Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 155


__ADS_3

"Ya… aku sudah siap. Aku malah senang Erra akan turun dari jabatan CEO. Setelah Erra turun aku akan menyerang Anders," jawab Candra dengan serius. 


"Kenapa kamu harus menyerang Anders?" tanya Yoona. 


"Karena seluruh lima pilar utama bergantung pada Anders Corporation Groups International. Jika aku tidak menghancurkan Anders terlebih dahulu. Aku tidak akan bisa menghancurkan mereka," jawab Candra dengan serius. 


"Kamu tahu siapa pemilik Anders Corporation Groups International?" tanya Yoona. 


"March Anderson," jawab Candra yang tersenyum. 


"Aku akan memberikan informasi kepadamu. Mungkin informasi ini akan berguna bagimu," ucap Yoona dengan serius. 


"Informasi apa maksudnya?" tanya Candra. 


"Kamu tahu kalau March itu mempunyai nama asli Albert Estrada?" tanya Yoona balik. 


"Estrada? Sepertinya aku mengenal Estrada," jawab Candra. 


"Ya… kamu pasti mengenalnya. Albert Estrada adalah saudara kembarnya Seva. Tapi mereka tidak ada kemiripan sama sekali. Mereka lahir hanya beda dua puluh menit," ujar Yoona. 


Tiba-tiba saja Candra mulai berpikir dan menemukan sebuah ide. Candra akan menyuruh Seva menemui March dan mengajaknya bekerja sama. Dengan tersenyum devil Candra melihat Yoona, "Ah… sebaiknya kita mencari cara agar kita bisa menjerat salah satu pilar utama."


"Apakah itu?" tanya Yoona yang mulai curiga. 


"Kita harus meminta Seva bekerja sama dengan March yang menguntungkan selama enam bulan. Bulan pertama, bulan kedua dan bulan ketiga adalah sistem bagi hasil. Selanjutnya bulan keempat hingga keenam kita bisa merebut aset Anders Corporation Groups International. Jika kita berhasil menguasai Anders Corporation Groups International, kita pelan-pelan mencari celah menghancurkan mereka satu persatu. Maka dari itu kamu siapkan diri untuk menjadi asisten Seva!" perintah Candra dengan serius. 


Yoona akhirnya paham apa yang dimaksud dengan Candra. Lalu Yoona tersenyum smirk sambil berkata, "Baiklah."


Satu pertanyaan yang berada di dalam benak kita. Apakah Candra mampu mengajak March bekerjasama? Apakah Candra berhasil menghancurkan enam pilar utama?


Asco Corporation Groups International. 


Andi, Lee, Garda, Bayu, Erra dan Rani segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. Namun sebelum mereka memasuki lift Sam berteriak, "Tunggu aku."

__ADS_1


Sontak saja Lee dan Erra terkejut. Kenapa Sam berada disini? Bukannya tadi Sam berada di restoran?


"Kak Sam kok berada di sini?" tanya Lee. 


"Aku semalam memaksa Tuan Choi dan Tuan Akmal menjual saham Asco kepadaku. Sekarang aku adalah pemegang saham Asco sebesar sepuluh persen setara dengan mama Rani dan Garda," jawab Sam. 


Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju. Jadi demikianlah pemegang saham baru adalah Sam. Setelah itu mereka masuk ke dalam lift. 


Sementara di ruangan meeting Eliza, Jarot dan Delon mulai tersenyum puas. Namun mereka tidak sadar akan ada bahaya yang mengintai. Lee sudah mengintai mereka dan bisa jadi menghancurkannya. Karena Lee lah yang mengetahui cara kerja Erra yang sangat profesional. 


Ceklek. 


Pintu terbuka. 


Seluruh orang yang berada di sana langsung menyambut kedatangan Erra. Mereka hanya berbasa-basi untuk membuat Erra berbangga. Namun disisi lain Erra sangat muak bahkan ingin muntah. Sementara itu Erra hanya tersenyum yang tidak bisa diartikan. 


Tak lama ada seorang pria muda yang bernama Edo. Edo adalah seorang karyawan Asco di bidang Humas. Edo melihat para peserta pemegang saham dengan perasaan yang tidak enak. Tanpa banyak bicara Edo menyuruh mereka duduk dan membuka acara rapat pemegang saham per setiap bulan. 


Pertama-tama rapat pemegang saham sangat hangat. Mereka berdiskusi nasib Asco untuk tiga bulan ke depan. Setelah itu mereka memberikan pendapat masing-masing. Lee yang berada di samping Erra menulis semua tentang pendapat mereka. 


