Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Bertemu Penjahat


__ADS_3

Lalu acara makan bersama pun telah selesai dan aku kembali membereskan Kafe bersama teman-teman. Ya meskipun status aku berubah jadi pacar Satrio, tetap saja aku tidak mau memanfaatkan keadaan, aku hanya ingin bekerja sesuai kemampuan ku, lagi pula ini kan hanya sandiwara.


Ketika aku akan mengambil tas diloker , aku bertemu Siska, namu dia sepertinya buru-buru mau pulang jadi kami tidak sempat ngobrol.


Aku tinggal sendiri di ruang loker, tiba-tiba trio kwek-kwek datang, hanya Jani dan Mila, sepertinya Nina sudah pulang.


"Eh cupu , lu berani yaa godain Pak Satrio, lu pikir lu hebat."ucap Jani


"Huh, udah malem tahu, masih aja ngurusin urusan orang, mending pulang aja, terus mandi biar tenang, biar gak panas mulu."ucapku malas


"Heh lu yaa, jangan sombong begitu, gue yakin besok-besok lu nangis kejer karena diputusin sama Pak Satrio, paling lu cuma dijadiin mainan doang."ucap Mila


"Kamu tahu lagu young Lex, lah bodo amat, bodo amatlah."ucapku bernyanyi dan meninggalkan mereka


"Hei cupu mau kemana? lihat aja lu nanti, hidup lu gak akan tenang."ucap mereka kepadaku


"Hem sebel banget, jadian pura-pura sama orang nyebelin, terus diganggu trio kwek-kwek, belum lagi Pak Nathan gak peka-peka."ucapku lirih


Lalu aku keluar Kafe , ternyata ada Pak Nathan, Satrio dan Pak Satpam yang hendak mengunci pintu.


"Malam Mbak Nadia, didalam masih ada orang nggak?."tanya Pak Satpam


"Ada Pak, Jani sama Mila, tuh mereka udah keluar."ucapku sambil menunjuk


Mereka pun keluar dan hanya menyapa Pak Nathan dan Satrio. Dan sinis memandang ku, mereka lalu pulang naik motor matic.


"Kalau gitu Mbak Nadia, Pak Nathan dan Pak Satrio hati-hati yaa, saya pamit dulu."ucap Pak Satpam setelah mengunci Kafe


Lalu kami menjawab iya Pak.


"Nadia kamu bareng saya aja, kita kan satu arah."ucap Pak Nathan


"I...


Belum sempat aku menjawab iya , sudah dipotong sama si Pak Playboy.


"Janganlah bro, lu duluan aja, biar gue yang anterin Nadia, lagian gue masih ada urusan sebentar sama Nadia, yaa nggak lama koq."ucap Satrio


"Oh yasudah, kalau gitu gue cabut duluan yaa, lu jangan malem-malem anterin anak orang, kan kasian dari tadi dia capek."ucap Pak Nathan

__ADS_1


"Iyaa tenang, sama Nadia mah gue gak akan berani, kan dia lebih galak dari gue, beneran koq cuma bentar."ucap Satrio


Lalu Pak Nathan pamit kepada kita, dia mengendarai mobil nya sambil melambaikan tangan kepada kita.


"Hati-hati Pak."ucapku


"Iyaa bro hati-hati."ucap Satrio


Lalu Pak Nathan hanya melambaikan tangan dan membunyikan klakson.


Sekarang hanya ada aku dan Satrio.


"Kamu mau bicara apa sih , cepetan lah udah malam?."ucapku kesal


"Iyaa sabar dulu, kita duduk disini sebentar."ucapnya


Lalu kami duduk bersama.


