Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 357


__ADS_3

"Entahlah. Orang itu semakin gila saja. Ingin menghancurkan rumah tangga orang begitu saja," jawab Caroline.


"Gila saja itu orang. Bisa-bisanya ingin mengganggu rumah tangga orang. Ah... Jiwa kepoku ingin berteriak dan meronta. Aku ingin tahu semuanya tentang orang tua itu," ucap Rani sambil tersenyum iblis.


"Yang pastinya orang itu adalah orang gila. Semena-mena mengatur rumah tangga orang. Aku yakin orang itu tidak akan pernah bahagia sama sekali," kesal Caroline.


"Kok aku merasa ada yang janggal ya?" tanya Rani kepada Caroline.


"Jaggalnya?" tanya Caroline.


"Kita lihat saja nanti apa yang sebenarnya terjadi. Jika singa betina sudah mulai beraksi kita akan menunggu Pak Dwi hidup ketakutan," jawab Rani.


Beberapa saat kemudian Andi dan Bayu tiba-tiba saja hadir di depan mereka. Kedua pria itu tersenyum sambil melihat istrinya masing-masing.


"Rani," panggil Bayu.


"Tika," panggil Andi.


Kedua pria paruh baya itu merentangkan kedua tangannya. Mereka ingin istrinya berhamburan ke dalam pelukannya. Namun kedua istri itu pun tidak bergerak sama sekali. Mereka memutuskan untuk mager. Males bergerak dari satu posisi ke posisi lainnya.


"Biarkan saja mereka berdua seperti itu. Kita akan menghukumnya sampai satu bulan kemudian," bisik Rani.


"Hukuman apa yang pantas kamu berikan?" tanya Caroline.


"Disuruh tidur di pos satpam selama satu bulan penuh," kesal Rani.


Kedua pria itu langsung merubah wajahnya menjadi sendu. Mereka menghembuskan nafasnya secara kasar dengan kompak.


Andi dan Bayu saling menatap penuh pertanyaan. Mereka memiliki ide untuk mengerjai kedua para istri. Belum sempat mereka berdiskusi, seorang pengawal tiba-tiba saja datang dengan wajah ketakutan.


"Maaf tuan mengganggu sebentar," sela pengawal tersebut.


"Ada apa?" tanya Bayu yang melihat sang pengawalnya ketakutan.


"Ada apa?" tanya Rani lagi. "Ini pasti tentang Pak Dwi itu kan?"


"Benar tuan dan nyonya. Mbak Dwi tidak mau pergi dari sini sebelum bertemu dengan anda semua," jawab pengawal itu.


"Rasanya aku ingin menggigit itu orang," kesal Rani.


"Memangnya ada apa tua bangka itu ke sini?" tanya Bayu yang berubah menjadi bad mood.


"Ujung-ujungnya meminta Erra bercerai dari Lee. Beberapa waktu lalu Pak Dwi juga datang mengatakan seperti itu. Jujur aku sangat kesal sekali terhadap Pak Dwi. Papa tahu kan kalau Lee sama Erra menikah karena bukan politik perusahaan. Mereka menikah atas dasar saling mencintai dan menyayangi semenjak kecil. Apalagi era pada waktu itu sudah mengklaim Lee adalah calon istri masa depannya," jelas Rani yang membuat Andi menjadi geram.

__ADS_1


"Di mana Lee?" tanya Caroline.


"Lee masih berada dalam perjalanan. Mama tahu nggak... Kalau cinta mereka semakin rekat seperti perangko. Aku aja sebagai insan di bumi ini kalah telak sama kedua orang itu," jawab Andi yang membuat Caroline memukul pundaknya.


Mereka pun tertawa terbahak-bahak melihat Andi menderita. Lalu mereka saling menatap dan mencari solusi atas kedatangan Pak Dwi.


"Bagaimana ini?" tanya Rani.


"Entahlah. Aku harus bagaimana?" jawab Bayu frustasi.


