Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Liburan Romantis (Part 2)


__ADS_3

Setelah selesai makan, aku mengajak nya untuk sebentar saja menikmati pemandangan pantai saat ini.


"Sayang yuk kita ke pantai sebentar, aku pengen banget duduk-duduk dulu berdua sama kamu."ucapku


"Ayo sayang."ucapnya lalu kami meninggalkan tempat kami makan tadi dan mengucapkan terimakasih kepada grup penyanyi itu


Kami pun akhirnya sampai di pantai, aku mengajak Mas Satrio untuk duduk dipasir dan aku bersandar di bahunya. Tapi sebelum nya aku meminta izin pada nya.


"Mas, boleh kan aku bersandar di bahu kamu? sebentar aja. Aku pengen nikmatin hari ini cuma berdua sama kamu."ucapku sambil terus menggenggam tangan nya


"Ya bolehlah sayang, apa sih yang nggak buat istri ku yang tercinta."ucapnya tersenyum padaku


"Nad, kamu bahagia gak nikah sama aku?."tanya Mas Satrio tiba-tiba


"Lho koq Mas nanya kayak gitu, aku bahagia banget Mas, super bahagia."ucapku sambil memandangi ombak


"Syukurlah kalau kamu bahagia. Kadang aku mikir, apa aku bisa bikin kamu bahagia? karena ketika kamu sama aku, terlalu banyak hal yang menyakitkan yang kamu lalui. Aku takut deh, takut kalau kamu nggak bahagia sama aku."ucapnya


"Kamu jangan mikir kayak gitu, hidup itu kan memang penuh ujian, jadi wajar aja kalau kita melewati banyak hal pahit. Lagian semua yang kita punya memang hanya titipan dari Tuhan, begitu pun kesedihan maupun ke kebahagiaan, pasti akan diambil sewaktu-waktu. Dan aku yakin saat kita sudah melewati hal pahit bersama, pasti kita akan sanggup bertahan sampai kapanpun. Aku yakin itu."ucapku menatap nya


Lalu dia pun melepaskan genggaman tangan nya dan aku pun tidak lagi bersandar padanya. Dia mulai mencium ku dan aku membalas ciuman itu. Yaa ciuman halal yang wajar kita lakukan.


Setelah melakukan, kita malah canggung dan malu-malu, maklum lah namanya juga pengantin baru.


"Maaf yaa Nad."ucapnya


"Maaf kenapa? aku malah suka koq."ucapku tertawa


Lalu aku mengajak nya untuk berdiri dan berjalan di tepi pantai bersama, sambil menikmati bintang-bintang yang bertaburan di langit. Kami banyak bicara, tersenyum bahkan tertawa. Kami sama sekali tidak membawa handphone. Kami tinggal di Villa, kami tak mau sibuk melihat handphone saat kami sedang jalan liburan seperti ini.


"Nad, perut kamu masih sakit?." tanyanya

__ADS_1


"Udah nggak koq Mas, biasanya hanya hari pertama yang sakit, hari kedua sampai 6 hari biasanya udah nggak."ucapku malu


"Syukurlah, aku takut ini kan angin'nya cukup kencang, khawatir kamu nanti tambah sakit, aku lupa kalau kamu lagi sakit karena haid."ucapnya


"Iyaa Mas, nggak apa-apa, aku udah nggak apa-apa, beneran deh. Maafin aku yaa Mas, aku belum memenuhi kewajiban ku sebagai istri."ucapku malu


"Hei, aku nggak mikir ke arah situ koq.Lagian pernikahan bukan perihal itu aja.Aku sebagai suamimu akan berusaha memahami kamu seutuhnya. Mending sekarang kita kembali aja ke villa, besok kita jalan-jalan lagi.Sudah larut malam, khawatir kamu nanti masuk angin dan sakit."ucapnya


"Iyaa Mas ku yang ganteng, ayo."ucapku bersemangat


Kami pun masih bergandengan tangan dengan mesra dibawah langit yang bertabur cinta eh bintang maksud nya.


