Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 465


__ADS_3

“Enggak lama lagi. Aku sudah terlalu tua untuk menjadi rockstar. Aku ingin pensiun dari hingar bingar dari dunia rocker,” jawab Fendy. “Pokoknya kamu harus kembali ke Paman Adam. Aku yakin masa depanmu akan cerah.”


Memang terlalu berat melepaskan semua kenangan di mansion milik Fendy. Ita harus pergi meninggalkan kenangan itu. Banyak canda tawa yang tersimpan indah. Ita akan mengenangnya. Di saat terpuruk para pelayan selalu menghiburnya. Meskipun mereka berbeda negara, namun mereka sangat respect kepada lainnya.


Apakah Fendy bangkrut? Jawabannya tidak sama sekali. Ia tidak bangkrut. Namun Bayu memintanya pulang ke Indonesia untuk membantu mengurusi perusahaan Asco. Yang di mana perusahaan itu semakin besar saja.


Fendy harus memutuskan hidupnya. Apakah Fendy tetap berkarier di dunia musik atau mengikuti sang kakak? Jawabannya adalah ia akan ikut sang kakak. Karena mendiang dari sang papa menyuruhnya harus bersatu. Itulah ia memutuskan untuk menjual semua asetnya.


Malang Jawa Timur.


Dennis yang baru saja dari sawah langsung masuk ke rumah. Ia tidak menyangka kalau dirinya bisa panen padi sebesar dua ton beras. Berkat keuletannya Dennis bisa membuat pemasukan Pradipta semakin naik dan berkembang pesat


“Papa,” panggil Dennis.


“Bagaimana dengan beras organik kamu itu?” tanya Marvin.


“Itu bukan beras organik. Itu beras biasa. Pemerintah meminta kita menambah ketahanan pangan dalam negeri. Rasanya aku benar-benar menjadi petani,” jawab Dennis yang menghempaskan bokongnya di kursi.


“Sekarang kamu bahagia dengan hidupmu saat ini?” tanya Marvin.


“Iya... aku bahagia. Aku tidak menyangka kalau hidupku ini sekarang menjadi berwarna,” jawab Dennis. “Semuanya ini karena Lee. Ah... rasanya dulu aku pernah dijebloskan dalam penjara. Tapi aku enggak sadar juga. Aku memang bodoh dan tidak bisa memahami hidup sama sekali.”


“Itulah Lee... dialah malaikat buat penjahat. Papa sering mendengar kalau Lee dulu pernah menyadarkan banyak orang. Sangking banyaknya tidak pernah terhitung sama sekali.”


“Itulah kenapa Lee menjadi sang malaikat bagi penjahat,” Dennis tersenyum manis sambil mengingat wajah imut Lee.


“Jangan pernah kamu memandang wajah imut Lee. Nanti serigala ganas akan marah,” ucap Marvin yang mengingatkan Dennis agar tidak mengingat Lee.

__ADS_1


“Aku tidak mengingatnya pa. Tapi aku sangat terpesona dengan wajahnya,” ucap Dennis yang membuat Marvin kesal.


“Ingat... dia sudah memiliki seorang suami. Suaminya sangat mencintainya,” ujar Marvin.


“Aku ingat pa. Aku tidak akan mengganggu rumah tangganya. Aku hanya kagum kepada wajahnya itu. Mungkinkah aku bisa mendapatkan seorang istri yang seperti dia?” tanya Denis yang berharap ingin memiliki istri seperti Lee.


“Pasti ada. Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini. Berdoalah yang kuat. Tuhan tidak akan pernah tidur dan mengabulkan seluruh permintaan umatnya. Papa peringatkan sekali lagi. Kamu jangan pernah kembali lagi ke masa lalumu. Jadilah manusia yang benar. Kelak suatu Hari nanti kamu akan mendapatkan jodoh seperti Lee. Bahkan jodohmu itu bisa melebihi Lee. Kamu harus bersabar untuk kali ini. Jangan terlalu terburu-buru untuk memutuskan menikah. Karena kamu harus siap semuanya. Kalau kamu dulu nikah sama Sandra atau siapapun itu. Kamu hanya main-main saja tidak pernah serius sama sekali. Tapi untuk kali ini kamu harus serius. Pernikahan itu sakral dan tidak boleh dipermainkan seperti ini,” jelas Marvin yang sangat sayang sekali kepada putranya itu.


