa sebelum ke makam Bapakku."ucapku padanya
"Iyaa sayang makasih yaa, aku juga sebenarnya ingin mengajak mu kemakam orang tua ku, cuma kemarin-kemarin aku lupa. Oh ya kita liburannya yang lama yaa di Bali, 2 Minggu."ucapnya
__ADS_1
"Lho apa nggak kelamaan? nanti aku ganggu kerjaan kamu dong?."tanyaku
"Nggak lah, aku sudah minta tolong orang kepercayaan ku untuk mengurus semuanya.Lagian aku tahu kalau cuma seminggu mungkin kita belum bisa buat bayi, ya kan?."ucapnya berbisik
"Ih kamu, apaan sih, yaudah yuk makan, aku mau bangunin Ibu dan Adik-adikku , tapi aku mau mandi dulu."ucapku
"Tunggu dulu dong, aku belum selesai nih, ada satu lagi yang belum."ucapnya
"A... apa?"tanyaku penasaran
Lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, aku hanya mencoba memejamkan mataku, seperti nya dia ingin mencium ku.
Tiba-tiba ada suara mengagetkan.
"Nadia, kamu masak a..."ucap Ibu lalu menghentikan ucapannya karena melihat kami
"Eh maaf, Ibu nggak tahu kalau ada Satrio juga, kalau gitu kalian lanjutin aja."ucap Ibu tertawa
"Jangan pergi Bu, Nadia sudah masakin kita. Maaf Satrio yang salah, nggak tahu tempat."ucapnya lalu menggaruk kepala
"Hehe iyaa Bu, udah Ibu duduk aja, sekarang aku panggil Adik-adik dulu."ucapku lalu meninggalkan mereka
Ya ampun rasanya tuh jantung aku mau copot, tahu sendiri ini semua pengalaman pertama aku. Walau pernah pacaran tapi aku bukan tipe perempuan yang berani melakukan sentuhan fisik.Jadi pas deket-deket Mas Satrio semuanya jadi terasa mendebarkan. Padahal dia suami aku. Tapi aku malu banget jika berdekatan dengannya terlalu lama sekarang.
__ADS_1