"Maaf tuan Edo, apakah jam rapat sudah selesai?" tanya Elizabeth. 


"Belum selesai," jawab Edo yang melihat jam tangannya. 


"Kalau begitu, apakah saya boleh berpendapat?" tanya Elizabeth. 


"Silakan," jawab Edo yang mempersilakan Elizabeth. 


Elizabeth mengangkat tangannya dan berbicara dengan lantang, "Apakah aku boleh memberi saran kepada kalian?" 


"Saran apa?" tanya Bayu. 


"Bisakah Tuan Erra ganti dengan seseorang?" tanya Elizabeth yang penuh dengan percaya diri. 

__ADS_1


"Maksudnya? Apakah selama ini Tuan Erra sangat mengecewakan di bidang pekerjaan?" tanya Bayu lagi. 


"Anda tahukan kalau tuan Erra sering tidak masuk kantor? Anda tahu penjualan beberapa apartemen selama tiga bulan ini anjlok? Kalau anda tidak percaya saya punya datanya," jawab Elizabeth yang melemparkan berkas-berkas palsu di hadapan mereka. 


"Bisakah tuan Edo keluar sebentar?" tanya Lee dengan tenang. 


"Kenapa anda mengusir Tuan Edo dari sini?" tanya Elizabeth ke Lee. 


"Saya tidak mengusir Tuan Edo. Saya hanya menyuruhnya keluar sebentar," jawab Lee yang memberi kode kepada Edo.


Edo menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya. Lalu Edo keluar sebentar dari ruangan itu. Setelah keluar dari ruangan itu Lee mencoba batuk sedikit hingga membuat Erra khawatir. 


"Asisten Lee, apakah anda sakit?" tanya Erra. 


"Ah… tidak. Aku sedang mempersiapkan diri untuk bertarung," jawab Lee yang tersenyum manis dan mengambil spidol besar kemudian Lee berdiri sambil memegang spidol itu. 


Lee menatap Andi, Garda, Sam, Erra, Bayu dan Rani. Lee memberikan kode untuk mengawali pembicaraan tersebut. Lalu mereka memberikan izin kepada Lee dan memberikan semangat. 


"Nona Elizabeth, aku langsung to the point saja. Aku tidak ingin berlama-lama masuk ke dalam perangkap seseorang yang ingin menghancurkan Asco," ucap Lee yang secara terang-terangan. 


Jujur saja Elizabeth terkejut dan tidak berkata apa-apa. Bagaimana Lee tahu kalau dirinya disuruh menghancurkan Asco dengan cara menggulingkan Erra. 


"Bagaimana Lee tahu kalau aku disuruh menghancurkan Asco?" tanya Elizabeth dalam hati. 


"Sepertinya anda salah nona. Bagaimana saya menggulingkan kekuasaan Tuan Erra? Saya hanya bicara pada fakta! Saya sering memperhatikan Tuan Erra sering tidak masuk kerja!" ucap Elizabeth secara ngegas. 


"Saya jelaskan tentang Pak Erra. Kenapa Pak Erra tidak masuk kerja dalam beberapa hari? Karena Pak Erra sedang berduka telah kehilangan calon bayinya. Kedua istrinya sedang sakit. Bagaimana bisa tuan Erra meninggalkan istrinya itu? Lalu tentang penjualan apartemen yang anjlok itu hanya karangan anda. Saya mempunyai bukti yang nyata. Memang yang namanya orang jualan itu pasti ada rugi dan untung. Bulan ketiga memang turun tapi tidak anjlok seperti yang anda bilang," jelas Lee sambil memutari meja. 


"Oh… tuan Erra sudah beristri," ucap Elizabeth yang merasakan ada rasa sesak di dada. 


Setelah mendapat penjelasan dari Lee, Elizabeth terdiam tanpa bicara. Elizabeth sudah mempersiapkan semua ini dari jauh-jauh hari. Memang Elizabeth ingin menghancurkan Erra. Setelah itu otak Elizabeth berpikir keras agar Erra turun tahta. 


"Apakah kalian tahu kalau Tuan Erra adalah bekas cassanova?" tanya Elizabeth yang sedang membuat mereka terpengaruh. 

__ADS_1


"Jaga bicaramu Nona Elizabeth!" tegas Garda yang sedari dulu paham dengan tabiatnya Erra. 


"Maksud tuan Garda apa menyuruhku untuk diam? Apakah anda tidak percaya kalau Tuan Erra pernah meniduri saya hingga memiliki seorang putri?" tanya Elizabeth yang mulai memainkan drama yang memuakkan untuk semua orang. 


__ADS_2