
Lalu aku keluar dari kamar Satrio dan menuju dapur, ingin berkenalan dengan Bi Nini.
Aku pun sampai di dapur dan mencari Bi Nini, akhirnya ketemu. Beliau perempuan separuh baya. Lalu aku hendak mencium tangannya.
"Eh Non nggak usah, atuh Bibi mah nggak pantes."ujarnya menolak aku untuk mencium tangannya
"Ih Bibi apaan sih, aku kan lebih muda harus sopan, lagian kita sama-sama manusia Bi."ucapku sambil mencium tangannya tanpa penolakan lagi
"Aduh beruntung banget Tuan muda punya pacar secantik dan sebaik Non, ngomong-ngomong kenalin Non nama saya Nini."ucapnya
"Iyaa makasih Bi Nini, duduk dulu yaa Bu, aku pengen ngobrol-ngobrol, Bibi nggak sibuk kan?"ucapku tersenyum
"Ayo atuh Non, iyaa Bibi udah rapi koq."ucapnya
Lalu kami ke teras depan rumah, lalu duduk dan mengobrol.
"Saya baru pertama kali lihat Tuan muda sebahagia ini lagi, belum pernah ada pacarnya yang dibawa kerumah lho Non, baru Non sama Non Salsa aja, mantan pacar Tuan, yaa kalaupun ada yang kesini paling Non Melisa, yaa cuma dulu, sekarang udah nggak pernah."ucapnya
"Oh Bibi berarti udah lama kerja disini yaa? terus Om Heru koq bisa tahu mantan-mantan nya Satrio?."tanyaku penasaran
"Iyaa Non, dari Tuan muda kecil sampai sekarang, ada 20 tahun.Ya karena diam-diam Tuan Heru selalu menyelidiki Tuan muda, takut Tuan muda terjerumus ke pergaulan yang salah, tapi bener lho Non, akhir-akhir ini Tuan Satrio sering senyum dan tertawa."ucap Bibi
"Wah lama banget Bi, Lho, bukannya setiap hari dia tersenyum dan tertawa Bi?."ucapku
"Ya mungkin diluar rumah iyaa Non, Tuan muda sering tertawa dan tersenyum, tapi kalau dirumah Tuan biasanya mengurung diri di kamar, ya wajar mungkin dia rindu sekali almarhum dan almarhum orang tua nya, Tuan muda itu aslinya pendiam Non kalau dirumah, harus Bibi yang ajak ngomong duluan, tapi sudah beberapa hari ini dia berbeda lebih ceria dan gak pernah ngurung diri lagi, yaa kecuali kalau ada pekerjaan penting."ucap Bibi
"Oh begitu Bi, aku nggak nyangka sih, aku kira setiap hari dia selalu bahagia dan usil."ucapku
__ADS_1
"Hehe yaa nggak lah Non, Bibi berpesan banget sama Non untuk menjaga Tuan muda, karena dia bukan tipe orang yang mudah percaya sama orang lain, kalau dia udah percayain Non untuk kesini berarti dia udah yakin sama Non."ucapnya
"Ya mudah-mudahan sih Bi, oh yaa disini sepi banget yaa."ucapku mengalihkan pembicaraan
"Iyaa sengaja Non ditempat ini, biar nggak banyak orang tahu rumah Tuan muda, karena bahaya kalau banyak yang tahu, keselamatan Tuan muda akan terancam, makanya kita pindah kesini baru sekitar 5 tahun yang lalu. Oh yaa Non semalam berarti yang nemenin Tuan muda pas di tusuk itu Non?."tanya Bibi
"Iyaa Bi, Satrio lagi anterin saya pulang, cuma ada kejadian itu, tiba-tiba banget, serem deh Bi kalau di ingat-ingat, eh tapi Bi, kira-kira Bibi tahu nggak siapa kemungkinan musuh keluarga Satrio."ucapku
