
Lalu nenek lampir itu pergi dan aku pun menaruh mangkuk bubur diatas meja.
"Nad, aku haus, ambilin minum dong."ucap Satrio
"Iyaa bentar, nih minum nya."ucapku sambil menyodorkan gelas berisi air ke dia
"Nad, bantuin pegangin dong sayang."ucapnya manja
Duh Tuhan untung nih orang lagi sakit, coba kalau dia sehat, udah aku tinggal pergi, ngeselin banget kayak nenek lampir itu.
"Nad, ayo bantu, koq malah bengong, mikirin apa sih? mikirin aku yaa? duh aku nggak usah kamu pikiran sayang ! , kan aku ada disini."ucapnya tertawa
"Iyaa bentar."ucapku lalu membantu nya minum, setelah itu ku taruh lagi gelasnya dimeja
"Denger yaa Pak Satrio yang terhormat, jangan kayak gitu deh, jijik aku dengernya, emang sih yaa kalau udah Playboy yaa tetap aja Playboy, nggak akan berubah."ucapku kesal
"Lah Playboy apanya sih sayang, kan aku ngomong kayak gini karena kamu pacar aku."ucapnya meledek
__ADS_1
"Iyaa ketahuan kalau kamu Playboy, buktinya kamu pintar banget merayu perempuan, satu lagi koq bisa pacar orang jatuh cinta sama kamu? kalau bukan kamu yang merayu, kan kasihan Pak Nathan."ucapku
"Oh kamu jadi kasihan sama Nathan, udah aku duga sih kamu udah jatuh cinta sama Nathan, yaa ternyata seorang Nadia jatuh cinta sama pacar orang."ucapnya kesal
"Ya masalah jatuh cinta itu hak saya, lagian kalau saya bilang saya kasihan bukan berarti saya jatuh cinta kan?."ucapku protes
"Ok baiklah, biar kamu nggak salah paham akan aku ceritakan kejadian sebenarnya yang mungkin kamu gak tahu."ucapnya mulai bercerita
"Jadi orang tuaku dan orang tua Melisa bersahabat dari dulu, orang tua Melisa salah satu sahabat terbaik dari Ayahku, karena ayahku memiliki 3 sahabat dekat kata paman, maka aku dan Melisa sudah kenal bahkan akrab sejak kecil, namun usia kami terpaut 5 tahun, jadi kala aku ditinggalkan oleh orang tua ku dan bibiku selama-lamanya , keluarga Melisa sering mengunjungi ku kala itu untuk ngobrol dengan Paman, terutama Ayahnya yaitu Pak Panji, Pak Panji selalu membawa Melisa ikut dengannya dan disitulah aku dan Melisa sering menghabiskan waktu bermain bersama, karena kami masih sama-sama bocah yang senang bermain, suatu hari ketika aku kuliah semester 4 dan Melisa kelas 1 SMA , Melisa menyatakan cinta padaku, namun aku tolak karena dia aku anggap hanya sebagai adik saja dan aku sudah memiliki kekasih dari sejak aku SMA yang bernama Salsa."ucap Satrio lalu terdiam sebentar
"Bukan itu sebenarnya yang membuat aku tidak menyukainya, namun karena semenjak penolakan itu, dia telah membuat hubungan aku dan Salsa memburuk bahkan dia tega melukai Salsa, suatu ketika aku janjian dengan Salsa di Taman bunga yang cukup jauh, rencananya aku ingin melamar nya, karena meskipun aku masih kuliah tapi aku sangat yakin bahwa Salsa adalah perempuan baik dan nanti nya cocok menjadi Ibu dari anak-anak ku, toh masalah kuliah masih bisa dilakukan meskipun kami telah menikah, lalu tiba-tiba motor yang aku kendarai bannya bocor dan mobil juga dibawa Paman, karena kami masih mencoba hidup sederhana, aku panik dan berusaha mencari taksi maupun angkutan umum, namun sama sekali tidak ada, jikapun ada pasti tidak ada yang mau mengantar ku, alhasil aku berjalan kaki sekitar 2 km untuk menemuinya, ditengah diperjalanan akhirnya aku menemukan tukang ojek , lalu aku naik ojek, tapi kamu tahu dihari itu aku menemukan Salsa pingsan dan wajah Salsa telah dirusak dengan air keras oleh seseorang.
