Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 101


__ADS_3

"Ada yang disembunyikan oleh mereka berdua. Aku yakin mereka sengaja melakukan itu. Karena ingin membuat Suci hancur," jawab Lee.


"Lalu bagaimana?" tanya Erra.


"Mau tidak mau kita akan menyelesaikan satu persatu masalah ini. Jika kita tidak melakukannya bisa jadi akan menjadi bara api kepanjangan di hidup Suci," jawab Lee.


"Kalau begitu lakukanlah. Jangan sampai aku yang akan turun tangan menghabisi mereka!" perintah Erra.


Lee menelan salivanya dengan kasar. Lalu Lee menggelengkan kepalanya sambil memegang tangan Erra untuk menggenggamnya. Ketika tangannys berada di genggaman Lee hati Erra menjadi hangat. Sementara itu Lee memandang wajah Bu Nilam seakan menyembunyikan sesuatu.


Bertepatan dengan datangnya para pengawal di Mushola itu. Tak lama datang Pak RT dan Wulan. Mereka masuk ke dalam dan duduk di tempat masing-masing. Sedangkan Bu Nilam memancarkan amarah ke arah Wulan. Seakan-akan Bu Nilam sedang mengancam Wulan agar tidak mengatakan sesuatu. Namun Lee bisa membaca keadaan. Lee akan mendesak Wulan untuk berkata jujur.


"Ok... Jadi gini semalam Suci datang bersama Kak Imam. Yang di mana Kak Imam ingin tidur bersama sang putra. Lalu kalian datang memata-matai mereka. Kalian memanggil Pak RT dan seluruh masa. Karena Suci membawa pria di dalam rumah. Jujur posisi ini Suci salah. Lalu ibu datang membawa masa untuk mengusir Suci dari sini. Begitukah menurut ibu?" tanya Lee.


"Iya.. memang saya ingin mengusir Suci dari kampung ini! Mbak tahu kalau Suci tiap malam tidak pernah pulang ke rumah. Kalau pulang selalu pagi atau siang dengan diantar oleh mobil mewah?" tanya Ibu Nilam dengan mata menyolot.


"Lalu?" tanya Lee dengan serius.


"Suci telah mencemarkan kampung ini dengan menjadi kupu-kupu malam," jawab Ibu Nilam.


"Buktinya?" tanya Lee.


"Buktinya anak saya dijebak meminum alkohol dan memasukkan obat ke gelas Wulan. Hingga akhirnya Wulan melakukan hubungan badan bersama pria hidung belang," jawab Ibu Nilam yang berapi-api.


"Baiklah. Aku tanya dulu sama Suci. Apakah benar kamu melakukan itu?" tanya Lee.

__ADS_1


"Tidak kak. Aku memang nakal. Tapi aku tidak pernah melakukan hal sekeji itu terhadap Wulan. Aku juga tidak pernah mengajak Wulan pergi ke klub malam. Bahkan aku tidak pernah berpikiran untuk menjebak," jawab Suci secara jujur.


"Baiklah," jawab Lee.


"Wulan, bolehkah aku bertanya? Apakah benar ucapan mama kamu itu?" tanya Lee dengan tersenyum manis tapi mematikan.


"Itu benar," jawab Wulan dengan ragu.


Lee merasakan Wulan menjawab dengan ragu. Lalu Lee memandang wajah Wulan sambil bertanya, "Sepertinya kamu ragu?"


"Aku enggak ragu," jawab Wulan. "Itu benar."


"Kalau begitu saya akan membeberkan fakta sebenarnya. Soalnya aku banyak tahu tentang Suci," ucap Lee. "Suci sering sekali menemaniku ketika bekerja pada malam hari. Bahkan aku sering mengajaknya dinas malam. Aku sebagai sang bos tidak pernah mengajaknya pergi ke klub malam. Bahkan kami jauh dengan jebakan licik seperti itu."


"Halah itu bohong!" ketus Bu Nilam.


"Wah... Ini udah enggak bener tuh si Wulan. Bisa-bisanya melakukan itu dan melemparkan kasus ini ke Suci," bisik orang-orang yang berada di musholla sana.


"Bohong itu!" teriak Bu Nilam.


"Bohong dari mana Bu? Aku mempunyai buktinya loh bu. Jika ibu tidak percaya aku bisa menghubungi pria itu sekarang juga untuk datang ke sini," jawab Lee yang menghubungi pria itu.


