Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Kebimbangan Hati


__ADS_3

Hanya tinggal kami berdua diruang tamu. Aku dan Pak Nathan.


"Pak Nathan, maaf yaa keadaan rumah saya seperti ini, nggak seperti rumah Bapak."ucapku menunduk


"Yaa nggak apa-apa Nad , santai aja, saya malah suka disini, sederhana dan seru, keluarga kamu juga ceria dan menyenangkan seperti kamu."ucap nya


"Iyaa satu lagi, maafin kelakuan Ibu saya yaa Pak yang suka nyeletuk, ibu saya memang seperti itu."ucapku


"Nggak lah, Ibu mu itu asyik dan apa adanya, beda sama orang tua saya, yang malah jarang berinteraksi dengan saya, mereka hanya sibuk pada bisnisnya, bahkan kelihatan Ayah saya tidak mencintai Ibu saya, eh maaf saya jadi curhat."ucap Nathan


"Hehe iyaa nggak apa-apa Pak, anggap saja saya teman Bapak, jadi Bapak bisa cerita kapan pun, oh begitu mungkin orang tua Bapak bukan tidak saling cinta, hanya tidak mengumbar kemesraan. Oh yaa bagaimana hubungan Bapak sama Bu Meli ? , saya khawatir karena kejadian tempo hari yang membuat Bapak marah sama Ibu dirumah Satrio."ucapku


"Makasih Nad, kamu mau jadi teman saya, Iya waktu kejadian dirumah Satrio, sebenarnya saya marah pada Meli, bisa-bisanya dia bersikap kasar seperti itu, bukan sekali itu saja saya memergoki nya begitu, sudah sering bahkan dikafe pun sama, banyak karyawan yang mengadu kepada saya. Maaf ya Nad atas sikap Meli padamu."ucapnya


"Oh Bapak sudah tahu tentang keburukan Bu Meli, maaf kalau saya mengganggu privasi Bapak, tapi koq Bapak masih mau dengan Bu Meli?."tanyaku penasaran


"Ya sebenarnya kalau saya ceritakan panjang, intinya saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Meli, sejak saat saya berjuang mendapatkan cintanya, saya selalu merasa resah karena sering diacuhkan, namun ketika saya diterima, disaat itu saya berjanji akan menjaga dan mencintainya selalu, hanya seiring waktu berjalan, saya sebenarnya sadar, jika Meli kasar, suka menindas,manja bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa dia mencintai Satrio , tapi saya tidak percaya karena Satrio juga tidak pernah menceritakan apa-apa kesaya, tapi baru saya sadari memang sikap Meli ke Satrio seperti perempuan yang jatuh cinta, entah kenapa saya jadi bingung sekarang Nad.Apa saya tetap lanjutkan atau sudahi."ucap Nathan frustasi


"Oh Pak Nathan juga mulai sadar kalau Bu Meli cinta ke Satrio, kenapa Pak Nathan nggak ngobrol ke Satrio untuk menanyakan ada hubungan apa dulunya Satrio dan Bu Meli?."ucapku


"Sebenarnya saya mau membicarakan itu, cuma ini bukan waktu yang pas, saya nggak mau hubungan persahabatan kami hancur karena kesalahpahaman. Lebih baik saya mengamati dulu apakah Meli berubah atau tidak, jika dia tetap bersikap menyebalkan dan tidak bisa menjadikan saya satu-satunya, mungkin akan saya akhiri hubungan kami."ucap nya


"Ya menurut saya Satrio nggak salah dalam hal ini, karena selama saya kenal Satrio, saya tahu dia tidak pernah sekalipun menanggapi Bu Meli. Jadi saran saya, kalau suatu waktu Bapak tahu apa yang terjadi tolong tetap pertahankan persahabatan Bapak dengan Satrio, untuk hubungan Bapak, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik."ucapku

__ADS_1


Aku memang senang jika mereka putus, tapi aku tetap resah, andaikan mereka putus, aku yakin Melisa akan melakukan hal-hal jahat, belum lagi dia akan mengganggu Satrio, aku hanya berharap kejahatan nya terbongkar dan dia masuk penjara, dihukum seberat-beratnya.


