
"Nadia, awas."ucap seseorang berlari ke arah ku
Lalu orang itu ada didepan ku dan peluru yang ditembakkan Melisa menembus kearah tangan kanannya. Hingga dia jatuh dan duduk di tanah
"Sat... Satrio, maafin aku."ucap Melisa berteriak
Ternyata yang menyelamatkan ku Satrio.
Lalu Melisa menghampiri Satrio dan menangis.
"Udahlah Mel, cukup, jangan kayak gini lagi, gue itu memang dari awal hanya menganggap lu sebagai Adik, harus nya lu terima keadaan itu dengan ikhlas, harus nya lu berubah jadi lebih baik kalau mau dapatkan cinta seseorang, bukan dengan cara menghancurkan apa yang orang itu cinta, kejadian Salsa sudah bikin hidup gue terpukul, sekarang terulang lagi, gue itu cinta sama Nadia, ini bukan sandiwara seperti gue sama perempuan-perempuan lain, bahkan gue bisa lupain Salsa dan segala kesedihan gue karena Nadia, jadi please lupain gue, lu harus bahagia tanpa gue, cinta gak bisa dipaksa Mel, kalau lu maksa gue cinta sama lu, itu hanya akan nyakitin kita berdua pada akhirnya."ucap Satrio sambil meringis kesakitan
"Tapi Sat, tolong kali ini terima aku, putusin Nadia dan menikahlah dengan aku, aku nggak bisa hidup tanpa kamu, aku cinta nya sama kamu aja, aku gak bisa cinta laki-laki lain."ucapnya memohon
Tiba-tiba Nathan datang dibelakang nya.
"Oh jadi benar selama ini kamu nggak cinta sama aku, kamu cuma jadiin aku pelarian, tega kamu Mel, bahkan kamu tega melukai orang banyak, aku nggak nyangka hatimu busuk , kamu itu hanya menyamar menjadi melaikat padahal kamu iblis terkutuk, mulai sekarang kita nggak ada hubungan apa-apa lagi dan jangan coba sakiti Nadia."ucap Nathan
"Iyaa, memang benar,aku nggak pernah cinta sama kamu bodoh, kamu nya aja yang bodoh ngejar-ngejar aku sampai rela berkorban demi menyenangkan aku, padahal aku emang nggak ada perasaan apa-apa sama kamu bodoh."teriaknya
"Dasar kamu wanita jahat Mel, kamu harus masuk penjara dan jauhi sahabatku."ucap Nathan
"Tidak semudah itu, kalau aku nggak bisa dapetin Satrio, maka semua perempuan lain pun tidak boleh, termasuk kau Nadia."ucap Melisa menunjukku
Lalu dia menembakkan peluru ke tangan kiri Satrio.
Untungnya Satrio menghindari, jadi peluru itu hanya mengenai tanah.
"Bunuh aja gue Mel, kalau emang itu buat lu bahagia, tapi jangan sakiti Nadia, gue nggak akan rela , karena gue cinta dia."teriak Satrio masih kesakitan
"Nggak, kamu masih ada 1 kesempatan, kalau kepala kamu tidak ingin kena peluru, maka kamu harus mau nikah sama aku, aku kasih waktu 10 detik. 10 , 9 ."tiba-tiba ucapan nya terhenti karena ada polisi dibelakang
"Jangan bergerak saudari Melisa, anda kami tahan berdasarkan bukti-bukti yang ada, silakan letakkan senjata anda."ucap Polisi
__ADS_1
Lalu Melisa ketakutan dan menaruh pistol itu ditanah, dia pun mengangkat tangannya dan polisi buru-buru menangkap perempuan psikopat itu.
"Pak saya tidak bersalah."ucapnya menangis
"Anda bisa jelaskan di kantor polisi, ayo sekarang ikut kami, kami sudah membawa surat penangkapan anda dan kami sudah mempunyai banyak bukti."ucap polisi
"Sialan kalian, akan ku balas kalian semua."teriaknya lalu dibawa masuk mobil polisi
Lalu penjahat yang lain dibawa juga oleh Polisi dan tangan ku pun dibuka ikatannya oleh Nathan.
