
Sari sungguh tidak bisa mengatakannya. Dia telah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun mengenai Tiara karena bukti itu ada di tangan Tiara. Akan tetapi jika dia tidak mengatakannya maka Safira pasti akan menyeretnya ke kantor polisi. Lagipula dia seharusnya tidak perlu takut karena Tiara memiliki sebuah bukti yang kuat. Dia tidak asal berbicara dan semua kebusukan keluarga Ai juga bisa dibuka kedoknya di sini.
"Tante, aku tidak asal berbicara dan aku memiliki bukti." Kata Sari mencoba memberanikan diri menatap kedua mata dingin Safira.
Safira tersenyum, ia tahu cepat atau lambat Sari akan membuka mulutnya.
"Oh, lalu dimana buktinya? Bukankah aku sudah memintamu menunjukkannya sedari tadi?"
Sari meremat kuat tangannya menahan gugup.
"Buktinya..." Dia mengedarkan pandangannya mencari-cari keberadaan Tiara.
Sampai akhirnya ia melihat Tiara sedang berdiri tepat di samping Frida dan Almaira. Saat ini mereka bertiga sedang mengawasinya dengan serius tapi ekspresi Tiara tampaknya sedang bermasalah. Dari jauh, Tiara menggelengkan kepalanya meminta Sari agar tidak mengatakannya.
Pasalnya masalah ini sudah melangkah terlalu jauh dan Tiara tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan menantikannya jika masalah ini terbongkar. Apalagi kedua orang tua Ai sudah ikut campur dan bahkan mengancam akan menggunakan polisi untuk menyelesaikan masalah ini.
Mereka mengambil langkah yang salah dan Tiara tidak yakin bisa menghapus jejaknya atau tidak.
__ADS_1
Satu-satunya harapan sekarang adalah Sari bisa memegang janjinya. Menutup mulut serapat mungkin agar keterlibatannya tidak diketahui.
Tapi sayang, Sari telah mengecewakan harapan terakhirnya. Ia dengan percaya diri menunjuk Tiara sebagai orang yang memegang bukti bahwa Ai memang laki-laki dan pernah melakukan operasi transgender sebelumnya.
"Bukti yang Tante inginkan tidak ada padaku tapi ada pada Kak Tiara." Ketika suara ini jatuh semua petugas kedisiplinan asrama putri tidak bisa menahan keterkejutan mereka.
Sontak saja semua pasang mata langsung terarah menatap Tiara yang kini telah pucat pasi wajahnya.
Tiara dengan panik menggelengkan kepalanya, bersikap bingung seolah dia tidak mengerti dengan apa yang Sari maksud.
"Aku? Bagaimana mungkin aku bisa memiliki bukti yang Sari maksud. Lagipula bukti apa yang Sari maksud sebenarnya?" Katanya berdalih dengan sikap kepura-puraan nya yang sangat mendukung.
Ini tentu saja tidak pernah terjadi.
Akan tetapi mereka juga tahu bila Sari dan Tiara cukup dekat. Bahkan mereka berdua sudah seperti teman saja kemana-mana harus pergi berdua.
Oleh karena itu mereka bimbang dan agak ragu mempercayai atau tidak tuduhan Sari.
__ADS_1
"Bukti... bukti laporan kesehatan Aishi. Bukankah kemarin Kakak memperlihatkannya kepadaku?" Sari jelas yang paling shock di sini ketika melihat reaksi penolakan Tiara.
Tiara semakin melancarkan aksinya.
"Laporan kesehatan Aishi yang mana, dek? Kakak gak pernah pegang laporan kesehatan Aishi atau siapapun. Tunggu... emang Aishi punya laporan kesehatan?" Dia bertanya bingung, membuat orang-orang kian bingung dibuatnya.
Sari panik, dia tiba-tiba merasa dikhianati oleh Tiara. Padahal jelas-jelas Tiara hari itu menunjukkannya laporan kesehatan Ai di asrama dan Tiara lah orang yang menjelaskan kepadanya secara rinci jika Ai dulunya adalah seorang laki-laki, tidak hanya itu saja, Tiara juga menjelaskan kepadanya bahwa Ai pernah melakukan operasi transgender hanya untuk bisa menjadi seorang perempuan.
Bodohnya Sari percaya begitu saja meskipun ia tidak mengerti data-data yang ada di dalam laporan kesehatan Ai. Baginya, apa yang Tiara katakan itu benar apalagi jika dia sampai berani menunjukkan laporan kesehatan Ai yang seharusnya tidak boleh dipegang oleh santri biasa seperti mereka. Namun karena Tiara adalah petugas kedisiplinan asrama putri, Sari yakin jika laporan itu diambil setelah mendapatkan izin dari pondok.
"Laporan kesehatan Aishi, jelas-jelas Kakak menunjukkannya kepadaku!" Sari terpojok, kedua matanya mulai berkaca-kaca ingin menangis.
Dia berpikir jika hari ini dia akan benar-benar ditendang dari pondok pesantren karena masalah ini, dan yang lebih parah dia bisa dijebloskan di dalam penjara oleh orang tua Ai.
"Dek, jangan asal berbicara. Kakak sama sekali gak tahu laporan kesehatan apa yang kamu maksud. Jangankan menunjukkannya kepadamu, melihatnya saja aku tidak pernah." Ucap Tiara dengan nada yang jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Sepertinya dia berhasil mengalihkan perhatian orang-orang. Citranya cukup baik dan di samping itu Sari pernah melakukan kesalahan fatal sebelumnya, jadi ia sangat yakin orang-orang akan beralih mendukungnya.
__ADS_1
"Kak Tiara bohong! Aku masih ingat Kakak menyimpan laporan kesehatan Ai di dalam lemari pakaian Kakak kemarin. Tante!" Dia kemudian beralih menatap Safira yang selama ini diam menonton acara saling tuduh menuduhnya dengan Tiara.