"Ya Allah, Non harus jaga diri baik-baik, apalagi kalau Non Melisa sampai tahu Tuan muda deket Non , Bibi jadi takut kejadian Non Salsa terulang lagi.Untuk pelaku, Bibi nggak tahu pasti sih Non, cuma kemungkinan orang terdekat nya, yang diduga salah satu sahabatnya, tapi itu baru dugaan kami sih Non, belum ada bukti."ucap Bibi ragu
"Iyaa Bi , aku berusaha jaga diri koq, untuk masalah Salsa, Satrio juga sudah cerita, kasihan banget dia yaa Bi. Mudah-mudahan terbongkar pelaku nya dan pelaku kejahatan itu ditangkap semua yaa Bi."ucapku
"Aamiin Non, tapi kalau Bibi lihat-lihat Non Nadia mirip sama Non Salsa, cantik cerdas dan sopan."ucap Bibi
"Eh aku belum ngenalin diri lho, koq Bibi tahu nama aku?."tanyaku
"Oh dia suka ngadu, awas aja dia. Bi sebenarnya aku kesini nginep karena mau jagain Satrio, eh dia malah asyik kerja Bi, aku jadi gregetan, Bibi boleh aku masak nggak, aku mau bikin makanan buat Satrio, kesukaan dia apa yaa? ucapku
"Akhir-akhir ini Tuan muda suka makanan bernuansa Padang, seperti rendang. Sama Tuan sekarang sering minta di masakin udang balado.Katanya sih karena Non pernah ajak di makan di rumah makan Padang."ucap Bibi tersenyum
"Oh itu, iyaa aku ajak dia makan di sana Bi, lucu deh Bi, ternyata dia baru pertama kali, eh tapi makannya sampai nambah terus."ucapku tertawa
"Iya lah Non, Tuan kan sering makannya sekarang direstaurant atau Kafe, sama kayak teman-teman kerjanya, makan dirumah aja jarang, paling kalau Minggu aja."ucapnya
"Oh begitu Bi, yuk ke pasar Bi, temenin aku beli daging dan udang."ucapku
"Ayo Non Bibi temenin, oh yaa uangnya pakai uang belanja aja Non, kebetulan Bibi belum belanja."ucap Bibi senang
__ADS_1
Untung Bibi nawarin uang belanja, soalnya aku kan nggak punya uang. hehehe
Lalu kami ke pasar, pulang dari pasar langsung deh mulai mengolah daging dan udangnya, tak lupa sayur kangkung. Dan aku beli buah untuk membuat jus. Supaya Satrio menjaga pola makan.Walaupun cuma pacar bohongan tapi harus peduli sebagai teman.
"Yeay akhirnya jadi Bi, aku mau bawain ke kamar buat Satrio, Bibi dan yang lain jangan lupa dimakan yaa, mudah-mudahan enak."ucapku
"Nona Nadia, selain cantik, pinter masak yaa, ini mah fix Bibi setuju sama Non. Iya Nona silakan, makasih yaa Non, sudah baik sama Tuan."ucapnya
"Ok Bi, sama-sama."ucapku
Lalu aku masuk kamar Satrio dan tak lupa mengetuk pintu.
"Masuk, nggak dikunci."ucapnya
Kuletakkan makanan dan minuman di meja tempat nonton Televisi. Aku menghampiri nya dan menarik tangannya.
"Eh Nadia, apa-apaan, aku mau dibawa kemana? aku belum selesai nih."ucap Satrio
Lalu aku menyuruh nya duduk.
"Duduk Sat, jangan bandel deh, kan belum makan siang, tadi katanya aku disuruh kesini buat jagain kamu, ini sekarang kamu malu sok-sokan kerja, kalau masih ngotot aku pulang aja kerumah Pak Nathan."ucapku mengancam
"Oh kamu peduli sama aku, tumben."ucapnya
"Iyaa lah aku kan teman yang baik, sekarang lihat tuh aku masakin ini buat kamu."ucapku sambil membuka penutup makanan
"Hah kamu masakin ini buat aku? , wah enak kayaknya Nad, tapi aku maunya disuapin."ucapnya manja
__ADS_1
"Hah, suapin lagi? tadi ngetik bisa, ih udah kayak bayi sih !"ucapku kesal