Akhirnya kami sampai di villa, membersihkan diri terlebih dahulu lalu tidur. Karena terlalu lelah hari ini. Apalagi di pesawat aku sama sekali nggak tidur. Meskipun ngantuk, karena deg-degan melihat ketinggian. Yaa begitulah aku agak norak. Takut pesawat nya jatuh. Makanya Mas Satrio didalam pesawat hanya tertawa terus dan menggenggam erat tangan ku.


Akhirnya sekarang kami pun tidur dengan posisi saling memandang satu sama lain. Dan Mas Satrio mengecup kening ku serta mengucapkan selamat malam.


"Selamat malam sayang, istirahat yang cukup yaa."ucapnya


Lalu kami matikan lampu dan tidur dengan saling memeluk dengan penuh cinta, tak lupa kami membaca doa tidur.


•••


Hari berganti pagi...


Ku lihat Mas Satrio sudah bangun bahkan sudah mandi dan sholat. Dia bahkan tak tega membangunkanku. Akhirnya aku bangun dan. merapikan tempat tidur kami.


"Pagi sayang, hari ini kita sarapan didekat kolam renang yaa?."ucapnya


"Iya , pagi juga sayang. Dimana juga nggak apa-apa koq, yang penting kan kita berdua, tapi aku mandi dulu yaa."ucapku


"Iyaa sayang, sana mandi dulu."ucapnya

__ADS_1


Lalu tiba-tiba ada yang menelpon Mas Satrio. Aku tak jadi mandi.


"Hallo bro , kenapa ?."tanya Mas Satrio


"Iyaa gue lagi di Bali sama Nadia, lu kesini aja gak apa-apa kalau nggak sibuk."ucap Mas Satrio


"Oh ok, iyaa bye."ucap Mas Satrio


Lalu Mas Satrio memberitahu ku. Padahal tidak aku tanya.


"Ini sayang, Nathan telpon dan nanyain kita ada dimana, karena dia kerumah terus kita nggak ada. Salah aku sih, lupa ngabarin dia."ucap Mas Satrio padaku


"Oh iya sih Mas, emang yang tahu cuma orang rumah aja. Aku juga nggak ngabarin yang lain. Terus dia mau kesini juga?."tanyaku


"Nggak, dia sibuk. Atau mungkin dia nggak enak sama kita. Karena kan dia belum punya pasangan lagi yang."ucap Mas Satrio


"Lho katanya dia udah punya pacar anak kuliah itu? emang gak pacaran mereka?."tanyaku penasaran


"Nggak, dia bohongin kita. Karena katanya nggak enak sama aku. Dia bilang pernah cinta sama kamu."ucapnya


"Maaf ya Mas, beneran aku udah gak ada rasa koq sama Nathan, aku cuma kagum aja dulu."ucapku merasa bersalah


"Nggak apa-apa, nggak ada yang salah koq sama perasaan orang. Yang salah kalau kita melakukan segala cara buat dapetin cinta orang lain yang gak cinta kita. Lagian aku percaya kalau Nathan tidak akan merebut kamu dari aku dan aku percaya bahwa kamu hanya mencintai aku, semoga Nathan mendapatkan perempuan yang baik. Yaudah kamu mandi sana dan habis itu kita sarapan ya."ucapnya


"Aamiin... Aku percaya orang sebaik dia pasti dapat yang terbaik. Ok Mas."ucapku


Lalu aku pun mandi , sementara Mas Satrio masih menunggu diluar.


Aku sudah rapi dan sekarang kami ke kolam renang untuk sarapan. Tibalah kami di kolam renang, aku cukup terkejut melihat pemandangan yang disajikan.Yang membuat terkejut adalah kami sarapan didalam kolam renang, maksudnya ada sebuah tray mengapung ditengah kolam renang. Benar-benar menakjubkan, hal yang biasa aku lihat di televisi maupun YouTube sekarang ada didepan mataku. Lalu dengan antusias aku dan Mas Satrio pun memulai sarapan.


Dan saling menyuapi dengan penuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2