
Setelah berbincang dengannya untuk melepaskan rindu, aku pun terpaksa harus keluar dulu, karena dia harus istirahat. Dan ini perintah dokter.
Aku pun menemui Om Heru ditaman untuk mengobrol dan mencari tahu banyak hal.
Aku pun menghampiri Om Heru yang tampak sedih dan murung.
"Om."ucapku lalu duduk disampingnya
"Eh Nad, gimana Satrio? lagi istirahat yaa?."tanyanya
"Iyaa Om, baru aja istirahat, tadinya masih mau ngobrol sama aku, cuma kata dokter harus istirahat."ucapku
"Nad, maafin om yaa harus bohongin kamu, begitu pun Ujang dan Nathan juga terpaksa membohongi kamu."ucap Om sedih
"Iyaa nggak apa-apa Om, aku paham koq maksud Om baik."ucapku
"Iyaa ini semua kemauan Satrio, kamu tahu kan anak itu kalau sudah ada maunya , susah untuk ditolak."ucap Om tertawa
"Om , tapi aku masih penasaran, kenapa Om nggak marah aku ikutin sampai rumah sakit diam-diam?."tanyaku penasaran
__ADS_1
"Om sudah tahu kamu ikutin Om, Om malah sengaja kelihatan panik biar kamu diam-diam ikut Om, habis kalau Om bicara langsung tentang keadaan Satrio Om nggak bisa, Om nggak mau ingkar janji, jadi tadi merupakan takdir yang luar biasa, mungkin pertanda bahwa Tuhan dan semesta mengizinkan kalian bersama."ucap Om tersenyum
"Oh jadi Om tahu aku ngikutin Om, pantas tadi Om nggak marah atau kaget pas aku ada. Ya aku juga yakin bahwa ini kehendakNya."ucapku optimis
"Nad, janji sama Om yaa, kamu akan terus dampingi Satrio, cuma kamu satu-satunya harapan Om sekarang, Om yakin kalau ada kamu Satrio pasti sehat lagi, walaupun kata dokter kemungkinan sembuhnya hanya 10 %. Tapi Om optimis dia akan hidup, dia orang yang baik, nggak adil kalau dia terus menderita dari kecil."ucap Om menangis
Aku pun tak kuasa menahan tangis, tapi bagaimana pun aku nggak boleh putus asa. Karena Nadia bukan perempuan lemah. Lalu aku menghapus air mata ku.
"Om tenang aja yaa, aku yakin Satrio pasti akan baik-baik saja, kemungkinan itu masih ada, meskipun kecil, tapi apa sih yang gak bisa Tuhan lakukan, jika Tuhan sudah berkehendak pasti bisa,kita hanya perlu terus berdoa dan berusaha yang terbaik, Nadia yakin bahwa Satrio akan sembuh, apalagi melihat perawatan disini cukup bagus, asal Satrio mau menuruti apa kata dokter pasti dia bisa sehat lagi."ucapku optimis
"Nad, itu yang Om suka dari kamu, kamu tuh perempuan yang cerdas dan optimis, Om yakin dengan adanya kamu disini akan membuat dia cepat pulih, makanya Om biarin kamu tahu, sejujurnya sejak saat Satrio sakit Om ingin cerita, cuma Om terus dilarang olehnya, katanya dia nggak mau kamu sedih dan kasihan sama dia."ucap Om lalu tersenyum lagi
"Iyaa Nad, apapun yang membuat Satrio bahagia akan Om berikan untuk nya, dari kecil dia selalu sedih, terluka dan ketakutan. Om kadang jadi sedih juga jika mengingat itu, tapi kamu tahu Nad ? Satrio memang malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk Om, selama ini dia bukan orang yang suka mengeluh, bahkan dia lebih sering memberikan kebahagiaan untuk orang lain, baginya kekayaan hanya titipan, jadi jangan heran kalau dia sering mengeluarkan uang untuk orang lain. Karena dihidupnya berbagi lebih utama.Bahkan Satrio punya rumah panti asuhan dan rumah baca di daerah Bandung, betapa Satrio sangat menyukai anak-anak Nad."ucap Om
"Pantas Om, aku sering lihat Satrio mengeluarkan uang nya begitu saja kepada orang lain, memang Satrio itu baik banget, tapi Satrio belum pernah cerita ke aku kalau dia punya rumah panti dan rumah baca?."ucapku
"Nah itu hebatnya dia, kebaikan nya selalu dia tutupi, dia nggak mau memperlihatkan kebaikan nya ke orang lain, bahkan orang lain hanya tahu sisi negatif nya, banyak yang berpikir dia itu hanya seorang anak muda yang boros dan playboy, padahal nggak, Om sangat tahu anak itu."ucap Om
Tiba-tiba Om menangis lagi.
