Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Membawa Satrio ke Rumah Sakit


__ADS_3

Baru aku kabur beberapa langkah, tanganku ditarik oleh penjahat tadi yang kuinjak kakinya, dia sekarang mengeluarkan pisau dan mengancam akan membunuhku jika aku teriak atau kabur.


Satrio pun menendang penjahat yang tadi telah melukai tangannya, hingga dia jatuh.


Satrio mendekati aku dan penjahat yang sedang memegang tangan ku.


"Ku mohon lepaskan perempuan itu, jika kalian memang punya masalah denganku selesaikan saja denganku, jangan bawa-bawa dia."ucap Satrio sambil menahan sakif


Akhirnya Satrio mendekat, pisau yang tadi digunakan untuk mengancam ku ditendang oleh Satrio, Satrio pun berkelahi lagi, aku mengambil kayu yang tadi dibawa oleh penjahat-penjahat itu, lalu aku pukul penjahat yang sedang berantem dengan Satrio, dia pun terjatuh, namun diluar dugaan penjahat satunya bangun lagi dan sekarang dibelakang Satrio.


"Satrio aawaaas dibelakang mu."ucapku teriak


Lalu pisau itu diarahkan ke perut Satrio dan Satrio jatuh ke tanah. Penjahat-penjahat tadi kabur membawa motor.


Aku menghampiri Satrio "Sat, tunggu dulu disini , biar aku telpon Pak Nathan." ucapku panik


Aku mau mencari bantuan, tapi tempat ini memang sepi, tidak ada satupun yang lewat.


Lalu aku ke mobil mengambil tasku dan menelpon Pak Nathan.


Langsung diangkat.


Aku : Hallo Pak , cepat kesini (ucapku panik)


Pak Nathan: Iyaa Nad, kamu kenapa? coba pelan-pelan bicara nya, kamu dimana?


Aku : Pak, saya digang yang tidak jauh dari rumah Bapak, Pak Satrio ditusuk orang Pak, keadaan nya darurat. Cepat Pak kesini !


Pak Nathan : Ya Tuhan , iyaa kalian tunggu disitu, kamu jangan pegang pisaunya, saya akan kesana dan memanggil ambulance.


Lalu telpon aku tutup, aku menghampiri Satrio lagi yang tangan dan perutnya sudah berlumuran darah. Aku takut nyawanya tidak tertolong.


Aku genggam tangannya dan menguatkannya.


"Sat, tolong bertahan yaa , sedikit lagi akan ada bantuan, kamu nggak boleh mati, nanti aku gak punya temen berantem."ucapku sedih namun aku pura-pura tertawa


10 menit kemudian Pak Nathan datang dan Ambulance pun juga datang.

__ADS_1


"Nad, ayo kita ikut kerumah sakit, biar Satrio dibawa tenaga medis."ucap Pak Nathan


Lalu kamipun berangkat kerumah sakit yang tidak terlalu jauh dari rumah Pak Nathan.


Rumah sakit , yaitu Rumah Sakit Rajawali.


Lalu Satrio dibawa ke ruang IGD dan pisaunya masih menancap, karena katanya kita tidak boleh melepaskan pisaunya, khawatir darah nya keluar makin banyak. Jadi biar tenaga medis yang menangani.


Aku panik hanya bisa berdiri bolak balik diluar pintu, jujur ini pertama kalinya aku mengalami peristiwa menakutkan, masalah nya ini sudah menyangkut nyawa.


Pak Nathan menghampiri ku dan berkata "Nad, sudah gak apa-apa, kamu tenang dulu, sekarang ayo duduk, sebentar saya ambilkan minum dulu."ucapnya mengantarkan aku duduk lalu dia pergi mencari minum


5 menit berlalu Pak Nathan datang membawa air mineral. Dan membukakan nya untuk ku.


"Nih Nad, silakan minum."ucapnya


Lalu aku minum dan masih terdiam. Memikirkan keadaan Satrio dan siapa orang tadi.


