Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 12.1)


__ADS_3

...وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ...


..."Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."  ...


...(QS.Ali Imran: 139)...


...🍃🍃🍃...


"Mashaa Allah, Ai. Suara imam malam ini merdu banget, kan? Eh, surat yang ia baca juga romantis. Ga, kira-kira kamu tahu gak imam sholat tadi baca surat apa?"


Mereka sudah ada di dalam asrama dan baru saja kembali dari masjid setelah melaksanakan sholat subuh. Mereka awalnya khawatir dicari oleh petugas kedisiplinan tapi untungnya teman-teman kamar mereka mau menolong dan menyembunyikan mereka dari pengawas. Sedangkan Sari yang mereka takutkan membocorkan keberadaan mereka bertiga ternyata tidak mengatakan apa-apa. Sari langsung tidur dan tidak mau terus terlibat dengan orang-orang di dalam kamar ini karena ia sendiripun sudah diasingkan oleh mereka semua.


Dengan kata lain, Sari tidak punya teman di sini. Tidak ada yang mau berteman dengannya sejak kejadian 9 bulan yang lalu itu. Takutnya, Sari akan membalas kebaikan mereka dengan air tuba seperti yang ia lakukan kepada Ai. Alhasil, dia sendirian dan kesepian di kamar. Dia tidak punya teman dan tidak bisa menjalin pertemanan. Daripada berteman dengan anak-anak di kamar, Sari lebih cenderung dekat dengan para senior beberapa waktu ini.


Yah, pada awalnya itu terjadi karena Umi mengutus Tiara untuk mengawasi semua aktivitas Sari selama tinggal di pondok. Akan tetapi lama-kelamaan hubungan mereka menjadi lebih dekat dari seorang pengawas dan orang yang diawasi. Tidak bisa dibohongi jika banyak orang yang menilai bila hubungan mereka menjadi lebih akrab, seringkali menghabiskan waktu luang bersama selayaknya teman yang sudah lama bersama.

__ADS_1


Anak-anak di kamar tidak ada yang membuat komentar. Mereka justru lega melihat Sari perlahan mulai berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Setidaknya, hidup Sari tidak akan kehilangan arah lagi seperti sebelumnya.


"Ekhem, tadi kalau gak salah imam sholat kita membaca surat Ta-Ha dan ketika masuk ayat ke 41, imam sholat kita mengulanginya berkali-kali. Kalau tidak salah dia mengulanginya sebanyak 3 kali, mashaa Allah. Aku teh yakin ayat ini sengaja ia baca dan ulangi berkali-kali untuk mengingatkan seseorang bahwa 'aku telah memilihmu untuk diriku sendiri'. Mashaa Allah, imam sholat kita sepertinya tipe orang yang romantis!" Mega berbicara santai seolah-olah ini adalah pembicaraan ringan padahal dari nadanya saja Ai tahu bila Mega maupun Asri sedang menggodanya.


"Lalu Ai, apakah kamu tahu siapa orang yang menjadi imam sholat kita tadi?" Asri kini mengalihkan pembicaraan kepada Ai, gadis lembut yang sedari tadi tidak bisa menahan senyum di wajahnya yang sudah mulai memerah.


"Jangan menggodaku." Ai memalingkan wajahnya tidak mau melihat mereka.


Dia berpura-pura sibuk, melipat mukenanya dengan rapi sebelum memasukkannya ke dalam lemari.


Tangan Ai yang akan menutup pintu lemari membeku. Dia baru sadar jika mukena yang ia pakai tadi sudah terlipat rapi di dalam lemari.


Ai malu, dia menjadi salah tingkah.


"Aku..lupa." Dia membuka pintu lemarinya kembali, mengeluarkan mukena yang sempat ia lipat tadi.

__ADS_1


Mega dan Asri sontak saling pandang, beberapa detik kemudian terdengar suara tawa dari belakang Ai. Siapa lagi pelakunya selain Asri dan Mega. Mereka menertawakan tingkah lucu Ai ketika sedang salah tingkah.


"Cie, lagi mikirin di kulkas-eh, si dia, yah?" Asri meledek.


Ai tidak mau menggubris ledekan Asri. Dia masih mempertahankan kepura-puraan nya berpura-pura fokus membersihkan ranjang tidurnya.


"Ah Ai, gak asik." Asri cemberut karena tidak digubris.


"Jangan menggodaku lagi, daripada menggodaku terus lebih kalian segera bersih-bersih biar nanti kita bisa pergi ke perpustakaan."


"Oh iya, aku harus ke perpustakaan!" Asri buru-buru membereskan barang-barangnya yang berantakan di atas ranjang.


"Ini kan hari minggu, waktu libur untuk kita semua yang berharga masa mau pergi ke perpustakaan lagi? Otak gak harus melulu tentang belajar'kan?"


Dalam 1 minggu mereka dituntut untuk meluangkan waktu dalam menuntut ilmu sebanyak 6 hari yaitu dari hari Senin sampai Sabtu, sedangkan hari minggu adalah hari libur untuk mereka. Di hari minggu pondok pesantren mengizinkan santri menghubungi keluarga di rumah dan di hari minggu pula pondok pesantren membebaskan santri melakukan apa-apa asalkan dalam batas wajar.

__ADS_1


Misalnya seperti pergi ke sawah, memanen sayuran, mencuci di sungai yang ada di sawah-ekhem, tempat ini sangat penting untuk beberapa santri yang ingin bertukar surat. Sungai adalah tempat yang sangat diminati oleh banyak santri.


__ADS_2