Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 68


__ADS_3

Garda yang setelah selesai menelusuri semuanya tentang Anette langsung melemparkan data-data itu dengan geram.


"Lee kemarilah," panggil Garda.


"Ada apa kak?" tanya Lee lalu mendekati Garda.


"Kamu baca ini semua," titah Garda.


Lee menarik kursi ke sebelah Garda. Lee langsung membacanya dengan teliti. Matanya membulat sempurna ketika Lee melihat Anette terhubung dengan Black Roses.


"Baiklah! Kamu sudah bermain-main dengan namanya singa betina," senyum Lee merekah.


"Ada apa sayang?" tanya Erra.


"Kak Erra yang tampan. Apakah anggota Black Dragon menyebar di Benua Eropa?" tanya Lee balik.


"Pakai saja adik kecilku," jawab Garda.


"Apa yang kamu lakukan pada Black Dragon?" tanya Bayu menyelidik.


"Papa Bayu. Aku tidak akan memakai White Eragon. Aku akan memakai Black Dragon," jawab Lee.


Bayu dan Nanda merasa heran dengan Lee. Mereka langsung mendekati Lee dan melihat data dari Anette.


"Busyet dach," ucap mereka serempak.


"Baiklah... aku akan bermain lagi," ucap Lee.


"Kamu enggak ajak aku?" tanya Erra.


Lee hanya menggelengkan kepalanya. "Aku hanya mengajak Kak Garda."


"Tidak! Kamu juga harus mengajakku!!!" geram Erra.


"Ah.. bagaimana mungkin aku mengajak Kak Erra. Aku enggak mau Kak Erra kejang melihat aksiku," batin Lee.


Bayu mengerti apa maksudnya Lee. Akhirnya Bayu melirik Erra yang sudah dalam mode garang.


"40 juta Euro. Kak Garda bisakah kakak geser dulu kesana," ucap Lee.


"Apa yang kamu lakukan Lee?" tanya Bayu.


"Mencuri apa yang jadi milikku," jawab Lee. "Aku akan buat Anette miskin mendadak begitu juga dengan Black Roses."


"Dasar Andi kecil," umpat Bayu dengan keras.


Ceklek.


Andi dan Caroline langsung masuk ke dalam.


"Memang Lee adalah putriku. Ada yang salah dengan putriku?" tanya Andi yang mendekati Lee.


"Enggak ada yang salah. Sama-sama liciknya. Hobi suka membobol uang milik orang lain dan memiskinkan orang dengan hitungan detik," jelas Bayu.


Garda hanya tersenyum melihat Lee yang sedang serius.

__ADS_1


"Papa juga belum tau. Kalau Garda adalah pria licik. Garda sangat jago sekali membobol sistem keamanan dan informasi dalam hitungan beberapa detik. Apalagi dipadukan Jake dan Greg," puji Erra.


"Kenapa enggak membobol uang di bank?" tanya Bayu.


"Enggak perlu Paman. Aku sudah terlalu kaya. Aku sangat bingung menghabiskan seluruh uangku selama aku bekerja di dunia bawah tanah," jawab Garda.


Bayu akhirnya mendekati Andi dan melihat Caroline. Memory Bayu berputar tak karuan dan mengingat wajah Caroline yang familiar.


"Bayu Drajat sang kutub Selatan," seru Caroline.


"Sepertinya aku pernah lihat wajahmu. Wajahmu sangat familiar sekali?" tanya Bayu.


"Maura siapkan rekening perusahaan BL Company!'' titah Lee.


"Baiklah nona," jawab Maura yang langsung menulis no rekening di kertas.


Maura dengan cepat memberikan nomor rekening perusahaan ke Lee. Lee langsung memindahkan uang 40 juta Euro.


Nanda langsung duduk dan mencari data tentang Black Roses. Hanya beberapa detik, Nanda menemukan Black Roses.


"Matilah kita. Black Roses sudah bangun,'' ucap Nanda yang menghela nafasnya.


''Maksudnya?" tanya Bayu.


"Kita enggak boleh lengah sedikitpun," jawab Nanda.


"Apakah kita harus melebur menjadi satu seperti Black Dragon dan White Eragon?" tanya Andi.


"Kita harus melakukannya. Mau enggak mau," jawab Bayu.


"Apakah sudah selesai?" tanya Garda.


"Sedikit lagi. Aku sedang mengirimkan virus yang mematikan dan memblok rekeningnya Anette," jawab Lee.


