
1 bulan berlalu...
Aku hidup dalam rutinitas seperti biasa, namun dengan hati super hampa dan sedih.
Sejak 1 Minggu kehilangan Satrio, aku sudah melakukan kegiatan ku seperti biasa hingga hari ini, dari mulai tinggal di Paviliun Pak Nathan, bertemu Siska bahkan kerja kembali di Kafe. Aku butuh keramaian agar hatiku tak sepi. Nyatanya keramaian tak berarti apa-apa, tetap saja hati selalu sepi.
Hari ini , sebelum ke Kafe, aku ingin menemui guru kejiwaan ku, siapa lagi kalau bukan Mimin, karena hanya dia yang paling paham bagaimana cara membuat hatiku lebih baik. Karena tak seorang pun bisa memberikan masukkan yang berarti untuk ku. Andai Ibuku seperti Ibu yang lain, mungkin aku sudah curhat dengannya.
Tapi yang ada ketika dia tahu Satrio pergi, dia malah memarahiku dan mencari pengganti Satrio untuk menikahi ku. Karena Ibu ingin tahun ini aku menikah. Ah betapa tambah frustasi diriku ini. Mungkin saja Ibu akan menjodohkan aku kembali dan kali ini mungkin aku harus pasrah.
Lalu aku bertemu Mimin di taman biasa. Dia datang sendiri, karena dia nggak mau saat aku curhat fokus nya menjadi buyar karena membawa anaknya.
Aku duduk terdiam sambil menatap layar ponselku dan memandang foto Satrio, yang aku ambil di foto profil nya di WhatsApp.
"Dar, cieee mandangin Satrio yaa."ucap Mimin dibelakang tubuhku
"Mimin, aku kangen."ucapku lalu memeluknya sambil menangis
Lalu kami berpelukan.
Dan Mimin pun duduk disampingku.
"Ada apa lagi sih Nad, sebulan ini kamu nggak pernah menghubungi aku, tiba-tiba ketemu koq malah nangis."ucapnya
"Maaf Min, sebulan ini aku nggak fokus, pikiranku selalu dikuasai oleh Satrio, sejak Satrio pergi, hidupku seperti mati."ucapku menghela nafas
__ADS_1
"Ya Allah, atuh koq bisa Nad? Satrio teh kemana emang? duh jangan-jangan aku ketinggalan banyak berita nih."tanyanya penasaran
Lalu aku mulai menceritakan kronologis kejadian saat aku diculik sampai Satrio pergi dan meninggalkan surat.
"Begitu Min, cerita nya."ucapku meneteskan air mata
"Ya Allah Nad, aku turut sedih mendengar cerita mu. Kalau aku boleh berpendapat, aku menyimpulkan ada 2 kemungkinan yang terjadi. Pertama, Satrio pergi karena dia mengira bahwa kamu mencintai Nathan dan tidak ada perasaan ke dia, makanya dia nggak mau setelah Meli dipenjara ngeliat kamu dan Nathan makin mesra, siapa yang sanggup merasakan itu, jalan terbaik nya adalah pergi.
Yang ke-dua kemungkinan ada hal buruk yang disembunyikan oleh nya. Aku merasa dia itukan selalu melindungi kamu. Mungkin saja dia sedang mendapat ancaman atau hal buruk, yang tidak mau kamu terlibat dalamnya. Kamu kan tahu sejak awal sudah banyak yang dia korban kan untuk mu, bahkan nyawanya, jadi nggak heran kalau dia juga mengorbankan perasaan nya."ucap Mimin
"Iya Min, aku bodoh banget ya, coba aja aku dulu dengerin pendapat mu untuk memilih Satrio, mungkin aku nggak ditinggal begini, aku juga ngerasa seperti ada yang Satrio sembunyikan, bukti nya dia pergi saat keadaan nya sakit, apa dia masih sakit yaa Min?."ucapku pelan
"Bisa aja dia masih terluka, tapi terluka disini bukan hanya secara fisik, tapi juga hatinya, aku kan denger cerita kamu tentang masalah Satrio, jelas dia pasti terpukul dengan semua kejadian yang ada. Apalagi dia harus memenjarakan teman kecilnya sendiri belum lagi pembunuh orang tuanya sampai sekarang belum ketemu. Bisa aja Satrio takut kamu yang terancam, sebab orang yang dekat dia pasti memang nyawanya terancam."ucap Mimin