Lalu seorang polisi menghampiri Pak Nathan.
"Terimakasih Pak Nathan atas laporan nya, nanti kami tunggu anda sebagai saksi, kalau begitu saudari Melisa akan kami tangani."ucap Polisi
"Iyaa Pak, terimakasih juga."ucap Nathan
Tiba-tiba Satrio pingsan.
"Sat, bangun."ucapku
Aku ingin mengikuti kedalam ruangan tapi dihadang perawat.
"Maaf Mbak jangan masuk yaa, kami ingin menangani Masnya, sebaiknya Mbak urus administrasi dulu didepan."ucap perawat
"Iyaa sudah diurus teman saya, saya mau tanya sus, lukanya bisa sembuh kan?."tanyaku panik
"Bisa Mbak, ini peluru nya hanya mengenai sedikit daging saja, jadi bisa kami tangani, hanya pasien terlihat sangat trauma dengan darah, jadi pasien pingsan karena itu, untuk lukanya syukur nya tidak parah. Jadi Mbak tenang saja dan silakan tunggu diluar."ucapnya
Lalu Satrio ditangani tenaga medis. ini kedua kalinya bahkan kesekian kalinya Satrio lah yang selalu ada untuk ku bahkan rela menyelamatkan nyawa ku.
Aku duduk lemas sambil menunggu kabar baik.
Tiba-tiba keluarga ku datang dan memeluk ku.
__ADS_1
"Nadia kamu baik-baik saja kan?."tanya Bapak
"Iya Alhamdulillah aku baik Pak."ucapku menangis
"Koq Mbak nangis, kenapa?."ucap Dini
"Mana Nak Nathan dan calon mantu Ibu?."tanya Ibu
"Mbak nggak apa-apa koq. Untungnya Mas Satrio dan Pak Nathan menolong Mbak, sekarang Pak Nathan sedang mengurus administrasi Bu, kalau Mas Satrio sedang dirawat karena tangan nya tertembak oleh Melisa."ucap ku lemas
"Astaghfirullah, apa lukanya parah Nak?."tanya Bapak
"Ya Tuhan, calon mantu Ibu, mudah-mudahan nggak apa-apa, gawat kalau sampai kenapa-kenapa, nanti Ibu batal punya calon mantu."ucap Ibu
"Alhamdulillah lukanya nggak parah ko Pak Bu, hanya Mas Satrio takut darah , jadi dua pingsan melihat ada darah ditangannya, dia banyak mengalami trauma, jadi wajar seperti itu, doain aja semoga baik-baik, ini salah aku, gara-gara aku dia terluka kedua kalinya."ucapku
"Udah Mbak jangan sedih, lebih baik Mbak pulang dulu yuk istirahat."ucap Dina
"Iya Nak, kita pulang dulu, besok kita kesini lagi."ucap Bapak
"Iyaa Nad, biar aku dan Mang Ujang yang menunggu Satrio."ucap Nathan tiba-tiba datang
"Tapi aku mau nunggu Satrio."ucapku
"Iya sebaiknya kamu istirahat dulu dirumah, nanti biar Bapak yang bawa mobil Pak Nathan untuk mengantarkan mu."ucap Bapak
Dengan terpaksa aku mengikuti kata mereka, akhirnya aku pulang dulu, untuk menenangkan hatiku, tapi bukannya bisa istirahat malah aku semakin kepikiran Satrio, pokoknya pagi-pagi aku harus kerumah sakit lagi.
Aku sudah dikamar ku dan karena terlalu capek akhirnya aku tertidur pulas.
Tiba-tiba...
Aku berada disebuah taman indah penuh bunga mawar putih kesukaan ku. Eh aku melihat Satrio disana. Aku menghampiri nya.Satrio tersenyum dan melambaikan tangannya padaku, dia berlari pergi ke suatu tempat yang gelap dan aku terjatuh tidak bisa menyusul nya.
__ADS_1
"Satrio jangan tinggalin aku."teriakku
Ternyata ini hanya mimpi.Mimpi paling buruk yang pernah aku rasakan. Hatiku tiba-tiba sakit.