
"Yaudah kalau kamu nggak mau suapin, aku nggak mau makan, aku kerja lagi aja."ucapnya mengancam
"Tuh kan bisanya ngancem, tapi janji sama aku, habis ini kamu jangan kerja lagi atau aku pulang, aku juga bisa ngancem lho."ucapku
"Iya iyaa sayang, tapi suapin yaa."ucapnya manja
Lalu aku pun mulai menyuapi dia, aku sih nggak tahu ini makanan boleh apa nggak sama dokter, tapi dari pada dia makan junk food kan nggak baik buat kesehatan nya.
Satrio pun makan dengan lahap.
"Enak Nad, kamu yang bikin ini semua?"tanyanya
"Iyalah, koq kamu nggak percaya banget sih ! , gini-gini juga aku dikampung rajin masak lho."ucapku
"Oh baguslah, calon istri Satrio emang harus pintar masak, biar aku betah dirumah."ucapnya tertawa
"Hah? calon istri? siapa yang mau jadi istri kamu, PD banget sih kamu, ingat ya kita cuma pura-pura."ucapku
"Iya ingat bawel, tapi kan hati manusia siapa yang tahu, bisa aja hari ini kamu nggak mau sama aku, kan besok-besok bisa jadi kamu yang cinta aku setengah mati, bisa aja nanti kamu yang ngejar-ngejar aku kayak cewek lain."ucapnya tertawa
"Ya jangan samakan aku lah dengan yang lain, lagian kamu tuh bukan tipeku Sat."ucapku tertawa
Lalu Satrio menggenggam tanganku, menatapku dalam dan berkata
"emang apa lebihnya Nathan daripada aku Nad, kurang nya aku apa? aku bisa koq jadi apa yang kamu mau." ucapnya sendu
Dalam sebentar aku terhanyut dan masih dalam genggaman tangannya. Tatapan itu tatapan terdalam yang pernah aku temui, entah kenapa aku sejenak terbuai. Lalu dalam waktu 1 menit aku tersadar. Dan melepaskan tanganku.
"Ih apaan si Sat, udahlah jangan bahas itu, lagi kamu bercanda nya nggak lucu sih, mending kamu cobain nih jus jambu yang aku buat, enak lho."ucapku
"Emang aku kayak orang bercanda Nad, yasudahlah aku mau kerja lagi aja, masih banyak file di email yang harus aku cek."ucapnya sambil pergi
Karena aku kesal, aku tarik tangannya dan dia terjatuh di tubuhku , sekarang posisinya aku di sofa dan dia di atas tubuhku, lagi-lagi kami hanya bisa saling tatap, dengan cepat dia bangun dari posisi itu dan membangunkanku , suasana terasa canggung, jantung ku juga berdebar kencang, perasaan bercampur aduk menjadi malu juga. Lalu Satrio minum jus sambil mencair kan suasana.
"Ehem, ternyata Nadia agresif juga yaa, hahaha."ucapnya tertawa
"Ih apaan sih, orang tadi nggak sengaja, lagian kan aku bilang, jangan kerja, kan kamu masih sakit, udah sekarang makan lagi."ucapku
__ADS_1
"Iya Nad, gitu aja sensi, nanti cepet tua lho, ayo suapin lagi."ucap nya
Lalu aku menyuapi dia, layaknya menyuapi anak kecil, tiba-tiba dia mengambil piring yang aku pegang.
"Sekarang kamu yang makan yaa sayangku, sini aku suapin gantian."ucapnya
"Nggak usah, aku bisa makan sendiri di dapur."ucapku
"Oh gitu, kalau nggak mau nanti.."ucapnya langsung aku potong
"Udah jangan ngancem-ngancem lagi, yaudah aku mau kamu suapin, tapi jangan banyak-banyak, aku lagi diet."ucapku berbohong
Lalu dia menyuapi ku, aku pun tak menolak sedikitpun, namun aku hanya makan sedikit.
"Udah Sat, aku udah makan, udah puas kan, yaudah, kamu minum air putih dulu nih, ini aku bereskan dulu, nanti aku kesini lagi bawa obat, awas yaa kalau masih kerja."ucapku sambil merapikan makanan dan minuman
"Oh yaa buah nya makan, bagus banyak vitamin nya."ucapku menambah sambil keluar pintu
Lalu aku pun mencuci piring bekas aku masak dan bekas makan juga.