"Nad, aku cuma mau bilang makasih sudah mau kerja sama dengan aku, lalu tolong kamu jaga diri baik-baik, karena aku yakin setelah ini akan banyak masalah menghampirimu, tapi tenang, aku akan berusaha ada untuk mu, namun kamu harus tahu aku juga punya pekerjaan, jadi selama aku kerja kamulah yang wajib menjaga diri sendiri."ucapnya serius


"Iyaa sama-sama, aku juga tahu apa resikonya, lagian sudah terlanjur yaa harus kita lewati bareng-bareng."ucapku


"Ya Allah, yang benar? koq bisa? gini ..gini kamu jangan panik, aku yakin Tuhan pasti melindungi aku maupun kamu, yang paling penting waspada saja dan hindari tempat sepi, yaudah mending sekarang kita pulang."ucapku mulai takut


"Iyaa Nad, makasih yaa sudah mau terlibat dengan masalahku, aku cuma takut orang terdekat ku seperti kamu dan Nathan akan mendapatkan bahaya, oh yaa besok pagi aku jemput kamu yaa dirumah Nathan."ucapnya


"Iya gak apa-apa santai aja, kalau kamu mau jemput jangan terlalu pagi, aku harus membantu Bi Asih menyiapkan sarapan dan beres-beres."ucapku


"Huh enak banget Nathan, ada yang perhatian ke dia, padahal aku lho yang harusnya diperhatikan, apa ada jasa untuk memperlakukan ku seperti Nathan? berapapun biaya nya aku bayar !" ucapnya


"Ini nih yang aku gak suka dari kamu, kamu selalu menilai apapun dengan uang, denger yaa Pak Boss , aku melakukan itu karena aku ikhlas dan ingin membantu Bi Asih, bukan karena bayaran, lagian jasa Pak Nathan ke aku banyak, dari mulai nerima aku kerja sampai bolehin aku tinggal di Paviliun kosongnya."ucapku sebal


"Iyaa, iyaa aku bercanda sayang, jangan cemberut dong sayangku."ucapnya merayu


"Ih lebay banget, aku jijik dengernya, ini tuh udah bukan waktu nya sandiwara lagi, jadi udah deh jangan panggil sayang-sayang, emang aku makanan jatuh yang belum lima menit."ucapku marah lalu berdiri


"Ya namanya juga usaha Nad, siapa tahu kamu beneran suka sama aku."ucapnya tertawa


"Heh bukannya kamu bilang aku bukan tipe kamu? lagian yaa kamu juga bukan tipe idamanku, jadi nggak usah deh berharap yang nggak-nggak."ucapku

__ADS_1


"Iyaa aku paham, paling kamu sebenarnya suka sama Nathan, aku sebagai laki-laki tahu koq, yasudah yuk naik mobil, hari ini aku bawa mobil."ucapnya lemas


Lalu aku mengikuti dia mengambil mobil diparkiran, dia pun membukakan pintu mobil untukku.


"Ayo naik , jangan bengong disitu."ucapnya sambil memegang pintu


Lalu aku masuk pintu pun ditutup.


Dia juga sudah masuk kedalam mobil.


"Biar aku aja yang bantu pasangin seatbelt."ucapnya


Lalu aku hanya mengangguk karena sudah malas dan capek, selesai memasang seatbelt dia menatapku sendu, tatapan yang aku sendiri gak memahaminya, lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajahku sambil berkata " Kenapa sih bengong terus , nyesel yaa nggak semobil sama Nathan."ucapnya


"Nggak koq, udah wajah kamu jauhin dari aku."ucapku deg-degan


Lalu dia menjauh dari aku dan mulai menyetir.


Tibalah digang arah rumah Nathan


Tiba-tiba disaat kami mau masuk gang arah rumah Nathan ada 2 pria menghadang, pria bertubuh tinggi dan besar.


"Keluar kalian, kalau nggak mobil ini kita hancurkan."ucapnya memegang kayu besar


Lalu Satrio keluar dan aku dipaksa keluar juga oleh teman penjahat tadi.


"Nadia kamu hati-hati, biar aku tangani mereka."ucap Satrio teriak


Lalu Satrio mulai berkelahi dengan orang yang membawa kayu itu, orang itu awalnya babak belur dihajar Satrio, namun karena Satrio melihat ke arahku karena khawatir, tiba-tiba penjahat itu mengeluarkan pisau dan Satrio menghindar, akhirnya tangan kanannya yang berdarah terkena pisau.


Aku pun kaget dan berteriak "Satrio hati-hati."ucapku sedih


Dengan segala ide ku injak kaki penjahat tadi dan aku kabur...


*Menurut kalian siapa yang akan terluka?


Ataukah ada yang meninggal?


Ataukah dua-duanya harus selamat?

__ADS_1


__ADS_2