"Makasih ya Nad, kamu tahu nggak Nad, semenjak kamu pindah ke rumah Satrio, saya kangen sama kamu, saya kangen sama masakan kamu, saya kangen juga sama kebawelan kamu ketika ngobrol dengan Bi Asih, seperti nya saya kagum dengan kamu Nad, kamu cerdas dan berani, bahkan cantik. Sayangnya kita bertemu diwaktu yang salah. Pantas yaa Satrio cinta sekali sama kamu."ucap Nathan menatapku


"Ah Bapak bisa aja, menurut saya itu bukan kagum Pak, cuma perasaan sekedar lewat."ucapku mengalihkan pembicaraan


Aku nggak ngerti sama jalan pikiran ku ataupun jalan pikiran laki-laki, kenapa ketika aku berubah, dia baru melihat aku ada. Bukannya dulu dia bilang dia hanya menganggap ku Adik. Dan bukan kah harus nya aku senang?


"Entahlah, cuma saya berandai, andaikan kamu bukan pacar sahabat saya dan andaikan kamu ada sebelum Melisa ada, pasti mungkin saya juga mencintai mu seperti Satrio."ucap nya


"Ehem, maksud Bapak? Bapak suka sama saya?."tanyaku


"Eh maaf Nad, saya kelepasan, jangan dimasukkan ke dalam hati yaa perkataan saya tadi."ucapnya hendak memegang tangan ku.


Tiba-tiba Satrio datang.


"Eh bro maaf, gue nggak sengaja, jangan salah paham."ucap Nathan


"Hahaha koq panik sih, santai ajalah, gue mah bercanda, lagian gue gak nuduh apa-apa koq."ucap Satrio


"Kirain lu marah soal nya gue berduaan sama Nadia, iyaa gue habis minta pendapat Nadia tentang Melisa, jadi gue kebawa suasana."ucap nya


Aku hanya terdiam. Bingung menghadapi situasi seperti ini. Yaa bisa kalian bayangkan, habis mendengar pertanyaan cinta dari orang yang kalian cinta, tapi hati kalian ngerasa bimbang, entah bimbang apa ini, apakah mungkin aku bimbang dengan pernyataan Satrio juga, kenapa mereka bisa jujur diwaktu yang sama.

__ADS_1


"Calm bro, santai aja, lagian emang Nadia cocok koq buat jadi temen curhat, dia kan pendengar yang baik dan bisa ngasih saran yang ok."ucap Satrio


"Eh dari pada bosen mending keluar yuk, kan hujannya sudah berhenti, ngomong-ngomong Dina dan Dini sudah selesai ngerjain tugas nya?."tanyaku


"Ayo kita keluar, iyaa mereka sudah selesai, sekarang katanya capek banget dan malah tiduran."ucap Satrio


"Oh gitu, yaah padahal mau ngajak mereka juga, makasih lho Mas udah mau repot-repot bantuin Adik-adik ku yang masih manja itu."ucapku tersenyum


"Sama-sama sayangku, lagian kamu tau kan kalau aku suka banget sama anak-anak, mereka tuh sama kayak kamu kadang bijak kadang ngeselin, tapi aku tetap sayang."ucap Satrio tertawa


"Ehem, gue jadi obat nyamuk doang nih, tadi katanya mau jalan-jalan, ayolah, jangan bikin gue baper ngeliat kalian."ucap Nathan


"Lagian siapa suruh kesini sendiri, ajak dong tuan putri lu yang baik hati dan tidak sombong itu."ucap Satrio


"Huh sarkas lu Sat, gue tau lu benci sama Meli, tapi yaa jangan gitu juga dong."ucap Nathan


"Yaudah ayo kita mau kemana?."tanyaku


"Ke puncak, ajak keluarga kamu."ucap Nathan


"Hah ke puncak jam segini?."tanyaku kaget


"Nah ide bagus tuh bro."ucap Satrio setuju

__ADS_1


Lalu Ibu tiba-tiba datang.


"Wah kita mau ke puncak yaa, ayo sekarang yuk, enak nih pesan villa di sana, Dina Dini bangun rapi-rapi, kita mau diajak ke puncak sama Mas-mas ganteng nih."teriak Ibu


__ADS_2