
Setelah kejadian itu terjadi Satrio menjadi pendiam, namun karena dia sangat tanggung jawab terhadap pekerjaan nya, dia langsung berangkat ke kantor untuk melaksanakan tanggung jawab nya sekaligus untuk mengalihkan pikiran nya, bahkan dia sering pulang larut malam ketika aku sudah tidur. Begitu pun aku, aku kembali kerja di Kafe, karena kalau libur terlalu lama aku khawatir dipecat Pak Nathan, namun untuk sementara waktu aku masih tinggal dirumah Satrio, untuk membantu ART baru dalam memahami pekerjaan. Sementara Om Heru diam-diam menyelidiki kasus kematian Bi Nini. Yang tak kunjung mendapat titik terang.
3 hari kemudian....
"Nad, hari ini aku aja yang antar dan jemput kamu yaa."ucap Satrio padaku
"Emang kamu nggak sibuk? , bukannya ada meeting penting?."tanyaku sambil menatapnya
"Iyaa ada sih, tapi kasihan kamu, akhir-akhir ini jarang ditemani aku."ucapnya merasa bersalah
"Nggak apa-apa Sat, yang penting kerjaan kamu dulu aja, kalau aku sih gampang, misal Mang Ujang anterin kamu, aku bisa naik kendaraan umum, kamu tahu kan aku nggak bisa bawa mobil."ucapku tertawa
"Jangan, kamu sama Mang Ujang aja, pulang nya aku yang jemput sekalian ajak kamu makan, Ya Tuhan udah jam setengah 7, kalau gitu aku pamit kerja dulu yaa ."ucapnya
"Eh tunggu, ini aku bawain bekal untuk kamu sarapan, nggak baguslah kalau kamu nggak sarapan, nanti nggak konsentrasi kerjanya."ucapku semangat
"Iyaa makasih."ucapnya sambil mengambil bekal dariku.
Lagi-lagi dia terlihat memendam kesedihan, kenapa yaa aku merasakan hal yang sama.
Aku jadi kehilangan keceriaan nya, pokoknya aku harus cari cara agar dia ceria lagi.
Satrio pun berangkat kerja dan aku membantu Bi Nunung dan Bi Wati untuk menjelaskan dan mempraktekkan pekerjaan nya disini. Mereka berdua adalah perempuan berusia sekitar 35 tahunan dan suami mereka juga kerja disini sebagai Satpam, anak-anak mereka juga Satrio suruh tinggal disini, Bi Nunung memiliki anak kelas 6 SD, Bi Wati memiliki anak usia kelas 1 SMP dan 1 lagi usia 5 tahun. Jadi sekarang dirumah ini cukup ramai. Karena mereka tinggal disini.
Sebelum ke Kafe aku janjian dengan Mimin di sebuah taman, aku mau curhat tentang semua yang terjadi , karena aku butuh teman curhat.
Lalu kami bertemu.
"Ya Allah Nad, kangen juga yaa udah beberapa hari nggak ketemu, ih makin cantik kamu."ucapnya sambil cipika cipiki
"Iyaa Min, maaf aku jarang menghubungi kamu, lagi sibuk banget dan ada beberapa masalah."ucapku lemas
"Kayaknya kamu lagi bingung Nad, yuk duduk dulu."ucapnya
Lalu kami duduk.