"Nad, hei jangan melamun, udah tenang yaa, kejadiannya tadi memang seperti apa?."tanyanya pelan


"Iyaa Pak maaf, saya hanya berpikir, siapa orang-orang tadi dan apa motifnya, mereka tiba-tiba datang menghadang mobil Satrio, lalu kami keluar dari mobil, Satrio berkelahi, namun akhirnya Satrio tertusuk di tangan kanan dan perut sisi kanannya ketika ingin melindungi saya."jawabku random


"Saya takut Pak, takut Satrio nggak selamat."ucapku lirih


"Udah kamu jangan berpikiran macam-macam, Satrio pasti selamat, kita doakan saja."ucap Pak Nathan meyakinkan


Lalu tiba-tiba dokter datang menghampiri kita.


"Mana keluarga Pasien penusukan?."tanyanya


Lalu kami menghampiri, "Kami teman-teman nya Satrio Dok, kebetulan keluarga nya sudah meninggal dan pamannya sedang menuju kesini."ucap Pak Nathan


"Begini Pak, korban butuh darah golongan A, tolong carikan segera, disini tidak ada persediaan, carikan segera , kalau tidak nyawanya terancam." ucap Dokter


"Sa...saya Dok yang golongan darah nya A, saya bersedia mendonorkan darah"ucapku


"Oh baik Mbak, silakan ikut suster untuk pengecekan dan pengambilan darah."ucap Dokter

__ADS_1


"Sus, tolong ajak Mbak ini keruang pendonoran darah." ucap Dokter


"Iya baik Dok, ayo Mbak ikut saya."ucap suster yang tadi lewat


"Pak Nathan, saya permisi dulu yaa."ucapku ke Pak Nathan


"Iyaa silakan Nad, tapi jaga kondisi kamu."ucap Pak Nathan


Lalu aku mengisi formulir pendonoran darah dengan segala syaratnya dan pemeriksaan terkait banyak hal seperti Hb, berat badan dan golongan darah.


Proses tidak terlalu lama, untung saja Tuhan memberikan ku tubuh yang tidak pernah capek, sehingga dalam keadaan yang buruk dari pagi hingga malam ini , aku masih merasa sehat-sehat saja.


Lalu dokter langsung menangani Satrio dengan baik, aku nggak tahu apa yang terjadi selanjutnya, karena aku merasa ngantuk, lelah serta pusing, aku pun izin kepada suster untuk tidur di kursi, karena suster berbaik hati, aku boleh tidur ditempat mendonorkan darah. Aku tertidur sangat pulas bahkan aku belum menemui Pak Nathan lagi.


Tiba-tiba sudah pagi...


Aku langsung keluar dan mencari Pak Nathan. Ternyata dia sedang bersama seorang laki-laki separuh baya, aku pun menghampiri mereka.


"Selamat pagi Pak."ucapku sambil membungkukkan badan


"Eh Nad ,kenalin ini Om nya Satrio, Om Heru namanya."ucap Pak Nathan


"Hallo Om, perkenalkan saya Nadia."ucapku sambil mencium tangannya


"Iyaa Nadia, Om sudah tahu kalau kamu pacarnya Satrio kan, tadi Nathan cerita ke Om kejadiannya dan cerita kalau kamu sudah mendonorkan darah, makasih yaa Nad."ucap Om Heru


"Iyaa sama-sama Om, saya yang harusnya minta maaf, karena saya Satrio jadi terluka."ucapku merasa bersalah


"Oh yaa kamu duduk dulu Nad, kamu kan baru transfusi darah."ucap Om Heru


Lalu aku duduk diantara Om Heru dan Pak Nathan.


Tiba-tiba Handphone Pak Nathan bergetar dan dia langsung keluar untuk menjawab panggilan.


"Hallo, iyaa sayang."ucap Pak Nathan pelan


Dan aku yakin itu pasti Bu Melisa.

__ADS_1


Lalu aku melanjutkan obrolan dengan Om Heru.


"Nadia , untung Satrio sekarang sudah punya pacar seperti kamu, kamu orangnya tulus dan perhatian, dari dulu Om selalu lihat Satrio dikelilingi banyak perempuan cantik dan seksi, tapi tidak ada satupun yang benar-benar mencintainya, karena semua hanya mencari hartanya, ya Om berharap kamu itu tulus yaa Nad."ucap Om Heru


__ADS_2