"Lalu bagaimana kamu tahu bahwa itu perbuatan Melisa?."tanyaku
"Iya aku tidak sengaja melihat Melisa memberikan uang kepada seorang laki-laki, dia mengatakan "kerja yang bagus, ini bayaran atas kerjamu yang bagus, aku senang si Salsa akhirnya pergi jauh."
Lalu saat itu aku langsung menemui Melisa dan menamparnya, dia berusaha berbohong dan menjelaskan, sayang nya orang suruhannya langsung kabur sebelum aku hajar, akhirnya Melisa mengakui perbuatan jahatnya, namun sudah terlambat, keluarga Salsa tidak bisa dihubungi, adapun Tantenya juga sudah pindah rumah, saat itu Melisa akan aku penjarakan, namun karena Pak Panji memohon kepadaku akhirnya mau tidak mau ku urungkan niat ku."ucapnya lemas
__ADS_1
"Terus sampai sekarang kamu nggak ketemu Salsa? bukannya kamu orang berpengaruh yang bisa meminta bantuan siapapun?."tanyaku pelan
"Aku sudah berusaha mencari nya bahkan sampai sekarang, hanya keluarga Salsa juga bukan orang sembarangan, jadi sulit untuk menemukan nya."ucapnya sambil melamun
"Nanti dulu, aku masih bingung kenapa Salsa mudah percaya dengan orang lain dari pada kamu pacarnya ?."tanyaku
"Iya, karena menurut pengakuan Melisa, dia menyuruh orang itu menunjukkan Foto dan Video kedekatan ku dengan Melisa, jadi dia mengatakan bahwa Salsa tidak boleh lagi bertemu denganku, karena aku sudah punya tunangan dan jika masih ngotot Satrio sendiri yang akan membunuhmu, jadi mereka memfitnah aku."ucapku
"Waduh si Melisa kejam banget yaa, lah koq kamu mau maafin dia ? kan harus nya jangan! "ucapku greget
"Iyaa sebenarnya aku belum memaafkannya, hanya waktu itu dia mengancam untuk bunuh diri dan itu benar-benar dia lakukan, dia menggores tangannya dengan pisau, yaa akhirnya aku bawa dia kerumah sakit dan dia selamat, disitulah aku berjanji akan memaafkannya."ucap Satrio
"Duh tukang ngancem tuh dia, harus nya dikasih pelajaran atau biarin aja dia mati, aku gregetan, terus koq Pak Nathan mau sama dia? emang Pak Nathan nggak tahu siapa dia?"tanyaku
" Nathan menyukai Melisa sejak Melisa lulus SMA, namun setahuku Nathan selalu ditolak Melisa dengan berbagai cara, makanya aku tenang, hingga Melisa akhirnya kuliah di Australia, aku pikir dia tidak berhubungan lagi dengan Nathan, ternyata aku salah, Nathan diam-diam selalu menghubungi Melisa bahkan pernah menyusul Melisa ke Australia beberapa kali, hanya masih ditolak, hingga akhirnya Melisa pulang kuliah dan beberapa bulan kemudian dia jadian dengan Nathan."ucap Satrio
"Lho kamu nggak kasih tahu Nathan tentang perbuatan buruknya?."tanyaku
__ADS_1
"Nggak, aku sudah janji tidak akan membahas itu, yaa dulu aku berharap Nathan bisa merubahnya dan menjadikan dia perempuan yang lebih baik, namun aku salah, ternyata Melisa pacaran dengan Nathan hanya ingin membuat ku cemburu, karena dia pernah mengatakan nya langsung padaku, bahkan dia masih sering menyatakan cinta padaku, satu lagi yang bikin aku membencinya adalah karena dia menerima Nathan karena Kafe Nathan sukses, tahu sendiri dia gila belanja, dia nggak benar-benar tulus."ucapnya geram