"Hemm, iyaa nih Min, jadi aku juga bingung mulainya dari mana, soalnya cerita nya panjang banget."ucapku lalu menceritakan segala kejadian dari mulai aku jadian pura-pura sampai kejadian Bi Nini meninggal
__ADS_1
"Innalilahi, Ya Allah Nad, serem banget kejadian yang kamu alami, tapi koq aku baru tahu yaa kalau kamu pacaran pura-pura sama temennya Nathan."ucapnya bingung
"Yah namanya juga aku butuh uang Min buat adik-adik dan Bapak, jadi aku mau aja, cuma yang bikin aku bingung, akhir-akhir ini aku jadi kepikiran terus sama Satrio, semua kebaikannya itu tulus Min, bikin aku yaa nggak bisa jelasin perasaan ini, dan aku lagi bingung Min, gimana yaa bikin Satrio ceria lagi? dia terpukul banget dengan kejadian yang terjadi, secara orang tua nya meninggal juga secara tragis , belum Tantenya ditambah lagi mantan pacarnya yang kabur."ucapku menjelaskan
"Nadia, Nadia, aku rasa kamu udah mulai jatuh cinta beneran sama Satrio, lagian yaa Nad, cinta itu berawal dari kebersamaan dan rasa peduli. Dan aku ngerasa kamu terjebak perasaan itu karena kamu mulai peduli sama dia. Sekarang yaa kamu harus bikin dia senang, ajak dia ketempat yang bikin dia lupa dengan kesedihannya."ucap Mimin
"Tapi aku cinta sama Pak Nathan min."ucapku terus terang
"What ? kamu cinta Nathan, duh jangan deh Nad, aku tahu persis Nathan tuh cinta mati sama Meli, mending kamu lupain aja, buang-buang waktu, aku malah setuju sama Satrio, apalagi kalau denger cerita kamu tentang dia."ucapnya
"Iyaa sih Min, yaa mudah-mudahan perasaan ini bisa hilang ke Pak Nathan karena perasaan ini sudah terlanjur dalam, makasih ya Min udah dengerin cerita aku."ucapku
"Iyaa Nad, intinya kamu jangan sia-siain orang yang tulus ,hanya demi laki-laki yang nggak peka dan nggak cinta sama kamu, Nad aku yakin Satrio ada rasa sama kamu, mana mungkin dia mau segitunya perduli sama kamu dalam banyak hal, termasuk dia mau merubah penampilan kamu demi menyuruh kamu mengejar Nathan, itu teh udah over baik Nad."ucapnya meyakinkan
"Ya aku sih belum yakin banget sama ini semua, apalagi aku ngerasa Satrio masih sayang sama Salsa , mantannya itu. Dikamarnya masih ada beberapa foto kebersamaan mereka."ucapku
"Tuh kan kamu cemburu, aku yakin kamu teh mulai ada hati sama dia, yaudah kejar aja, mumpung si Salsa udah ngilang, kamu mah jangan gengsian mulu."ucap Mimin tertawa
"Ah nggak tahu deh Min, pusing aku, yaudah aku mau kerja nih, makasih udah mau dengerin aku."ucapku
"Iyaa Nadia sayang, salam yaa buat Mas Satrio nya, cepetan kenalin ke aku, siapa tahu dia jodoh kamu."ledek Mimin
Di Kafe...
"Pagi Nadia cantik."ucap cowok-cowok itu
Aku hanya tersenyum.
"Nad, hebat euy, beberapa hari ini kamu jadi pusat perhatian terus, habis kamu selalu tampil mempesona."ucap Siska
"Ah kamu bisa aja, aku masih Nadia yang dulu koq, malah aku pengen ngerubah penampilan aku kayak dulu aja."ucapku sambil menaruh tas diloker
"Aduh jangan deh, kamu kayak gini aja please, lagian masa pacar seorang Satrio Wibowo Utomo dandanannya kayak dulu, kayak beti lapea tahu."ucapnya tertawa
"Kamu ya, jadi malu sama aku yang dulu?."tanyaku kesal
"Ya bukan begitu, tapi aku lebih bangga sama kamu yang sekarang."ucapnya
__ADS_1
"Ih sama aja intinya, oh yaa Boss udah datang?."tanyaku
"Udah ada diatas, kenapa? ada perlu yaa?."tanyanya
"Iya aku mau izin ke Bogor besok, mau jenguk orang tua aku, sebenarnya besok jadwal libur aku bulan ini, cuma aku minta libur 1 hari lagi, jadi 2 hari."ucapku
"Ih enak yaa pacarnya sultan mah bebas, izin melulu ih"ucapnya meledek
"Ya nggak gitu juga Sis, ini karena orang tua ku yang minta, yaudah aku ke atas dulu."ucapku
"Iyaa sana."ucap Mimin
Lalu aku menemui Pak Nathan.
Tok .... Tok...
"Iya masuk."ucapnya
Lalu aku masuk dan disuruh duduk.
" Iya ada apa Nad?."tanyanya
"Gini Pak, saya izin libur kerja Pak, saya mau ke Bogor mengunjungi orang tua saya, saya udah janji."ucapku ragu
"Oh bukannya besok jatah libur kamu?". tanyanya
"Iyaa memang Pak, boleh gak minta 1 hari libur lagi pak?."tanyaku malu
"Oh boleh lah, masa nggak boleh, kamu pergi sama Satrio?."tanyanya
"Iya Pak saya mau ajak dia?."ucapku
"Oh bagus deh kalau gitu, saya nanti boleh yaa ikut? cuma saya sepertinya menyusul setelah mengecek Kafe dulu."tanyanya
"Boleh Pak, silakan aja kalau mau ikut."ucapku senang, karena Boss mau ikut
"Ok makasih yaa Nad, saya memang butuh refreshing akhir-akhir ini dan Bogor pasti cukup seru."ucapnya
__ADS_1
"Iya Pak, saya yang makasih udah sering izin sama Bapak, saya permisi yaa Pak, mau melanjutkan kerja."ucapku
Lalu aku meninggalkan ruangan Pak Nathan.