
"Mengenai ghibah Allah SWT telah melarang kita dengan jelas dalam firman-Nya di dalam surat Al-Hujurat ayat 12.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka buruk (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka buruk itu dosa. Dan janganlah sebagian kalian mencari-cari keburukan orang dan menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Al-Hujurat :12)
Lalu, Ai melanjutkan penjelasannya dengan mengutip hadist riwayat Ahmad.
"Salah satu kandungan surat al Hujurat ayat 12 adalah bahwa Allah melarang manusia untuk ghibah. Ghibah merupakan membicarakan orang lain yang tidak hadir yang mana jika orang tersebut mengetahuinya maka dia tidak suka. Ghibah dalam ayat 12 ini diibaratkan memakan bangkai saudaranya sendiri. Bahkan di masa Rasulullah Saw, kadang bau busuk ghibah benar-benar tercium. Imam Ahmad meriwayatkan ketika Jabir bin Abdullah dan sejumlah sahabat bersama Rasulullah Saw, terciumlah bau bangkai yang sangat busuk. Maka Rasulullah Saw bersabda kepada mereka: “Tahukah kaliah bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka menggungjingkan orang lain.” (HR. Ahmad)
Pada masa Rasulullah memang dijelaskan melalui hadist riwayat Ahmad bahwa bau bangkai orang yang menggunjing akan tercium. Itu adalah peringatan langsung dari Allah SWT untuk melarang perbuatan ghibah, di samping itu kelak di akhirat nanti orang yang suka menggunjingkan orang lain akan Allah hukum dengan memakan bangkai orang yang digunjingkan. Naudzubillah, betapa bahayanya ghibah. Padahal ini adalah perbuatan yang mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak tenaga namun dampaknya sungguh sangat mengerikan.
Hadits riwayat Muslim juga menjelaskan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda: “Tahukah kamu apa itu ghibah? Mereka (para sahabat menjawab), Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Kemudian beliau Saw bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.”
Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata ada pada saudaraku?” Beliau Saw menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim).
"Astagfirullah, apa yang kita lakukan tadi? Aku tidak mau memakan bangkai Sari. Pasti baunya sangat busuk dan menjijikkan." Asri adalah orang pertama yang bereaksi.
__ADS_1
Pasalnya dia tidak menyukai Sari tapi bukan berarti dia membencinya. Dia hanya tidak menyukai semua kelakuannya yang melewati batas.
Akan tetapi setelah diingatkan melalui firman Allah, timbul rasa takut yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Menghadapi teguran Allah di dunia saja rasanya sangat menakutkan apalagi di akhirat kelak yang dimana puncaknya Allah akan menjadi Dzat yang Maha Kejam.
Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa dan Pengasih, kasih sayang yang Allah miliki kepada hamba-hamba-Nya melampaui kasih sayang siapapun di dunia ini. Hanya saja Allah juga akan menjadi sangat kejam di akhirat kelak dalam memberikan hukuman. Dia pengasih memperingatkan hamba-hamba-Nya agar selalu bertakwa karena hukuman-Nya sungguh tidak main-main.
Setelah pembicaraan ini mereka menjadi terdiam. Mereka semua merenungkan perbuatan lancang mereka tadi. Di dalam hati mereka berjanji untuk memperbaiki diri sendiri dan secara perlahan-lahan tidak terlalu memikirkan kehidupan orang lain walaupun sejatinya mungkin ini sulit.
Lalu kehidupan mereka semua di dalam pondok pesantren berjalan dengan damai dan menyenangkan. Mereka melewati masa-masa menyenangkan dan sulit bersama-sama. Pergi memanen sayuran bersama-sama dan menanam sayuran bersama-sama pula.
Mereka semua menikmati masa-masa itu dengan keluhan, harapan, tawa, dan tangisan sampai akhirnya 9 bulan kemudian hari itu benar-benar datang.
"Assalamualaikum?" Suara lembut itu menarik perhatian mereka semua.
"Waalaikumussalam, Kak Almaira?" Beberapa orang pernah bertemu bahkan berbicara dengannya jadi mereka sangat antusias melihat kedatangan Almaira ke kamar mereka.
Almaira adalah putri satu-satunya Pak Kyai. Dia terkenal berparas cantik dan cerdas. Sejak usia 9 tahun sudah banyak pelamar yang ingin menjadikan Almaira menjadi menantu mereka. Tapi semuanya ditolak dengan tegas oleh Pak Kyai karena masih belum cukup usia. Tidak sampai dua tahun belakangan ini muncul sebuah rumor bila Ustad Vano telah resmi melamar Almaira. Rumor ini beredar luas tanpa bisa dicegah dan bahkan tidak ada konfirmasi dari pihak Ustad Vano maupun dari Almaira sendiri mengenai kebenarannya.
__ADS_1
Jadi, karena tidak ada konfirmasi apapun orang-orang pondok secara alami membenarkan rumor tersebut meskipun ada banyak hati yang terluka.
Maka ini adalah salah satu alasan mengapa Ustad Vano tidak pernah mendapatkan proposal dari santri wanita selama dua tahun ini.
"Almaira?" Ai berdiri kaku di tempat, dia memandangi wajah ayu nan cantik paras Almaira yang sering disebut-sebut teman kamarnya.
"Apa aku bisa bertemu dengan gadis yang bernama Aishi Humaira?" Begitu suara lembut ini jatuh mereka semua sontak melihat ke arah Ai yang masih berdiri tidak bergerak.
Almaira mengikuti petunjuk mata semua orang melihat gadis kurus pemalu yang kini berdiri kaku menatapnya.
"Aishi Humaira, bisa bicara sebentar?"
Bersambung..
Inshaa Allah sore🍁
Seriusan, kali ini pasti up kok😂
__ADS_1
PS!
Siapapun yang sedang bersabar melewati sakitnya ujian dan cobaan, percayalah, akan ada hari dimana Allah membalasnya dengan sebuah kabar gembira hingga kita lupa betapa pedihnya rasa sakit. Untuk hari itu teruslah bersabar seraya melibatkan Allah di dalamnya.