
"Oh pantas saya nggak pernah lihat orang tua Bapak." ucapku pelan
"Iya mereka lebih senang tinggal disana daripada di Bandung." ucap Pak Nathan singkat
Lalu sampailah kami di Kafe. Aku turun di jalan dekat Kafe.
"Pak, saya turun disini saja, saya ada yang mau dibeli dulu." ucapku berbohong
"Oh gitu, iyaa saya pinggirkan dulu mobilnya." ucapnya
Lalu mobil dipinggirkan , aku pun mengucapkan terimakasih dan turun.
Sementara Pak Nathan terus mengendarai mobilnya dan memarkirkan mobilnya diparkiran khusus Kafe. Aku sengaja tidak mau ikut sampai Kafe malas kalau sampai trio kwek-kwek tahu.
Tiba-tiba suara handphone ku berbunyi.
Kok kebangeten men
Sambat blas ra ono perhatian
Aku pun mengambil handphone ditasku dan menerima panggilan yang tak lain dari ibu.
Aku : Hallo Assalamualaikum Bu. Ada apa ?
Ibu : Nadia , wa'alaikumsalam. Kamu bisa gak transferin uang ke Ibu 10 juta sekarang?
Aku : Aaapaaa? 10 juta Bu, uang dari mana Bu? Ibu kira Nadia pesugihan apa , bisa punya uang sebanyak itu ! Lagian ini baru hari kedua kerja Bu.
Ibu : Iya ibu tahu, tapi kan kamu sudah resmi kerja, yaa pokoknya kamu harus cari uang itu, pinjem aja ke temen kamu Mimin atau ke Kafe dulu, Ibu butuh banget, Adik-adikmu sudah lama belum bayaran, belum lagi Bapak sakit, sekarang harus dirawat dirumah sakit dan kita kan nggak punya BPJS Nad.
Aku : Ya Tuhan Bu, aku juga nggak tega sama Bapak dan Adik-adik, yaa tapi uang segitu besar Bu, Nadia butuh kerja 4-5 bulan untuk mendapatkan nya.
__ADS_1
Ibu: Pokoknya besok sudah harus kamu transfer, jika tidak jangan harap kamu bisa pulang dan menganggap kami keluarga mu lagi, karena selama ini kamu ngeyel dan susah diatur, coba kamu nikah sama orang kaya, pasti hidup kita nggak kayak gini. Pokoknya besok hari terakhir mu.
Aku : Tapi Bu (Tiba-tiba sambungan telepon terputus, rupanya Ibu yang mematikannya)
"Ibu gak pernah berubah selalu gak adil sama aku, duh gimana yaa dapetin uang sebanyak itu, masa aku pinjam ke Pak Nathan, ah gak mungkin yang ada dia malah benci dan gak percaya lagi sama aku, lagian dia sudah baik banget, apa Mimin yaa? tapi jangan deh diakan juga sudah sering bantu aku, takut nya aku dianggap memperalatnya.
Hemm... Oh iyaa Satrio, dia bilang aku bisa mendapatkan apapun asal mau bekerja sama menjadi pacar pura-pura nya. Iyaa gak ada pilihan, nanti malam aku temui dia." ucapku lirih
Lalu ketika aku lihat Pak Nathan sudah masuk dalam Kafe , aku pun langsung berjalan ke Kafe.
Sampai lah aku di Kafe seperti biasa beres-beres Kafe, aku pun menaruh tasku diloker khusus pegawai, karena kita nggak boleh main handphone selama kerja, namun kali ini aku diperintahkan mengecek gudang oleh Ka Sri teman kerjaku, disuruh ambil kursi Kafe yang baru katanya. Awalnya aku nggak percaya masa sih naruh kursi baru digudang, namun karena memang kursi kurang 1 terpaksa aku ke gudang, mana agak gelap, mana aku nggak bawa senter lagi. Ya untung ada sedikit cahaya.
Tiba-tiba aku melihat ada bayangan laki-laki dibelakang ku, aku pun hendak berteriak, namun mulutku keburu dibekap.
