
"Eh ini bukan nyinggung sih, tapi kenyataan."ucap Satrio sambil memencet hidungku
"Aw sakit Sat."ucapku manyun
"Aku boleh minta permintaan sama kamu nggak? didepan orang-orang bisa nggak kamu panggil aku sebutan mas atau aa ?."ucapnya
"Hah kenapa tuh jadi manggilnya gitu? kamu ada-ada aja sih ! yaudah tapi kalau emang cuma sebatas perjanjian boleh aja sih, yaudah aku panggil kamu Mas Satrio aja gimana? "ucapku tertawa
"Ok bagus, Iyaa lah kamu harus manggil aku Mas, kan aku lebih tua dari kamu, terus biar romantis gitu kayak pasangan suami istri."ucapnya tertawa
"Emang ini orang ada-ada aja, untung ganteng, kalau nggak males banget."batinku
"Eh eh tapi nggak ganteng sih, biasa aja, playboy lagi."batinku lalu aku menggelengkan kepala
"Hei kamu kenapa sih? sakit kepala, koq geleng-geleng gitu?."tanyanya bingung
"Nggak koq, kamu gimana udah enakan belum, masih sakit nggak bekas lukanya, koq kelihatan nya kamu udah sehat-sehat aja yaa?."ucapku heran
Tiba-tiba Satrio akting.
"Aduh duh duh Nad, aku masih sakit, elus-elus dong perut aku biar enakan."ucapnya pura-pura sakit
"Hei emang aku nggak tahu apa, kamu kan sama kayak aku, jago pura-pura, udahlah nggak usah bercanda, gimana kalau kamu temenin aku keliling rumah kamu, disini luas banget , ada apa aja sih?."tanyaku
"Ada cinta."ucapnya tertawa
"Yeh, orang serius juga, malah bercanda mulu ih, yaudah mending ajak aku yuk keliling, aku bosen nih."ucapku
"Ayo, silakan tuan Putri ku."ucapnya mengulurkan tangannya
"Ih apaan sih,yaudah jalan yuk."ucapku
Lalu kami keluar dari pintu, pertama aku melihat dari luar bahwa bangunan rumahnya 2 kali lebih mewah dari rumah Pak Nathan, disini ada kolam renangnya juga disamping kanan rumah, disamping kiri ada kebun, yang isinya kebun buah-buahan tapi belum matang buahnya, ada juga bunga-bunga disini, dari melati, mawar dan bunga bougainville, belum lagi disini garasinya luas bisa muat 5 mobil, ada tempat olahraganya juga dari untuk gym, basket, badminton bahkan futsal, belum lagi pos satpam nya sudah seperti kamar aku, makanya Bibi senang ngumpul disana, belum lagi disini ada taman bermain, ada ayunan, prosotan bahkan jungkat-jungkit. Pokoknya lengkap, aku nggak nyangka sebagus ini rumahnya, soalnya tadi aku baru datang kan tidur , jadi nggak tahu kalau disini indah banget. Ih jadi nyesel.
"Sat, aku mau main ayunan, yuk ah temenin."ucapku merengek
"Iyaa , ayo sini aku temenin."ucapnya
Lalu kami sampai di taman bermain, aku pun langsung naik ayunan bagaikan bocah kegirangan.
Lalu Satrio yang mengayunkan.
__ADS_1
"Sat, pelan-pelan yaa ngayunin nya, eh btw rumah kamu kayak istana yaa, aku kagum banget, disini super lengkap, tapi koq disini sepi yaa."ucapku menatap nya dibelakang ku
Lalu Satrio mengayunkan ayunan ku pelan-pelan.