*Aku tidak akan mempermainkan pernikahan. Aku sudah tidak mau menghianati perempuan baik. Gadis yang ku nikahi dulu bukanlah gadis yang baik buat aku. Aku harus jujur kepada gadis itu jika ingin menikah,” ucap Denis.


“Sudah siang. Papa ingin pergi ke rumahnya Pak RT. Pak RT lagi mengadakan syukuran. Papa di sana disuruh memasak masakan buat orang kampung,” pamit Marvin.


“Apakah Papa sedang melakukan pekerjaan sampingan sebagai koki?” tanya Denis.


“ibu Yanti sudah tidak ada di dunia ini. Dulu papa memiliki basic untuk memasak. Bahkan sebelum menjadi CEO. Papamu ini adalah seorang koki yang handal di restoran bintang lima,” jawab Marvin yang membuat Dennis terkejut.


“Kalau begitu aku ikut. Biarkanlah aku menjadi asistenmu. Tanpa dibayar pun aku mau melakukannya,” sahut Denis.


Denis pun menganggukkan kepalanya lalu menuju ke kamar. Denis yang dulunya jarang tersenyum. Akhirnya sering tersenyum. Dulunya pemarah, sekarang menjadi sabar. Itulah Denis sekarang sudah banyak berubah.


Jakarta Indonesia.


Seorang pria bertubuh kekar sedang dikerjai oleh sekretarisnya. Diam-diam sang sekretaris itu sangat jahil sekali. Coba bayangkan saja seluruh anak divisi menyerahkan dokumen kepada sang sekretaris. Lalu dengan enaknya sang sekretaris menumpuknya dan menyimpannya terlebih dahulu.


Tepat jam 05.00 sore sang sekretaris dengan enaknya memberikan dokumen tersebut. Dengan wajah imutnya gadis itu menumpuknya di hadapan pria bertubuh kekar itu. Sontak saja pria itu terkejut dan hampir pingsan. Akhirnya pria itu berdiri dan mengejar gadis itu. Namun gadis itu larinya sangat gesit sekali hingga tidak bisa terkejar. Sampai-sampai pria itu sangat kesal sekali.


“Ah resek sekali itu anak. Bisa-bisanya melemparkan pekerjaan sebanyak ini ketika waktu pulang. Mana lagi ada catatannya. Besok harus selesai karena dibuat meeting,” kesal pria itu.

__ADS_1


Ceklek.


Pintu terbuka.


“Garda,” panggil Andi yang membawa beberapa dokumen tersebut.


“Ada apa papa?” tanya Garda.


“Pelajari ini semuanya. Besok kamu harus terbang ke Belgia. Kamu harus menemui tuan Ilyas Mangunkusumo,” jawab Andi.


“Bukankah Ilyas Mangunkusumo adalah seorang CEO Sebastian cabang Belgia?” tanya Garda.


“Kamu benar. Pak Ilyas meminta aku datang ke sana. Berhubungan aku besok terbang ke Singapura. Maka kamulah yang pergi ke sana. Pergilah bersama Arini. Akomodasimu telah dipersiapkan sama Mbak Wati,” jawab Andi.


“Apakah Mbak Wati sudah pulang ke rumah?” tanya Garda.


“Hari ini dia lembur. Dia sedang mengurusi ekspor,” jawab Andi.


“Kalau begitu ya sudahlah. Aku akan menuju ke sana,” tahu Garda.


“Di mana Arini?” tanya Andi.


“Lihatlah ini pa. Sebelum pulang aku harus menandatanganinya semua. Bayangin saja Arini memberikan tugas itu pas tepat waktu pulang ke rumah?” tanya Garda yang membuat Andi terkekeh bahkan meledakkan tawanya.


Tidak sengaja Garda melihat Andi tertawa. Ia hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Bagaimana bisa Andi tertawa sementara sang putra sedang terkena deadline? Seketika Andi berhenti lalu bertanya, “Bukankah dulu kamu seperti ini di Asco sana?”


“Itu benar papa. Tapi tidak separah ini. Rasanya aku akan menghukumnya dan menariknya ke bapak penghulu,” kesal Garda.

__ADS_1


“Ngapain ke bapak penghulu segala?” tanya Andi yang curiga terhadap putranya itu.


 


__ADS_2