"Maksudmu Anette manager keuangan itu?" tanya Caroline.


"Iya ma. Anette kabur membawa uang 40 juta euro," jawab Lee.


"Nda. Tangkap Fendi segera. Bawa kesini segera!" titah Bayu.


"Baik," sahut Nanda.


"Aku ikut!!!" seru Lee.


"Baiklah," ucap Nanda.


"Kalian ini kenapa susah-susah menangkap Fendi. Suruh kesini aja," ujar Caroline yang menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian ponsel Bayu berdering lalu melihat pesan SOS.


"SOS!!!" seru Bayu yang langsung melacak no Fendi. "****!!! Fendi di serang!!!"


Dengan cepat Lee bangun dan berhamburan keluar. Setelah itu Erra dan Garda menyusulnya.


Bayu, Andi, Caroline dan Nanda langsung menyusul mereka dengan cepat. Di dalam perjalanan Lee hanya diam tanpa kata.

__ADS_1


"Rupanya mau main-main ya. Baiklah akan aku ladeni satu persatu!!!" geram Lee yang menjadi mode singa betina.


Garda yang menyetir hanya menggelengkan kepalanya. Sementara itu Erra merasakan suasana yang mencekam di dalam mobil.


"Garda!!! Bisa cepat enggak kamu membawa mobil!!!!" geram Lee.


Glek.


"Waduh... mode singa betina bangun," ucap Garda yang ketakutan lalu menancap gasnya.


Tak sampai 30 menit mereka sampai ke mansion. Penyerangan masih terjadi. Lee langsung keluar dan melihat Anette yang sedang bersantai.


"Lagak lu ya. Udah di kasih kerja malah nyolong duit gue. Untung gue udah ambil," batin Lee.


Lee dengan cepat menyerang Anette. Anette yang tidak siap di serang langsung tersungkur dan melihat Lee.


"Nyalimu besar juga ya. Udah di kasih pekerjaan, kasih makan, tempat tinggal malah nyolong duit gue!!" geram Lee.


Anette langsung menyerang Lee dengan membabi buta. Dengan santainya lee menangkis semua serangan.


"Serangan klasik," ucap Lee yang mendengus kesal.


Dengan geramnya, Anette langsung menyerang Lee dengan memakai kaki. Hanya beberapa detik tangan Lee langsung memegang kaki Anette dan memukulnya memakai tenaga dalam. Anette langsung terpental jauh hingga 20 meter. Garda yang melihatnya langsung menelan salivanya dengan susah payah.


"Apakah dia adikku?" tanya Garda.


Lee langsung mendekati Anette dan melihat keadaan Anette yang sudah tiada. "Maaf! Kamu bukan lawan yang sepadan buatku."


Garda mengajak Lee masuk dan melihat kekacauan yang sedang terjadi.


"Aish... aku tidak punya senjata. Bagaimana ini?" gerutu Lee.


Tak lama kemudian pria misterius datang dengan memakai topeng. "Hey Gadisku," sapa Pria bertopeng dengan tengil.


"Apakah kamu mau meminjamkan aku senjata?" tanya Lee dengan mata berbinar.


Sang pria misterius itu melihat mata Lee yang berbinar lalu menyerahkan pistol ke Lee dan juga Garda. "Mari kita bermain."


Garda dengan cepat menghilang dari pandangan mereka. Sementara Lee bersama pria misterius itu langsung menyerang musuh dengan membabi buta. Serangan sengit terus terjadi.


Tidak lama kemudian bala bantuan datang dari pihak Eternal Snow. Caroline sengaja menurunkan anak buahnya untuk membantu mereka.


Lee dengan cepat langsung menghancurkan pertahanan musuh. "Semenjak pertama kali kita bertemu kamu tidak pernah mengenalkan dirimu pria bertopeng. Nama kamu siapa?"


"Panggil aku serigala beringas," jawab sang pria misterius.


"Baiklah terserah apa maumu," ujar Lee dengan kesal.


Lee langsung menghilang dari pandangan pria misterius itu lalu mencari Fendi. Fendi yang sudah berhasil melumpuhkan sang musuh hanya mengela nafasnya secara kasar.


"Mimpi apa aku semalam? Tiba-tiba saja mansionku di serang," keluh Fendi.


Tak lama kemudian datang Lee dan Garda.


"Ayah," panggil Lee.

__ADS_1


"Untung kamu datang tepat waktu," ujar Fendi.


__ADS_2