Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Bab 25.6


__ADS_3

Safira menggelengkan kepalanya kuat. Meremat dadanya merasakan rasa sesak yang amat sangat menyakitkan. Dia..dia menyakiti hati suaminya. Hati laki-laki yang telah tulus mencintainya dan menerima semua kekurangannya.


"Maka kamu harus mengerti," Kata Bunda sambil menarik tangan Safira dari dadanya.


Menggenggamnya lembut dan lebih erat.


"Dia pasti sangat kecewa mendengar permintaan kamu tadi. Dia mungkin merasa kamu meragukan perasaannya. Padahal perjuangannya mendapatkan kamu dilalui dengan sulit selama bertahun-tahun jadi bagaimana mungkin dia mau membawa wanita lain di dalam pernikahan kalian. Dia hanya ingin kamu, Nak. Bunda tidak pernah melihat Ali sangat keras kepala kecuali untuk mendapatkan kamu. Bahkan ketika peluangnya sangat kecil dia masih mempercayai bila Allah akan mengabulkan doanya."


Lagi dan lagi, Safira seolah disiram oleh air dingin. Ali sudah berkali-kali mengatakan bila dia hanya menginginkan Safira, kecuali Safira dia tidak ingin.


Kata-kata keras kepala ini harusnya menyadarkan Safira bahwa Ali tidak pernah memikirkan wanita lain selama sisa hidupnya kecuali Safira.


"Safira, sebagai seorang istri apa kamu mau melihat suamimu memadu kasih dengan perempuan lain? Jujurlah, Nak. Katakan yang sebenarnya."

__ADS_1


"Safira.. Safira tidak mau, Bunda! Safira tidak mau melihat Mas Ali dekat dengan wanita lain apalagi sampai memadu kasih. Rasanya pasti akan sangat sakit." Jawab Safira jujur. Dia sungguh tidak ingin melihat Ali dekat dengan wanita lain.


Melihatnya tersenyum kepada Dinda saja rasanya sangat sesak apalagi melihat mereka sampai saling memadu kasih.


"Maka ini juga berlaku untuk Ali. Tidak hanya memikirkan perasaan mu tapi dia juga memikirkan perasaannya. Dia hanya ingin kamu dan hanya kamu."


"Sekarang temui lah Ali, Nak. Bicarakan semuanya dengan baik-baik agar tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kalian." Ujar Bunda sambil mengusap wajah Safira.


Membersihkan air mata yang terus mengalir di wajah Safira dengan kedua tangannya yang telah renta.


"Safira...malu, Bun." Dia ingin, dia sangat ingin sekali menemui Ali tapi Safira malu. Dia malu telah meminta suaminya melakukan sesuatu yang sangat dibenci oleh suaminya.


Bunda tersenyum lembut, mengusap puncak kepala Safira dengan sayang.

__ADS_1


"Nak, diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:


أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى


“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?”, Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)


"Safira ingin menjadi wanita surga untuk Ali'kan?" Pertanyaan ini mungkin kekanak-kanakan tapi bagi mereka berdua ini adalah hal yang penting.


"Safira sangat menginginkannya, Bunda." Jawabnya dengan suara agak sengau.


Bunda tersenyum,"Maka temui lah Ali, raih tangannya dan ucapkan maaf. Bicarakan semuanya secara baik-baik agar malaikat dan bidadari surga tidak menyerukan kata-kata kejam untuk dirimu, Nak."


Perlahan Safira menganggukkan kepalanya. Setelah mengusap wajahnya, Bunda membantunya bangun. Menunggu Safira membersihkan wajah di dalam kamar mandi, kemudian Bunda membantu Safira menggunakan riasan tipis di wajah Safira. Memilih pakaian terbaik dari lemari pakaian dan menyemprotkan pengharum di beberapa bagian.

__ADS_1


"Mashaa Allah, Kak Safira cantik banget. Sifa jamin deh Mas Ali pasti langsung luluh hatinya ketika melihat Kak Safira." Sifa tiba-tiba masuk ke dalam kamar, membuat Safira merona malu sekaligus semakin gugup.


__ADS_2