
Setelah selesai makan kami pulang ke villa dan berniat untuk istirahat. Tapi Salsa memaksa agar aku tidur dengannya. Pasti dia punya niat tidak baik. Namun aku turuti saja.Tengah malam dia diam-diam bangun, membuka pintu, lalu menutup pintu kamar dengan kunci. Untung nya aku tidak tidur dan aku mempunyai kunci cadangan dari pemilik villa. Maka aku mengikuti nya. Ternyata benar dia diam-diam kekamar Mas Satrio. Aku pun terus memantau dia diam-diam juga.
Aku lihat dia mulai membuka baju tidur nya, tersisa lingerie merah di badannya. Lalu hendak ikut tidur dengan Mas Satrio dan memeluk Mas Satrio. Dan aku langsung membuka pintu itu secara lebar.
"Apa yang kamu lakukan perempuan licik?." ucapku padanya lalu menarik tubuhnya hingga jatuh ke lantai
Mas Satrio pun terbangun dan kaget.
"Salsa , apa yang kamu lakukan di kamarku? ucapnya
"Aww, sakit.Aku hanya menemani kamu Yo, aku ingin kamu tahu kalau aku selalu disamping kamu."ucapnya sambil menatap Mas Satrio
"Sa, aku makin kecewa sama kamu. Kenapa kamu memakai cara murahan seperti ini?."bentak Mas Satrio
"Maaf Yo, hanya ini yang bisa aku lakukan, supaya kita bisa bersama lagi."ucapnya menangis
"Cepat pakai bajumu, aku nggak Sudi melihat kamu."ucap Mas Satrio marah dan melempar baju Salsa
Salsa pun memakai bajunya kembali, sekarang dia berlutut di depan Mas Satrio.
"Maafin aku Yo, aku cuma bingung harus bagaimana lagi aku mendapatkan hatimu.Yo kurang apa aku ? aku lebih baik dari Nadia, aku yang dulu menemani kamu dari kamu bukan siapa-siapa, ingat itu Yo."ucapnya menangis
"Ya aku akui kamu adalah yang pertama mengisi hatiku, kamu memang yang menemani aku kala itu. Aku dulu cinta sama kamu, kagum dengan kepribadian mu, tapi itu dulu, sebelum kamu pergi dan mematahkan hatiku, sebelum kamu berubah selicik dan seliar sekarang. Aku sudah tidak ada perasaan apa-apa denganmu, cinta ku dulu sudah hilang untuk mu, sadarlah dan buka matamu ! aku sudah bukan laki-laki lajang lagi, aku sudah punya istri sah secara agama maupun hukum."ucap Mas Satrio dari mulai pelan sampai marah sekali
"Ok Yo, kamu boleh bilang nggak cinta sama aku sekarang, tapi setelah ini aku yakin kamu akan berubah pikiran. Kamu akan mengejar aku lagi."ucapnya
"Sudahlah Sa, lebih baik kamu pulang ke rumah mu, tempat mu bukan disini, aku menghargai mu sebagai perempuan, tolong jangan membuat rendah dirimu sendiri dihadapan ku."ucap Mas Satrio lalu menghampiri ku
Salsa pun terbangun dan menghampiri kami.
__ADS_1
"Sekarang aku ngerti , ternyata kamu pembohong Yo, kamu ingkar janji padaku, kamu tega mengganti posisi aku dengan perempuan rendahan seperti dia. Jangan-jangan dia hanya perempuan bayaran."ucap Salsa tertawa
Lalu Mas Satrio menampar pipi kanan Salsa.
Prak...
"Cukup Sa, kamu boleh membenci aku dan menghina aku, tapi kamu nggak boleh menghina istriku seperti itu, bagaimana pun dia adalah satu-satunya perempuan yang ada saat aku terpuruk, perempuan yang tidak pernah meminta apapun padaku , selain cinta."ucap Mas Satrio marah
"Hahaha, Satrio , Satrio ! berani kamu tampar aku. Segitu cinta nya kamu dengan perempuan perebut ini. Sampai-sampai kamu lupa siapa aku? aku yang selalu cinta kamu selama ini Yo. Ok sekarang lebih baik aku mati saja jika kamu tak mau kembali padaku."ucapnya lalu kabur meninggalkan kami
"Mas , mau kemana dia?."ucapku khawatir
"Entah Nad, mungkin ini hanya ancaman saja, kamu jangan takut yaa."ucap Mas Satrio
"Tapi aku curiga dia mau melakukan hal tidak-tidak, ayo kita lihat Mas."ucapku
Kami pun panik dan akhirnya kami membawa dia kerumah sakit terdekat.
