Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Ungkapan Cinta ala Satrio


__ADS_3

Lalu waktu berganti malam, sekarang sudah pukul 19.30 , waktunya aku menepati janji pada pengunjung Kafe dan waktu nya sandiwara dimulai, cuma si Pak Playboy belum kelihatan, mungkin dia lagi cari bunga di kebun, wkwk.


Aku sih yakin dia pasti menjalankan rencananya dengan baik.


Lalu Pak Nathan menghampiri ku.


"Nad, kamu jadi nyanyi lagi?, emang gak capek." tanyanya


"Iyaa jadi Pak, ya capek sih capek, tapi saya seneng banget koq kalau disuruh nyanyi." ucapku tersenyum


"Ok baiklah, memang kamu mau pakai gitar atau piano?." ucapnya


"Wah ada piano Pak, saya mau dong Pak pakai piano, dulu waktu kecil saya suka banget main piano?" ucapku antusias


"Luar biasa kamu Nad, banyak bakat terpendam, yasudah nanti saya minta tolong Pak Satpam untuk mengambilkannya, ada diruang saya." ucap Pak Nathan


"Makasih Pak." ucapku senang


Lalu pianonya sudah dibawa oleh Pak Satpam dan Mas Adam ke tempat ku bernyanyi.


Aku pun berdiri dulu memberi sambutan kepada penonton.


"Terimakasih semuanya untuk antusias nya menunggu saya bernyanyi, saya akan menyanyikan lagu Banda Neira yang berjudul Sampai Jadi Debu. ucapku lalu duduk dan mulai memainkan piano


Pengunjung bertepuk tangan.


Lalu aku masih memainkan piano selama 02.45 detik untuk intro.


Tiba di lirik lagu aku bermain piano sambil bernyanyi.


Badai Tuan telah berlalu


Salahkah 'ku menuntut mesra?


Tiap pagi menjelang


Kau di sampingku


'Ku aman ada bersamamu


Selamanya


Sampai kita tua


Sampai jadi debu

__ADS_1


'Ku di liang yang satu


'Ku di sebelahmu


Badai Puan telah berlalu


Salahkah 'ku menuntut mesra?


Tiap taufan menyerang


Kau di sampingku


Kau aman ada bersamaku


Selamanya


Sampai kita tua


Sampai jadi debu


'Ku di liang yang satu


'Ku di sebelahmu


Selama 06 menit 49 detik aku menghibur pengunjung.


"Nyanyi ...nyanyi lagi Mbak." teriak beberapa pengunjung


Tiba-tiba hal menegangkan terjadi, ada 2 polisi masuk ke dalam Kafe dan menghampiri ku.


"Apa betul anda saudari Nadia Maharani?." ucapnya


Lalu karena Pak Nathan khawatir dia menghampiri ku juga.


"I..iya Pak saya Nadia Maharani, ada apa yaa?" tanyaku bingung


"Anda saya tangkap." ucap Pak Polisi


"Lho, lho tunggu dulu, Bapak-bapak jangan main tangkap karyawan saya, memang Nadia salah apa Pak?" ucap Pak Nathan


"Maaf Pak Nathan, Mbak Nadia telah bersalah, beliau telah ketahuan mencuri". ucap Pak Polisi


"Maaf Pak, tapi saya berani sumpah, saya tidak melakukan pencurian, Bapak bisa geledah saya." ucapku tegas


"Maaf Mbak Nadia, anda telah ketahuan mencuri hati Bapak Satrio." ucap mereka tertawa

__ADS_1


Tiba-tiba Pak Satrio datang membawa bunga dan ruangan penuh dengan balon yang dibawa oleh karyawan kecuali trio kwek-kwek gak kelihatan sama Ka Sri.


"Hehe Nadia, Nadia, jangan panik gitu dong, aku cuma ngeprank kamu." ucapnya


Aku hanya bisa diam dan kesal melihat tingkah nya yang berlebihan, padahal di perjanjian nggak gitu, tapi yasudahlah demi uang 50 juta, aku ikutin aja kemauannya.


Waktunya sandiwara.