"Ah biasa aja Nad, apa artinya kemewahan, kalau nggak ada orang untuk berbagi, kalau kamu senang, kamu bisa koq tinggal disini, yaa disini emang sepi, sengaja menghindar dari keramaian, takut ada kejahatan yang gak terduga."ucapnya santai
"Aku sih mau aja tinggal disini, tapi enakan dirumah Pak Nathan, deket sama Kafe. Lah terus gak ada yang tahu kamu tinggal disini?"tanyaku penasaran
"Kamu mah dibikin ribet Nad, disini walaupun jauh dari tempat kerja kamu, kamu kan bisa bareng aku ke Kafe, atau nggak kamu bisa pakai mobil aku pakai supir kalau mau.Yang tahu rumahku yaa cuma Nathan, bahkan Melisa aja nggak aku izinkan kesini, takutnya malah jadi sering kesini"ucapnya
"Oh gitu, sayang banget dong, padahal ini bisa jadi peluang bagus."ucapku berpikir
"Maksudnya?". tanyanya
"Iyaa aku punya ide, gimana kalau kamu bikin kontrakan aja disini, kan uangnya lumayan."ucapku tertawa
"Dasar Nadia, pikirannya kemana-mana, lagian aku nggak suka banyak orang disini, nanti jadi nggak bisa me time."ucapnya lalu berhenti mengayunkan ku dan duduk di ayunan samping ku
"Hehe aku bercanda koq, jangan serius-serius banget Mas Sat, eh eh koq kamu bikin taman bermain sih ? kan nggak ada anak kecil disini?."tanyaku
"Yaa emang sekarang nggak ada, tapi kan nanti kita bisa buat, yaa gak sayang? kalau udah nikah tapi !"ucapnya tertawa
"Males banget deh, bercanda mulu sih, kesel aku."ucapku manyun
Lalu aku mulai berjalan lagi.
"Nad, mau kemana?."ucapnya mengejar ku
"Ayo kita ke kebun bunga dan buah kamu,aku mau minta bibit bunga."ucapku
"Yaelah jangankan bibit bunga, taman nya juga boleh buat kamu."ucap nya tertawa
Aku hanya menatap nya kesal.
Lalu aku sampai ditamannya, jujur indah banget, banyak bunga dan buah, sayang buahnya belum matang, ada mangga, jeruk, apel dan pisang.
"Sat, mawar putih nya bagus banget sih, aku minta yaa setangkai."ucapku
"Ambil aja apapun yang kamu mau, lagian aku tahu kamu suka banget kan sama mawar putih, makanya aku suruh mang Ujang untuk tanam beberapa hari sebelum kita jadian pura-pura."ucapnya santai
Lalu aku nggak terlalu mendengarkan Satrio, aku hanya fokus memetik Mawar putih nya, tiba-tiba tanganku kena durinya.
__ADS_1
"Aww sakit."ucapku menjatuhkan Mawarnya
"Sini tangan kamu."ucapnya panik dan mengemut jariku yang terluka
Aku sebenarnya nggak mau , tapi dipaksa.
"Jangan Sat, jorok tahu, kan tangan aku kotor."ucapku
Tapi dia tetap melakukannya.
"Nah udah, nanti kalau masih sakit, kita obati lagi aja, maaf aku juga nggak peka kalau mawar ada durinya, nanti kita beli aja di florist yang udah dirangkai dan aman."ucapnya merasa bersalah
"Nggak usah Sat, ini juga nggak apa-apa, tadi aku yang salah metiknya, makasih. Eh Sat itu sepeda siapa?."tanyaku
"Oh itu punya aku, kamu mau aku bonceng keliling kebun?."tanyanya
"Iyaa mau dong, tapi pelan-pelan aja bawanya yaa, kayaknya enak tuh."ucapku
Lalu aku dibonceng Satrio naik sepeda, menyenangkan sekali seperti anak kecil lagi, aku pun memegang pinggang Satrio erat, entah rasa apa yang ada, tapi didekatnya aku merasa nyaman dan nggak malu.
"Kamu senang banget sih Nad? kayak baru naik sepeda aja?."tanyanya sambil menengok ke belakang
"Hehe iyaalah , kan aku suka banget naik sepeda waktu kecil, jadi biar nginget masa kecil, eh berhenti disana yaa , aku mau cek tempat olahraga kamu , aku mau main badminton."ucapku senang
"Ok baik Tuan putri ku."ucapnya
Lalu kami sudah sampai ditempat olahraga, aku pun seperti orang norak yang baru pertama kali memasuki ruangannya, pokoknya bagus banget.
"Sat, yuk main badminton."ucapku sambil menatap ke segala arah
Tiba-tiba terdengar suara jatuh.
Blug...
Ternyata Satrio pingsan.
Aku pun panik dan menghampiri.
"Sat , bangun, Bi Mang tolong Satrio pingsan"teriakku ke arah pos
Mereka pun menghampiri kami.
__ADS_1