Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 65


__ADS_3

Lee ingin sekali mengubur wajahnya di lubang semut. Andi yang kelihatannya pendiam dan jarang sekali membicarakan tentang hal yang intim langsung menodong Lee. Lee tidak bisa berkutik sama sekali dan ingin sekali melemparkan Andi ke Alas Roban. Bagaimana tidak, Andi membicarakan ular piton Erra.


"Papa enggak punya malu. Masa ngomongin ular pitonnya Kak Erra di depan anak perempuannya," kesal Lee yang mengerucutkan bibirnya.


"Apakah itu benar Andi?" tanya Caroline menyelidik.


Andi hanya mengangguk tanpa merasa bersalah. Caroline langsung kesal oleh Andi dan menatap tajam seakan ingin menghajar Andi.


"Bisa-bisanya ya. Seorang Ayah membicarakan hal yang intim ke putrinya. Bagaimana tidak putrinya menjadi sangat malu sekali?" geram Caroline.


Andi hanya terkekeh melihat Lee. Sedangkan Erra hanya menggelengkan kepalanya. Ular pitonnya menjadi trending topik di dalam mobil.


Glek.


"Kenapa juga ular pitonku jadi trending topik antara kedua mertuaku. Apa salah ular pitonku terhadap mereka?" rutuk Erra dengan sendu.


Lee hanya terkekeh geli melihat Erra.


"Iya memang ular pitonmu salah tau. Bagaimana bisa anak gadisku bisa membayangkan ular pitonmu itu?" geram Caroline.


"Ma.. Aku sudah enggak gadis lagi. Aku sudah menjadi seorang wanita. Cepat atau lambat aku akan menjadi seorang ibu," ucap Lee.


"Upzz... Mama lupa," ujar Caroline.


Sesampainya di mansion Fendi. Mereka langsung di sambut oleh Pak Jang dan para pelayan.


"Tuan, Nyonya, Tuan Muda dan Nona Muda," sapa Pak Jang.


"Kak Garda kemana?" tanya Lee.


"Tuan Garda tadi jatuh pingsan dan sekarang sedang di periksa oleh Tuan Matias," jawab Pak Jang.


"Apakah Ayah sudah kembali?" tanya Erra.


"Sudah Tuan Muda," jawab Erra.


Kemudian mereka langsung pergi menuju ke kamar Garda. Fendi yang gelisah hanya duduk diam menunggu Matias.


Sesampainya mereka di depan kamar Garda. Mata Fendi membulat sempurna melihat Caroline dan Andi.


"Apakah kalian berdua sudah bertemu?" tanya Fendi.


"Buktinya," jawab Andi.


"Papa Mama tidak sengaja bertemu di Rumah Berlian BL Company ayah," sela Lee.


"Syukurlah... kalau kalian sudah bertemu," ucap Fendi.


Ceklek.


Pintu kamar Garda terbuka. Matias langsung keluar dari kamar Garda dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Kenapa kamu bahagia seperti itu?" tanya Fendi.


"Ya aku memang bahagia. Tuan Garda baik-baik saja," jawab Matias.


"Baik-baik saja bagaimana!!!" geram Fendi.


"Tenanglah... akan aku jelaskan kenapa Tuan Garda bisa pingsan begini?" ucap Matias.


"Jelaskan sekarang!!!!" bentak Fendi.


"Ayah!" seru Lee.


"Ok.. aku akan menjelaskan semuanya," ujar Matias yang menghela nafasnya.


Di saat ingin menjelaskan semuanya. Garda langsung keluar dari kamar walaupun keadaannya sangat lemah. Garda sangat merindukan Lee. Garda yang melihat Erra dan Lee bersebelahan sangat geram sekali.


"Minggir kamu Erra!" usir Garda.


Erra langsung mundur ke belakang Lee. Erra, Andi dan Caroline tidak mengerti akan situasi seperti ini. Mereka hanya diam dan memandang Garda. Sedangkan Lee merasakan ada sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.


"Kak Brucce," lirih Lee dengan air mata menetes.


Garda langsung memeluk Lee dengan erat. "Aku merindukanmu adikku. Aku akan melindungi kamu. Kakak janji tidak akan membuat kamu dalam bahaya lagi."


Tanpa di sadari oleh Lee. Air mata Garda mengalir. Garda sangat merindukan adik kandungnya.


Suasana saat ini membuat mereka ingin menangis. Erra langsung menunduk dan merasakan ikatan batin kedua saudara itu.


