Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 7.4)


__ADS_3

"Rekaman cctv.." Gumamnya mulai kehilangan suara.


Ustazah itu tampak tidak terlalu suka berbicara dengan Sari tapi dia tidak menunjukkan sikap itu secara langsung. Dia malah membantu Sari berdiri dan kembali duduk ke kursi seperti semula.


"Aku awalnya tidak ingin mengatakannya dan berencana membicarakannya dengan kedua orang tuamu. Tapi melihat betapa keras kepalanya kamu sekarang aku terpaksa harus mengatakannya. Hardianti Sari, semua perbuatan mu saat masuk ke dalam sekolah laki-laki sudah direkam lewat cctv. Bahkan ketika kamu masuk ke dalam ruang kerja salah satu pengajar pun tidak luput dari pemantauan kami. Sekarang apa kamu bisa menjelaskannya jika perbuatan mu ini tidak sengaja atau justru sebaliknya?" Pertanyaan ini langsung menarik semua orang yang ada di dalam ruangan termasuk para Ustazah yang sedang beristirahat.


Mereka diam tapi telinga dan mata mereka tidak luput dari Sari. Mereka dalam diam memperhatikan perubahan ekspresi yang kian pucat saja.


"Aku.. tidak, ini hanya salah paham saja Ustazah.." Sari tidak berani lagi menatap Ustazah itu dan suaranya jauh lebih kecil dari sebelumnya.


Ustazah mengangkat salah satu alisnya tampak tidak percaya,"Oh, pertama kamu mengatakan ini tidak disengaja dan kamu difitnah, sekarang kamu mengatakan ini adalah sebuah kesalahpahaman saja. Sari, masalah ini sudah terlalu serius. Masalah yang kamu buat sungguh tidak main-main dan mengganggu. Sebelum sekolah di sini kamu seharusnya tahu bagaimana cara kerja pondok pesantren ini. Kami tidak sama seperti sekolah di luar sana dan kami menjunjung tinggi agama sebagai dasar menuntut ilmu. Tapi sepertinya kamu tidak mengerti ini dan malah bersikap seolah-olah kami tidak akan menindak tegas perbuatan salah yang kamu lakukan. Katakan hukuman apa yang paling pantas untukmu di sini jika dilihat dari semua kesalahan yang sudah kamu lakukan?"


Berbohong, memfitnah temannya yang tidak tahu apa-apa, menyelinap masuk ke sekolah santri laki-laki, dan bahkan berani masuk ke dalam ruangan salah satu pengajar. Ini adalah kesalahan yang sangat berat sehingga pondok pesantren memilih untuk memanggil kedua orang tua Sari untuk mempertimbangkan apakah Sari masih layak melanjutkan sekolah di sini.

__ADS_1


"Ustazah..aku minta maaf, aku salah dan aku berjanji tidak mengulanginya lagi..hiks.." Perlahan cairan bening satu demi satu keluar dari sudut mata Sari.


Kali ini Sari benar-benar menyesal dan tidak ingin membuat masalah lagi. Dia tidak mau kedua orang tuanya datang dan dia lebih tidak mau dikeluarkan dari pondok pesantren ini. Dia tidak ingin pulang dalam keadaan malu dan membuat kedua orang tuanya malu.


"Permintaan maaf selalu ada untuk semua orang, Sari, tapi kesempatan kedua kali tidak selalu ada untuk semua orang. Kesalahan yang kamu buat hari ini sudah terlalu melewati batas. Jika saja kamu tidak masuk ke dalam ruangan pengajar di sana mungkin kamu masih punya kesempatan untuk tinggal di sini tapi faktanya kamu melakukannya. Apakah kamu tahu resiko dari perbuatan kamu ini sangat serius? Bila pengajar itu masih ada di dalam ruangannya ketika kamu masuk maka tahukah kamu apa yang akan terjadi?" Ustazah masih belum bisa melepaskan Sari sekalipun dia mulai terisak sedih sekarang.


Dia marah-tidak, lebih tepatnya dia sangat kecewa dengan santri baru ini. Sari adalah seorang wanita tapi mengirim diri sendiri masuk ke dalam ruangan tertutup dari lawan jenis, bukankah itu adalah tindakan yang sangat salah?


"Dia adalah gadis yang licik." Kata Ai membuat Mega dan Asri terkejut.


"Tujuannya tidak baik dan dia mungkin diusir dari pondok pesantren." Kata Ai lagi sambil memalingkan wajahnya dari Sari dan mulai membereskan meja.


"Dia memang pantas dikeluarkan dari pondok pesantren." Kata Mega acuh tak acuh.

__ADS_1


"Yah, kalian berdua benar. Dia lebih baik keluar dari pondok pesantren agar tidak menimbulkan keresahan dikalangan staf pondok pesantren dan santri." Asri mendukung penuh kepergian Sari.


Dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya mendengar semua kesalahan yang Sari lakukan, apalagi ketika hukuman yang akan dia terima tidaklah main-main. Dia akan diusir dari pondok pesantren, itu adalah berkah yang Asri harapkan.


Dia tidak bermaksud jahat tapi ini lebih baik daripada Sari terus membuat ulah di sini. Kepergiannya akan membuat semua orang santai.


"Kalian akan dituduh berzinah!" Kata Ustazah itu menahan nafas.


Sari semakin terisak, menggelengkan kepalanya menyesal.


"Apa ini yang kamu rencanakan saat masuk ke dalam ruangan pengajar itu?" Ini adalah satu-satunya alasan yang paling tepat untuk saat ini.


Ustazah tidak ingin berburuk sangka tapi melihat semua perangai buruk Sari, dia pikir ini adalah alasan yang paling memungkinkan.

__ADS_1


__ADS_2