__ADS_1
"Om koq nangis lagi?, sudah Om yakin aja pasti Satrio sembuh."ucapku menguatkan
"Om sebenarnya bukan tipe orang yang mudah menangis, tapi kamu harus tahu Nad, Om nggak bisa berhenti bersedih jika memikirkan Satrio, bagaimana tidak , bahkan dia sudah mau menyerahkan semua harta nya ke Om, tapi Om tolak. Karena Om nggak mau harta itu, Om mau dia sembuh dan bahagia. Tapi ketika kamu nggak ada didekatnya, Om lihat dia sangat kehilangan jati diri dan kebahagiaan nya. Karena dia sebetulnya takut kehilanganmu, apalagi dipikirannya, Nathan adalah orang yang kamu cinta, makanya dia sempat drop sekali sampai sakit nya makin parah, emang anak itu suka berpura-pura tegar, padahal dia sangat rapuh."ucap Om masih menangis
"Aku nggak cinta sama Nathan, aku kalau itu menerima Nathan karena permintaan Satrio, aku tahu Nathan juga ingin menikahi ku karena permintaan Satrio juga. Yaa Satrio memang suka gegabah dalam mengambil tindakan, andai dia bertanya lagi, pasti semuanya nggak kayak gini, tapi gak apa-apa lah, setiap kejadian pasti memiliki hikmah dibaliknya, aku percaya ini jalan Tuhan supaya meyakinkan aku tentang perasaanku. Dan aku yakin Satrio yang selama ini aku cari."ucapku
"Syukur jika begitu, Om senang mendengar nya, mudah-mudahan ketika ada kamu sekarang sakitnya dia bisa berkurang atau bisa sembuh."ucap Om
"Aamiin Om, aku ada rencana mau nikah sama Satrio, apa Om setuju?."tanyaku pelan
"Nikah? wah Om setuju banget Nad, kapanpun Om siap membantu pernikahan kalian, tapi kamu nggak akan nyesel kan, kalau...."ucap Om tiba-tiba terhenti
"Nggak akan nyesel Om, aku yakin. Sudah Om jangan berpikir negatif. Sekarang mungkin aku akan nemenin Satrio sampai kondisinya membaik, setelah itu kita akan bicarakan pernikahan lagi, aku harus mengabari Ibu dulu."ucapku
"Baiklah, Om akan mendukung setiap keputusan kamu, Om harap ini yang terbaik, oh ya hari ini keluarga kamu akan dijemput Mang Ujang untuk tinggal dirumah Satrio, nanti masalah sekolah adik-adik mu akan Om urus kepindahannya."ucap Om
"Tapi Om itu nanti merepotkan Om dan Satrio, sebaiknya jangan."ucapku
"Nggak koq, ini sudah Om pikirkan baik-baik, lagipula kasihan Ibu mu dikampung tak ada yang membiayai kebutuhan nya, kan kalau disini ada kami yang bantu, lagi pula sebentar lagi kamu akan resmi menikah dengan Satrio."ucap Om
__ADS_1
"Baiklah kalau memang Om nggak keberatan, nanti Ibu aku kabari dulu."ucapku