Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Bubur Ayam Cinta ala Nadia


__ADS_3

Bi Asih pun meninggalkan dapur dan mengambil ember yang berisi pakaian Pak Nathan, lalu Bi Asih menjemur pakaian dihalaman rumah. Pak Nathan tidak terbiasa menggunakan jasa laundry, kecuali beberapa pakaian untuk acara besar. Mau tidak mau menggunakan jasa Laundry.


Ok waktu nya Nadia beraksi membuat bubur, kalian boleh ikut mencatat bahan dan cara nya.


Bahan Dasar Bubur:


- 200 gr beras (untuk 4 porsi)


- 2.000 ml air kaldu dari rebusan tulang ayam


- 1 sdt garam


- 1 lembar daun salam


Bahan-Bahan Kuah:


- 2 buah (320 gr) paha ayam, memarkan tulangnya


- 2 cm jahe, memarkan


- 1/2 sdm garam


- 1 blok kaldu ayam


- 1.000 ml air


- 2 sdm minyak untuk menumis


Bahan-Bahan Bumbu Halus:


- 6 butir bawang merah


- 3 siung bawang putih


- 1/4 sdt pala bubuk


- 1/2 sdt merica bubuk


- 2 butir kemiri, disangrai


- 1 cm kunyit bakar


- 1/2 sdt ketumbar


Bahan Pelengkap:


- 2 sdm kecap manis

__ADS_1


- 75 gr kedelai goreng


- 1 buah cakwe, potong dadu


- 1 tangkai seledri, iris halus


- 2 sdm bawang goreng


- 50 gr kerupuk kanji


Cara membuat bubur ayam Jakarta:


- Cuci bersih beras, lalu rebus. Campurkan dengan kaldu ayam, garam, dan daun salam. Masak dengan api sedang dan aduk terus selama proses perebusan hingga beras menjadi empuk dan kental. Setelah matang, sisihkan.


- Untuk membuat kuah, pertama-tama, haluskan bumbu halus. Kemudian, panaskan sedikit minyak untuk menumis, lalu masukkan bumbu halus serta jahe yang telah dimemarkan. Tumis hingga beraroma harum.


- Setelah itu, masukkan daging paha ayam, aduk hingga daging ayam berubah warna kecokelatan. Lalu tambahkan air, garam, serta kaldu ayam blok.


- Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga mendidih dan berkaldu. Setelah itu matikan api.


- Selanjutnya, angkat ayam dari dalam kuah. Goreng ayam dalam minyak panas hingga matang. Ayam yang sudah digoreng lalu disuwir–suwir kecil.


- Tuang bubur dalam mangkuk, taburi dengan suwiran ayam. Taburi juga dengan kedelai goreng, selederi, bawang goreng, serta kecap manis.


- Lalu siram dengan kuah bubur ayam dan tambahkan potongan cakwe serta kerupuk.


Lalu Pak Nathan tiba-tiba datang ke dapur, karena penasaran dengan aroma bubur yang sangat menggiurkan.


" Bi Asih bikin apa sih? , koq wanginya enak banget." teriak Nathan masuk ke dapur


"Eh Pak Nathan maaf, jadi membuat hidung Bapak tidak nyaman, ini saya Nadia Pak, Bi Asih sedang menjemur pakaian." ucapku sopan


"Oh kamu Nadia, pantas dapur saya jadi berorama yang belum pernah saya cium, kamu masak apa?." tanya Pak Nathan menghampiriku


"Ini Pak saya membuat bubur ayam untuk Pak Nathan."ucapku sambil menyiapkan jahe dan susu


"Wah keren kamu Nad, ternyata jago masak juga, ngomong-ngomong kamu bikinin yang lain juga kan? itu kamu bikin apalagi pakai jahe?." tanyanya penasaran


"Iyaa Pak , saya bikin 4 porsi koq, buat Bapak, Bi Asih, Mang Asep dan saya, kalau ini saya lagi bikin susu jahe Pak, tapi saya nggak tahu Bapak suka apa nggak?." ucapku pelan , rasanya aku deg-degan bicara dengannya


