Aku Bukan Perawan Tua

Aku Bukan Perawan Tua
Season II: Mahligai Cinta (Bab 5.4)


__ADS_3

"Nak, kemarilah. Mama dan Papa ingin membicarakan sesuatu kepadamu." Suara lembut Mama memanggilnya dari luar.


Dia terkejut, bibir merahnya lantas membentuk sebuah senyuman manis yang memanjakan mata. Tidak menunggu waktu lama dia langsung keluar dari kamar untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah duduk nyaman di ruang keluarga.


"Mama dan Papa sudah pulang-wah, hadiah! Apa Kak Azam yang memberikan aku hadiah ini?" Dia berseru senang.


Semua perhatiannya jatuh pada paper bag merah muda yang ada di atas meja. Dia mengambilnya dengan tergesa-gesa tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya.


"Mukena baru lagi! Kak Azam beliin Mega mukena baru lagi, Ma!" Dia mengeluarkan mukena putih itu dari dalam paper bag.


Membuka secara acak kantong plastik yang melindungi kain mukena itu dan membuangnya ke samping.


Mama di samping memungut kantong plastik bening itu untuk dibuang di tempat sampah yang tidak terlalu jauh darinya.


"Mukenanya di simpan dulu, sayang, karena Mama dan Papa ingin membicarakan sesuatu dengan mu." Mama masih dengan suara yang lembut mencoba menarik perhatian putrinya.


Mega kali ini mendengar. Dia tertawa kecil dengan perasaan bahagia yang tidak bisa disembunyikan. Kedua tangannya tidak melepaskan mukena putih itu, bukannya melepas dia malah memeluknya sayang karena ini adalah hadiah dari orang yang sangat penting di dalam hidupnya.


"Oke Ma, ini aku simpan kok." Dia memeluknya sayang.

__ADS_1


"Mama dan Papa mau ngomong apa sama aku? Apa ini ada hubungannya dengan Kak Azam? Iyakan, Ma?. Dia memang ngomong apa ke Mama sama Papa tadi?" Dia bertanya tidak sabar.


Kedua telinganya dia siagakan untuk mendengar cerita Mama dan Papa sewaktu berkunjung ke rumah Kak Azam hari ini. Biasanya, setiap kali mereka berkunjung selalu ada cerita-cerita manis yang membuat Mega susah memejamkan mata di malam hari.


Ini adalah hal yang wajar terjadi untuk siapapun yang mengalami jatuh cinta.


Berbeda dengan ekspresi bahagia Mega, kedua orang tuanya justru tampak lebih tenang tapi bukan berarti ini adalah situasi normal.


"Nak, tolong dengarkan Mama baik-baik." Mama mengambil tangan Mega dan menggenggamnya lembut.


"Iya, Ma." Mega masih memasang senyum manisnya.


"Keluarga Azam kali ini mengundang kami untuk membicarakan masalah hubunganmu dengan Azam. Mereka memutuskan untuk membatalkan pertunangan kalian karena Azam mengatakan tidak ingin terikat dengan siapapun. Dia juga mengatakan bahwa urusan jodoh sudah Allah yang mengatur sehingga pertunangan ini tidak perlu diadakan." Suara lembut nan kehati-hatian Mama perlahan merasuk ke dalam pendengaran Mega.


Dia tampak kosong, senyuman manis di wajahnya perlahan meredup digantikan dengan ekspresi tidak percaya.


"Mama gak boleh bercanda seperti ini, Mega enggak suka." Tapi dia memaksakan diri untuk tertawa seolah-olah apa yang Mama katakan tadi adalah kebohongan.


Mama menghela nafas panjang, tangannya melepaskan tangan Mega dan terangkat untuk menyentuh air mata yang tiba-tiba terjatuh dari dalam sudut.

__ADS_1


"Mama tidak berbohong, sayang. Mereka memutuskan untuk membatalkan pertunangan kalian sebanyak apapun Mama dan Papa mencari jalan keluar agar kalian tetap bertunangan. Tapi kami tidak bisa mengatakan apa-apa lagi ketika Azam mengangkat suaranya. Dia sendiri yang ingin melepaskan diri darimu dan dia juga tidak terpengaruh sama sekali dengan semua alasan yang kami katakan agar kalian tetap bersama. Nak, dia ingin melepaskan diri darimu maka lepaskanlah. Dia benar, jika kalian berjodoh maka Allah akan menyatukan kalian tanpa menggunakan belenggu pertunangan. Jika tidak berjodoh maka semua penantian mu akan sia-sia jadi memutuskan pertunangan adalah langkah terbaik."


Kepala Mega berdengung, untuk sesaat dia tidak bisa mengatakan apa-apa sampai dia menumpahkan semuanya dalam sebuah tangisan yang menyesakkan.


Dia menangis pilu, mengucapkan beberapa kata secara acak untuk menolak percaya tapi pikiran jernihnya mengatakan bahwa kedua orang tuanya tidak berbohong.


Muhammad Azam Khalid adalah tunangannya sejak kecil. Mereka dijodohkan oleh kedua orang tua mereka dengan harapan agar hubungan kedua keluarga semakin erat.


Mega sudah menyukai Azam dari awal pertemuan mereka. Sejak itu pula Mega sangat suka menempeli Azam ketika mereka bertemu.


Awalnya, tidak ada yang salah dengan hubungan mereka sampai suatu hari Azam dikirim ke pondok pesantren. Mereka menjadi jarang bertemu ataupun berkomunikasi. Jika bertemu pun Mega selalu merasa bila Azam semakin menjaga jarak darinya. Terkadang itu sangat dingin tapi Mega tidak mau ambil pusing. Dia berpikir jika Azam menjaga jarak darinya karena dia sekarang terikat dengan aturan pondok pesantren.


Sampai akhirnya hari ini tiba. Dia kecewa, ah..lebih tepatnya dia dikecewakan. Dia sulit menerima kenyataan pahit ini dan berjanji untuk menemui Azam secara langsung.


Maka besoknya Mega nekat bertamu ke rumah keluarga Azam. Dia berharap bisa bertemu dengan Azam tapi sayangnya itu tidak terjadi karena pada saat itu Azam sedang keluar.


Mega ingin pulang tapi segera dihentikan oleh sepupu sepupu Azam. Mereka menahan Mega di rumah dengan alasan menunggu Azam pulang. Tapi siapa yang akan menduga jika momen itu digunakan oleh mereka untuk menghancurkan sisa harapan Mega. Mereka diam-diam mengambil ponsel Azam yang sedang di charge di dalam kamar dan menunjukkan foto seorang gadis cantik yang menjadi wallpaper ponsel Azam.


Gadis itu cantik dan memiliki wajah yang ayu, senyuman gadis itu menenangkan dan dia terlihat sangat lembut meskipun berada di dalam foto.

__ADS_1


Hah..


__ADS_2