Kami seharian menunggu sampai tertidur dirumah sakit.
Lalu esok pagi Salsa sudah sadar. Aku pun mendatangi kamarnya dengan membawa semangkuk bubur dari rumah sakit. Sementara Mas Satrio pulang ke villa dulu, ku suruh dia untuk mandi dan agar aku bisa berbicara lebih dekat dengan Salsa.
Aku pun masuk ke ruangannya. Terlihat matanya bengkak habis menangis.
"Ka...kamu ngapain disini? kenapa gak biarin aku mati aja."ucapnya marah
Lalu aku duduk disampingnya.
Menaruh bubur dimeja.
__ADS_1
"Sa, dengerin aku, aku mau bicara sama kamu dari hati ke hati sebagai perempuan.Tapi sebelumnya kamu makan dulu yaa, supaya cepat sehat."ucapku pelan
"Nggak usah sok baik, pergi sana."ucapnya membuang muka
"Nggak, aku gak akan pergi sebelum kamu makan dan sembuh."ucapku lalu menyuapi nya
Awalnya dia tidak mau namun akhirnya dia mau makan juga sampai habis tanpa kami berbicara.
Lalu dia menangis dan memelukku.
Aku pun kaget dan menaruh mangkuk itu dimeja.
"Nad, maafin aku yaa, aku sudah berniat jahat padamu dan Satrio. Aku khilaf. Aku nggak punya pilihan lain."ucapnya menangis
"Sa, aku udah maafin kamu, sebenarnya kenapa kamu kembali mencari Mas Satrio dan mencoba mendekati nya lagi?."tanyaku lembut
"Aku sebenarnya terpaksa, keluarga ku bangkrut, aku diminta untuk mencari Satrio agar menikah dengannya dan membantu perusahaan kami. Karena itu satu-satunya cara agar kami bisa mengatasi masalah diperusahaan, karena nggak ada satupun yang mau membantu keluarga ku. Hanya ketika aku kerumah Satrio, aku mendapat kabar dari pembantunya bahwa dia sudah menikah dan sedang honeymoon. Maka aku menyogok pembantu kalian untuk memberitahu informasi dimana kalian honeymoon.Sebenarnya aku sudah memiliki kekasih baru bahkan kami akan menikah, namun kami putus karena orang tua ku dan sebenarnya aku tidak mencintai Satrio lagi, aku hanya ingin dia membantu perusahaan kami, makanya aku mendatangi kalian disini."ucap Salsa
"Lalu kenapa kamu mencoba bunuh diri tadi?."tanyaku lalu aku melepaskan pelukannya
"Aku malu dengan kamu dan Satrio. Aku juga sudah putus asa menjalani hidup ku. Semua yang ku punya sudah hilang, aku lebih baik mati, itu pikirku, tapi ternyata kalian membantu ku membawa kerumah sakit ini.Mungkin ini takdir Tuhan, aku harus tetap hidup.Terimakasih yaa sudah menyadarkan ku bahwa kamu itu perempuan baik."ucapnya
"Sama-sama Sa, kamu jangan putus asa begitu, nanti akan aku minta Mas Satrio untuk membantu perusahaan keluarga mu. Kamu nggak boleh lagi yaa berniat jahat, aku tahu kamu perempuan baik, Mas Satrio pernah menceritakan kebaikan mu."ucapku tersenyum
"Nad, sungguh kamu layak jadi istri Satrio, tolong jaga dia baik-baik, aku janji nggak akan ganggu kalian. Tapi bolehkan aku menjadi temanmu?."ucapnya
"Tentu boleh Sa, mulai sekarang kamu temanku."ucapku tertawa lalu memeluk nya
Lalu tiba-tiba Mas Satrio datang.
__ADS_1