"Ih kamu ngagetin aku aja, pantes aku curiga nggak ada temen-temen ku disini, rupanya kamu kerjasama dengan mereka." ucapku pura-pura


"Iya Nad, maaf tadi kami ngumpet, kami cuma mau nolong Pak Satrio aja koq, ini hal penting Nad, kamu bakal seneng." ucap Siska


"Hei Sat, maksud lu apa sih, koq bawa-bawa Polisi segala, tuh bunga sama balon buat apa?." tanya Pak Nathan kesal


"Hehe sabar bro, lu tunggu disitu, lu bakal jadi orang penting yang menyaksikan sesuatu hal berharga dalam hidup gue." ucap Pak Satrio


Dan suasana hening, seluruh pengunjung seperti bingung dan hanya diam melihat kami semua didepan.


Lalu tiba-tiba Pak Satrio melangkah ke aku dan berjongkok dihadapan aku, seandainya itu Pak Nathan.


Lalu dia berkata "Nadia Maharani, perempuan bawel dan apa adanya, dari awal aku bertemu denganmu, aku sudah jatuh hati padamu, aku selalu kagum dengan segala keberanian dan segala tingkahmu yang apa adanya, untuk itu aku Satrio Wibowo Utomo dengan ini bersungguh-sungguh ingin memintamu menjadi kekasihku, menjadi orang yang selalu aku jaga dan aku cintai sepenuh hati, aku tahu meski aku bukan laki-laki baik tapi aku tulus menyayangi mu, aku akan berusaha berubah demimu, asalkan kamu mau menerima ku, Nadia maukah kamu jadi Kekasihku?." tanyanya dengan sedikit sendu


Lalu semua pengunjung bertepuk tangan meriah dan tentu memintaku untuk menerima nya, begitu pun teman-teman ku, karena mereka tidak tahu ini sandiwara, mereka pun antusias memintaku untuk menerima, namun tidak dengan Pak Nathan kulihat wajahnya berubah jadi sedih , mungkin itu perasaan ku saja dilain tempat, ku lihat trio kwek-kwek sedang memotret kejadian ini, aku tahu pasti itu akan jadi laporan untuk nyonya nya. Lalu tanpa buang waktu aku mendekat ke Pak Satrio, padahal kepaksa.


"Pak Satrio, bangunlah, saya nggak pantas buat Bapak, Bapak terlalu baik dan sempurna, berbeda dengan saya yang terlalu biasa dan tidak menarik, Bapak lebih baik berpikir dahulu." ucapku membuat orang-orang yakin


"Nggak Nad, cinta tidak memandang apapun, karena cinta adalah kecocokan hati dan hatiku sudah merasa cocok denganmu, kamu baik dan cantik, aku bisa merasakannya,bukan dari tampilan tapi dari sikapmu, aku benar-benar yakin, jadi terimalah aku." ucapnya


"Iya Sat, aku Nadia Maharani menerima kamu menjadi kekasihku, aku juga mencintaimu sejak pertama kita bertemu, sejak kita bertengkar, aku selalu tak bisa lupa denganmu, kamu adalah orang yang paling menerima aku, aku bersedia sangat bersedia."ucapku , males sebenarnya


Lalu pengunjung bertepuk tangan meriah.


Pak Satrio bangun dan mencium tanganku lalu dia memelukku dengan erat dan mengucapkan "Makasih yaa Nadia, aku sayang kamu." ucapnya


Lalu aku lepaskan pelukan nya, karena sebenarnya aku kesal, sempat-sempatnya modus begitu, huh.


Lalu dia memberikan aku bunga mawar, namun tidak hanya mawar putih namun semua warna.


Lalu aku menerima nya dan bilang "Iya sama-sama Satrio ku, I love you." ucapku eneg


Dan Pak Nathan masih bersedekap bingung lalu dia menghampiri kita dan mengucapkan "Selamat ya Nadia dan Satrio , bro awas lu yaa bikin karyawan gue patah hati, nanti gue gak segan-segan kasih pelajaran, nggak nyangka gue , bener-bener deh kalian." ucap Pak Nathan lalu memeluk Pak Satrio


Begitu pun karyawan yang lain juga mengucapkan selamat kepadaku dan Pak Satrio, bahkan mereka meminta foto yang katanya akan di update disosial media, duh lebay banget, udah kayak nikahan aja, sabar Nad, demi keluarga.


Dan akhirnya kami berfoto lalu makan bersama, Kafe pun tetap buka dan semua pengunjung hari ini makan dan minumnya dibayar Pak Satrio, benar-benar niat tuh orang.

__ADS_1


*Ayo dong Like dan komentar, biar aku makin semangat nulis, terus menurut kalian Satrio beneran suka nggak nih sama Nadia ?


__ADS_2