Fendi langsung menarik Matias ke ruangan kerjanya. Fendi langsung menatap tajam ke wajah Matias.


"Kenapa dengan Garda?" tanya Fendi.


"Selama ini Garda mengalami Amnesia Retrograde. Di mana seseorang yang kesulitan untuk memperoleh kembali ingatan di masa lalu. Hal yang menyebabkan seseorang mengidap jenis ini karena pernah mengalami


cedera pada otak atau pernah menjalani operasi di bagian kepala. Tapi syukurlah... ingatan masa lalu Garda pulih kembali dengan cepat," jelas Matias.


"Bagaimana Garda langsung mengingat masa lalunya dengan waktu sekejap?" tanya Fendi.


"Ada yang membuat Garda langsung mengingat masa lalunya yaitu adik perempuannya Lee. Garda ingat wajah Lee," jawab Fendi.


"Jadi Lee lah yang membuat Garda ingat," ungkap Fendi terkejut.


"Ya. Dia bercerita tentang adiknya yang masih berusia 3 tahun itu," tambah Matias.


"Syukurlah," ucap Fendi.


"Aku akan menulis resep buat Garda. Tolong kamu tebus obat itu," titah Matias.


Kemudian Matias duduk dan mengambil buku resep. Setelah menulis resep itu. Matias berpamitan sambil memberikan resep.


Fendi langsung keluar dan menyuruh anak buahnya untuk menebus obat buat Garda.

__ADS_1


Garda, Caroline, Andi, Lee dan Erra berkumpul di kamar Garda.


"Apakah kamu tidak ingat dengan papa?" tanya Andi yang sendu.


"Ingatlah Pa," jawab Garda.


Kemudian Caroline mendekati Garda dan duduk di depannya.


"Maafkan Mama ya. Saat itu mama tidak bisa menyelamatkan kamu," ucap Caroline dengan sendu.


Garda langsung meraih tubuh Caroline dan memeluknya. Garda menangis karena terharu bisa bertemu dengan mama kandungnya sendiri.


"Mama enggak salah. Brucce yang salah mengajak Mama pergi membeli boneka buat adik kecilku," jawab Garda yang sesenggukan.


Flashback On.


Siang yang terik di kawasan kota Jakarta. Seorang anak kecil yang merengek meminta boneka panda. Anak kecil itu menarik-narik tangan mamanya.


"Ayo ma... Belikan adik kecil boneka beruang yang sangat besar sekali," rengek Brucce.


"Baiklah... Mari kita berangkat," ajak Tika.


Kemudian mereka menuju ke pusat perbelanjaan di pusat kota Jakarta. Di tengah perjalanan mereka di hadang oleh 10 mobil. Tika yang saat itu tidak membawa senjata langsung menancap gas. Akhirnya kebut-kebutan itu terjadi hingga memasuki jalanan yang sangat asing bagi mereka.


Mereka memasuki hutan belantara. Di belakang mereka kesepuluh mobil itu masih mengejar. Brucce yang berada di samping Tika sangat ketakutan sekali. Hingga akhirnya ada satu mobil yang berhasil mendekati mobil Tika dan menabraknya.


BRAAAKKK.


Tika yang belum siap menghindar akhirnya membanting setir ke kiri. Tika tak menyadari di sisi kiri jalan itu adalah jurang.


Hingga akhirnya mobil Tika terjun ke jurang.


"Brucce... cepatlah keluar!!!" seru Tika yang membuka kunci mobilnya.


"Enggak ma," ucap Brucce yang ketakutan.


Dengan cepat Tika langsung membuka pintu mobil dan melemparkan tubuh mungil Brucce keluar.


"Mama!!!!" teriak Brucce.


Saat tubuh Brucce kelempar, Brucce berguling-guling dan kepalanya membentur batu besar hingga keras.


Dug.


Brucce langsung pingsan. Sedangkan mobil Tika sudah sampai bawah. Sekuat tenaga Tika keluar dari reruntuhan mobil itu. Saat berhasil keluar Tika melangkahkan kakinya dengan tertatih. Tak selang beberapa lama mobil Tika langsung meledak.


Booomm...


Tika bersyukur karena bisa menyelamatkan Brucce. Tika langsung jatuh dan tak sadarkan diri.


Semenjak kejadian itu Brucce di tolong sama keluarga Burhan Prayitno. Brucce sendiri tidak tau dengan nama aslinya. Hingga akhirnya Burhan memberikan nama yaitu Garuda Muda Prayitno. Burhan mengajak Garda tinggal di Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2