"Aku sudah menghubunginya. Beberapa menit lagi pria itu ke sini," sahut Imam.


Benar apa yang dikatakan oleh Imam. Pria yang dihubungi oleh Imam ternyata datang. Pria itu langsung memberikan klarifikasi tentang dirinya yang dijebak dan diajak ke hotel. Seluruh orang pun mulai percaya pada Suci. Karena Suci tidak pernah melakukan itu. Sementara itu seluruh masyarakat yang hadir mulai memojokkan Ibu Nilam yang ternyata menyebarkan berita hoaks. Lalu bagaimana dengan ibu Tina? Dengan penuh percaya dirinya Ibu Tina mulai berkata kalau sang suami meninggalkannya karena mengejar Ibu Indah. Ibu Indah adalah ibu kandung Suci. Namun sebelum itu Nenek Imah berteriak untuk menutup mulutnya Tina.

__ADS_1


"Diamlah kamu Tina! Jangan banyak bicara!" bentak nenek Imah.


"Hey... Ibu tua... Kenapa kamu selalu mencampri urusanku!" bentak Tian dengan suara meninggi.


"Bisakah kalian diam!" bentak Lee.


"Kenapa kamu ikut campur!" bentak Tina.


"Aku tidak ikut campur. Aku hanya meluruskan semuanya. Biar nanti tidak akan menjadi bara api yang membara," ucap Lee yang dingin. "Sekarang ibu diam dulu! Aku ingin tanya sama nenek Imah!"


"Enggak usah banyak tanya sama orang tua itu! Orang itu kebanyakan menghalu!" bentak Ibu Tina.


"Bisakah kalian diam dulu!" tegas Erra. "Kalau kaya begini bagaimana mau selesai. Bu Tina!"


Jujur saja Erra sudah muak dengan perlakuan Ibu Tina ke nenek Imah. Saat itu juga Erra turun tangan menjadi penengah. Ketika mereka diam Lee mulai bertanya kepada nenek Imah, ada apa dengan Suci? Nenek Imah yang diberi kesempatan itu langsung berbicara dan mengungkapkan fakta sebenarnya.


"Sebenarnya begini... Indah nama ibunya Suci tidak pernah mengganggu rumah tangga orang apalagi Tina. Suaminya pergi dari rumah karena Tina perempuan matre. Yang menjadi ayahnya Suci rusak yaitu Tina sendiri. Tina yang mengajak bapaknya mabuk dan judi. Kemudian mengajaknya tidur bersama. Tujuannya Tina sebenarnya ingin merusak rumah tangga orang tua Suci. Jika Suci menyalahkan bapaknya sepenuhnya itu tidak benar. Semenjak kepergian ibumu, bapakmu menyesal dan memutuskan untuk pergi dari sini," ucap Tina dengan penuh airmata.


Suci terkejut dengan pernyataan nenek Imah. Suci menggelengkan kepalanya sambil menunduk, "Jadi selama ini?"


"Iya nak. Tina yang sengaja merusak keluarga kamu. Hingga keluarga kamu hancur berkeping-keping seperti ini. Sebenarnya bapak kamu itu cinta mati sama kalian," jawab Tina.


Airmata Suci luruh seketika. Malam ini Suci mendapatkan informasi secara gamblang. Angel yang berada di samping Suci langsung memeluknya. Kemudian Lee mengatakan ke ibu Tina dengan senyuman sinis, "Puas ya ibu telah merusak keluarga kecil Suci. Ibu tahu Suci sangat membenci pria itu gara-gara ibu! Apakah ibu pernah berpikir jika kita merusak rumah tangga orang akan menjadi bahagia? Tidakkan. Aku selama ini mengetahui jejak kejahatan ibu. Sedari dulu ibu memang ingin mencelakai Suci bahkan Raka juga terkena imbasnya. Untung saja aku sudah menempatkan beberapa pengawal di sini. Hanya untuk menjaga Raka!"


Mata Imam membulat sempurna. Imam baru sadar kalau anaknya terancam bahaya. Malam ini Imam tidak akan tinggal diam. Imam akan menghubungi polisi namun Erra menahannya. Akhirnya Imam mengurungkan niatnya. Lalu Lee melanjutkan pembicaraan lagi dan membuka identitas Imam.

__ADS_1


"Ibu tahu ini siapa?" tanya Lee sambil menunjuk Imam.


__ADS_2