"Nadia , Nadia kamu bicara sama saya formal banget, sudah kayak acara MasterChef itu, seolah saya kayak Chef Juna aja, tenang aja saya nggak pilih-pilih makanan koq, cuma 1 yang saya gak bisa makan, hanya udang saja, saya alergi dari kecil. Yasudah kamu lanjutkan masaknya, nanti kalau sudah jadi bawakan ke halaman depan saja, didekat taman rumah, saya mau makan di ayunan." ucap Pak Nathan


"Iya siap Pak, nanti sebentar lagi jadi koq." ucapku


"Iyaa makasih yaa, kamu jadi repot, harus nya kamu nggak usah capek-capek, kan nanti beberapa jam lagi kamu harus kerja di Kafe, itukan capenya luar biasa, jadi jaga kesehatan." ucapnya


"Iya pak sama-sama, saya nggak pernah merasa capek koq, apalagi kalau melayani Pak Nathan, kan sudah kewajiban saya untuk membalas jaga Bapak." ucapku tersenyum

__ADS_1


"Haha, kamu ini, saya gak memikirkan tentang balas budi, yang penting kamu kerja yang benar dan gak buat ulah aja, yasudah saya kedepan dulu." ucapnya


"Iyaa silakan Pak." ucapku


Sebenarnya kalau dirumah Pak Nathan selalu nyuruh aku manggil nama, tapi tetap aja aku nggak bisa dan gak terbiasa, bagaimana pun dia tetap boss aku.


Baiklah sekarang waktu nya bikin susu Jahe gula Merah.


Cara membuat nya :


Kupas jahe, cuci bersih, lalu iris. Sisir halus gula merah dan siapkan susu kental manis


Rebus air bersama gula merah, lalu masukkan jahe dan serai


Masak sekitar 10 menit atau hingga mendidih sampai air berkurang setengahnya


Saring air jahe, lalu masukkan susu kental manis. Tuang ke dalam gelas saji.


Selesai juga akhirnya 2 hidangan sarapan, tapi aku juga harus menyiapkan air putih, takut nya Pak Nathan tidak suka susu jahe. Oh yaa aku juga akan membawa buah Apel dan Pir kesukaan Pak Nathan.


Aku pun sudah menyiapkan bubur ayam, susu jahe, air putih dan buah-buahan di nampan. Bi Asih pun sudah selesai menjemur dan membantu aku membawa keluar.


"Duh mantep banget Neng Nadia, wanginya harum semua, sini Bibi bantu bawakan, oh yaa cucian perabotan biar Bibi saja yang nyuci , Neng kan mau berangkat kerja kan sebentar lagi". ucap Bi Asih


"Iyaa makasih yaa Bi , mudah-mudahan rasanya enak yaa Bi, aku aja bi yang bereskan setelah sarapan, kan berangkat kerja masih 1 jam setengah lagi. Bibi pokoknya jangan khawatir." ucapku


"Iya neng, Bibi yakin ini mah enak, yaudah yuk kita keluar." ucap Bibi


Lalu kami menyediakan sarapan Pak Nathan dibawah tikar di taman rumahnya, memang permintaan yang aneh, tapi mungkin dia pingin piknik kali.


"Pak Nathan silakan dimakan, mudah-mudahan suka, kalau gitu kami permisi." ucapku


"Hei mau kemana, kalian makan bareng sama saya, sekalian panggil mang Asep kesini, yaa anggap saja kita piknik, agar rasa kekeluargaan kita makin erat." ucapnya tersenyum menambah tingkat ketampanan nya


Lalu Bi Asih memanggil Mang Asep, aku pun duduk berhadapan dengan Pak Nathan.


"Saya coba yaa Nad buburnya kamu."ucap Pak Nathan sambil memegang mangkuk bubur


"I..iya silakan Pak." ucapku tegang


"Tuh kan kamu kenapa seperti ketakutan pada saya, santai aja, saya sudah menganggap kamu adik saya." ucap Nathan tertawa


Lalu Bi Asih dan Mang Asep sudah sampai dan duduk dekat aku.


Pak Nathan pun memasukkan suapan pertama ke mulutnya.


Dan

__ADS_1


....


__ADS_2