"Nad, sudahlah, sekarang kamu harus menjalani hidup seperti biasanya, yakin saja kalau Satrio memang jodohmu, dia pasti akan kembali, cuma kamu hanya butuh kesabaran untuk menunggu. Namun saranku, jika tidak ada kepastian tentang ini semua, tolong lanjutkan hidupmu seperti biasa, kamu harus hidup baik-baik saja untuk dirimu, orang tuamu , bahkan untuk Satrio. Pasti Satrio nggak mau melihat kamu sesedih ini, sama seperti aku sebagai sahabat mu, nggak mau lihat kamu hancur Nad."ucap Mimin sambil memegang bahuku
"Tapi Min, aku nggak bisa melanjutkannya hidupku dengan perasaan seperti ini, aku ngerasa sudah seperti orang yang sangat jahat. Bagaimana bisa aku melanjutkan hidup ku, namun aku nggak tahu bagaimana kabarnya sekarang, aku takut. Aku takut dia sakit dan terluka."ucapku masih menangis
"Nad, percaya sama aku, dia laki-laki yang kuat, dia pasti akan baik-baik saja dan bisa jaga dirinya. Sekarang kamu harus bertahan hidup, please Nad, jadi Nadia yang dulu lagi, aku yakin ada saatnya dia akan kembali. Mana mungkin dia tega meninggalkan mu selama-lamanya."ucap Mimin menenangkan
"Ya, yang kamu ucapkan ada benarnya Min, aku harus melanjutkan hidup ku kembali, seperti awal aku datang kesini, untuk bekerja dan membahagiakan orang tuaku. Makasih yaa Min, ucapan mu menenangkan ku."ucapku
"Sama-sama Nad, sudah jadi kewajiban aku sebagai sahabat untuk menjagamu dan memberikan semangat untuk mu.Oh yaa bagaimana kabar Meli apa dia sudah dijatuhi hukuman?."tanyanya penasaran
"Sudah Min, dia dijatuhi hukuman seumur hidup, yaa karena tindakan kejahatan nya sudah direncanakan dan bukan sekali memakan korban, kematian Bi Nini karena dia, wajah Salsa yang rusak karena dia bahkan Satrio yang kena pisau maupun tembak itupun karena dia, biar saja itu sudah konsekuensi nya."ucapku
__ADS_1
"Syukur lah kalau begitu, cuma Nad kamu harus hati-hati juga dengan keluarga mereka, mereka bukan orang biasa, aku khawatir mereka akan balas dendam padamu, terlebih sekarang Satrio nggak didekat kamu. Jadi jangan lengah kamu."ucapnya
"Iyaa aku pasti jaga diri Min, doain aja aku tidak kenapa-kenapa."ucapku pada nya
"Iyaa itu pasti, cuma bagaimana dengan Nathan, setelah dia mengetahui Melisa adalah seorang kriminal apa dia masih cinta dengan Melisa?."tanyanya
"Enggak, Pak Nathan sudah memutuskan hubungan sebelum Meli dipenjara. Bahkan Pak Nathan sudah sangat membencinya dan Pak Nathan sendiri yang memberikan kesaksian atas tindakan Meli saat di Bogor."ucapku
"Berarti sekarang kamu mau mengejar cintanya lagi?."tanya Mimin penasaran
"Aku ? nggak deh Min, aku sudah tidak ada perasaan khusus padanya, perasaan aku ke Pak Nathan mungkin hanya sebatas mengagumi, aku mengagumi kebaikan hati dan kesetiaan nya. Nggak lebih dari itu."ucapku
"Hemm, ternyata sahabat ku ini sudah jatuh cinta beneran sama Satrio, sampai-sampai gebetan pertama nya dilupain."ucap Mimin tertawa
"Ya benar kata kamu, cinta datang nggak terduga, siapa yang tahu perasaan bisa berubah."ucapku pelan
"Yasudah Nad, sekarang kamu harus kuat dan jaga diri, jika ada apa-apa, segera minta bantuan Nathan maupun aku. Sekarang kamu nggak boleh terus mikirin Satrio, nyawamu harus kamu jaga, aku takut suatu saat Ayah Melisa akan membalas dendam padamu."ucap Mimin
"Iyaa Min, makasih sudah selalu perduli."ucapku memeluk nya dan menangis
"Iya sama-sama sahabatku, kamu harus tegar."ucapnya sambil menepuk punggung ku
Hari yang cerah, namun penuh air mata. Tapi aku berjanji mulai hari ini aku akan menjalani segala nya dari awal kembali. Aku janji !
Lalu aku pergi ke Kafe untuk bekerja, begitu pun Mimin harus pulang menjaga anaknya.
__ADS_1