"Eem, eem." ucapku terhalang tangannya
"Huss diam, ini aku Satrio, jangan berisik, nanti kita ketahuan." ucapnya
Ternyata itu Pak Playboy. Akhirnya dia melepaskan bekapan tangan dimulutnya.
"Hehehe, maaf yaa mengagetkanmu, aku mau minta kepastian kamu soal perjanjian yang aku tawarkan?." ucapnya
"Kan aku bilang nanti malam." ucapku mengomel sambil mencari kursi
"Iya, tapi masalah nanti siang aku mau meeting diluar kota sampai besok, jadi sebelum pergi ya mending aku ketemu kamu." ucapnya menatapku
"Hei Pak Playboy, kan sekarang zaman canggih, emang gak bisa pake WhatsApp, pakai aplikasi apa kek." ucapku melotot
"Ya bukan gitu, aku harus minta tanda tangan mu, agar kontrak kita sah, jadi gimana , kamu mau nggak?." tanyanya
"Iyaa setelah aku pikir-pikir aku mau, cuma sebulan aja yaa, terus aku minta bayaran 10 juta untuk aku kirim ke kampung." ucapku sambil mencari kursi
__ADS_1
"Hei kamu nyari apa sih, bukannya liat aku? , ya cuma 10 juta mah kecil, aku bisa kasih kamu 50 juta/bulan, asal aktingmu bagus, yasudah ini tanda tangan." ucapnya
"Iyaa sebentar, aku cari kursi nih buat di Kafe." ucapku
"Hei ini lebih penting dari sekedar kursi, lagian 1 jam lagi aku mau berangkat ke Bali." ucapnya
"Ih bodoamat kamu mau ke Bali kek, mau ke Papua kek, peduli amat." ucapku santai
"Cepetan tanda tangan, kalau nggak 50 juta batal." ucapnya mengancam
"Yaudah sini." ucapku sambil menadahkan tangan
Ternyata dia memang serius sampai bawa kertas, map , pulpen dan materai. Jadi ini bisa sah secara hukum nih , gawat juga, ah bodo tapi kan cuma sebulan, uangnya juga lumayan buat adik-adikku sekolah dan untuk biaya Bapak ke rumah sakit. Lagian sekalian kasih pelajaran ke Nenek lampir.
Akhirnya aku menanda tangani surat perjanjian itu. Yang berisi bahwa aku resmi selama sebulan terhitung mulai besok menjadi kekasih pura-pura nya dan aku wajib mengikuti kemauannya.
"Pak Satrio, nih sudah, tapi saya minta Bapak gak boleh melakukan hal-hal yang tidak-tidak selama pacaran pura-pura, seperti mencium pipi ataupun yang lainnya. Bapak hanya boleh merangkul dan memegang tangan saya saja, supaya mereka percaya." ucapku kesal
"Ok baik, lagian saya itu bukan laki-laki jahat koq, tenang saya nggak akan macem-macem, yang penting aktingmu bagus dan meyakinkan." ucapnya senang
Lalu tiba-tiba seperti ada orang yang datang, lalu kami bersembunyi dibawah meja yang tidak terpakai, tiba-tiba terdengar suara pintu gudang dikunci dari luar.
Pak Satrio pun panik dan mengeceknya
"Sial, pintunya ada yang mengunci dari luar, seperti nya orang itu ingin mengerjai mu, karena dia tahu kamu disini." ucapnya
"Ah biarin aja lah Pak, bagus kalau dikunci, saya bisa tiduran dulu disini, paling itu trio kwek-kwek." ucapku santai
"Hei kau gila apa? dikunci masih tenang gitu, kita bisa mati tahu." ucapnya panik
"Yaelah Pak, emang Bapak gak bawa handphone apa? kan bisa telepon dari sini ke nomer Pak Nathan." ucapku tenang
__ADS_1
"Oh iyaa kamu benar juga yaa, lah terus kamu ngapain gak nelepon orang buat bebasin kita disini." ucapnya
"Ya orang handphone saya di loker, kan kerja nggak boleh main handphone Pak, yang ada saya main game cacing." ucapku tertawa