"Akhirnya beres."ucapku
"Ya Allah Non, koq nyuci piring sih? itukan kerjaan Bibi Non, nanti kalau tangan Non keriput Bibi yang disalahin Tuan muda."ucapnya panik
"Ya ampun Bi segitunya, aku mah sama kayak Bibi, sama-sama suka ngerjain ini, Bibi tahu nggak kalau aku kan dari kampung dan kehidupan di sana teratur dan mandiri, jadi aku kayak gini doang mah gampang, lagian aku mah nggak perduli sama tanganku, malah nih yaa Bi menurut penelitian mencuci piring itu bagus lho, untuk melatih mental agar tidak mudah stress."ucapku tertawa
"Ah Non bisa aja deh, Bibi jadi tambah kagum sama Non, kayaknya emang Non cocoknya jadi istri Tuan muda, biar Tuan muda ada yang perhatiin, oh ya Non udah makan?."tanya Bibi panik
"Udah tadi Bi sama Satrio dikamarnya."ucapku
"Oh iya bagus deh, emang kalau masa pacaran mah asyik yaa Non, dunia serasa milik berdua, suap-suapan, bercanda, aduh Bibi jadi pengen muda lagi."ucapnya tersenyum
"Apanya yang enak, yang ada kesel, padahal ini bohongan, eh semuanya pada serius."batinku
"Heheh bisa aja Bi, Bibi juga masih muda koq, oh yaa Bi semuanya udah makan? Om Heru koq nggak kelihatan yaa dari tadi."tanyaku
"Tuan udah ke kantor bareng supir, kalau Bibi sama pak satpam udah makan koq Non, oh yaa masakan Non top markotop pokoknya, udah kayak makanan yang dirumah makan, uenak deh, coba Non udah jadi istri Tuan muda, pasti setiap hari Tuan muda makan dirumah."ucapnya
__ADS_1
"Oh Om Heru udah ke kantor.
Hehe bisa aja Bi, padahal menurut aku masakan aku biasa aja Bi, iyaa kapan-kapan aku ajarin Bibi nya aja deh, karena aku juga nggak tahu kapan lagi kesini."ucapku
"Yah Non, pokoknya harus sering kesini, kalau bisa setiap hari, nanti Bibi ceritain deh semua tentang Tuan muda, cerita ini dijamin limited edition."ucapnya
"Hahaha Bibi bisa aja, iyaa mudah-mudahan Bi, yaudah aku kekamar Satrio lagi Bi, aku mau kasih obat yang dokter kasih, aku takutnya dia masih sakit cuma dia bahan sakitnya."ucapku agak khawatir
"Oh iya Non, Bibi juga mau ke pos satpam, mau nonton sinetron kisah nyata bareng Pak satpam."ucapnya
Lalu aku hanya tertawa melihat tingkah Bibi.
Aku sudah menyiapkan air putih dan obat, waktunya kekamar Satrio, hari ini aku kayak perawat banget.
Lalu aku masuk kamarnya, ku lihat dia sedang tiduran sambil nonton TV, kayaknya film action, ternyata dia nurut juga sama omongan aku.
Lalu aku menghampirinya dan duduk disebelahnya.
"Permisi Tuan muda sekarang waktunya minum obat."ucapku menirukan Bi Nini
"Nadia, Nadia kamu nih yaa ada-ada aja, yaudah sini."ucapnya lalu minum obat
Aku pun langsung menaruh gelas di mejanya, aku ambil remote televisi secara paksa dan aku matikan TV nya, lalu aku mengambil selimut dan menyelimutinya.
"Udah gak boleh protes, pokoknya kamu istirahat yang cukup, kalau ada apa-apa aku juga yang repot sebagai pacar bayaran mu."ucapku sambil merapikan selimutnya
"Bilang aja kamu khawatir dan sayang sama aku."ucapnya tertawa
"Ya terserah lah apa katamu, yaudah aku keluar dulu mau ketemu Bibi Nini."ucapku
"Tunggu dulu Nad, aku mau ngomong sebentar."ucapnya
Lalu aku mendekat, ternyata dia mengecup keningku.
"Makasih sayangku."ucapnya tersenyum
"SATRIO....modus banget sih."ucapku langsung kesal dan pergi dari kamar nya
__ADS_1
Dia hanya tertawa kencang.