"Awalnya Bagaimana sih? Kok terjadi perjodohan antara Brenda dan Erra?" tanya Rani yang belum mengerti sama sekali duduk masalahnya.


"Jujur, aku nggak tahu sama sekali soal itu. Aku juga nggak pernah menjodohkan Erra dengan Brenda. Yang aku tahu Erra sangat mencintai Lee. Inilah yang membuat aku pusing tujuh keliling. Dengan penuh percaya diri Pak Dwi bilang kalau Erra adalah calon menantunya," jelas Bayu yang tidak mengerti apa masalahnya.


"Aku harap kamu tidak marah sama aku," ucap Bayu kepada Andi.


"Aku tidak pernah marah sama kamu. Apalagi memakimu seperti itu. Sedari dulu aku memang mengetahui kalau Erra sudah mencintai putriku. Aku tidak mau memisahkan mereka. Aku ingin mereka hidup bersama dan bahagia hingga menjadi buyut," jelas Andi yang tidak ingin memperkeruh suasana.


"Terima kasih sudah menerima Erra sebagai menantumu. Kalau begitu kita temui Pak Dwi langsung dan mengkonfirmasi kalau Erra adalah menantumu yang sah," pinta Bayu yang mendapat anggukan dari Andi.


Sementara di luar Erra menghentikan mobilnya karena melihat banyak mobil yang berserakan. Lalu Erra memutar bola matanya dengan malas. Bisa-bisanya mereka mematikan mobilnya secara asal dan acak. Mau tidak mau Erra memanggil derek untuk menderek mobil mereka.


"Kenapa mobil itu berserakan?" tanya Lee yang bingung. "Bahkan kita tidak bisa masuk sama sekali."


"Apakah ada acara iring-iringan pernikahan?" tanya Lee dengan serius.


"Mana ada acara pernikahan di sini? Kamu tahu kan dari ujung jalan sana sampai ujung jalan belakang. Tempat itu adalah tutorialku. Jadi jika ada pernikahan mewah atau sederhana di tempat itu. Maka mereka harus meminta izin terlebih dahulu kepadaku. Selama ini tidak ada orang yang meminta izin untuk meminjam lahanku," jawab Erra.


"Tapi ini sangat aneh sekali. Kenapa banyak mobil berserakan seperti ini? Mereka sudah memblokade jalan kita masuk ke dalam," tanya Lee yang bingung.


"Aku akan menghubungi penjaga untuk mencari informasi terdekat. Oh iya... Hubungi beberapa derek menuju ke sini. Aku mau semua mobil diderek dan dibuang ke lautan!" perintah Erra sambil meraoh ponselnya di dashboard. "Enak saja mereka memarkirkan mobilnya begitu saja. Emangnya dikira ini jalan nenek moyang lu apa? Nggak gue aja yang lewat! Semua orang lewat di sini!"


Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Rencana pulang dari Istanbul, Lee akan melepaskan rindu bersama para mama. Berhubung keadaan yang semakin rumit seperti ini, mau tidak mau mood baik Lee hancur berantakan.


"Aku setuju," balas Lee dan menghubungi beberapa derek untuk datang ke sini.


Beberapa saat kemudian, datang penjaga yang mengetuk pintu mobil Erra. Lalu Erra memberikan kode agar masuk ke dalam. Penjajah itu pun menurut kemudian masuk ke dalam mobil Erra.


"Ada apa Pak Banu?" tanya Erra.


"Di dalam ada kedatangan Pak Dwi," jawab Pak Banu nama penjaga itu.


"Pak Dwi datang ke sini?" tanya Erra. "Lalu, kenapa banyak mobil berserakan seperti ini?"

__ADS_1


"Pak Dwi membawa sanak saudaranya untuk melamar anda tuan," jawab Pak Banu yang membuat Erra dan Lee kaget setengah mati.


"Apakah itu benar?" tanya Erra.


"Itu benar tuan," jawab Pak Banu lagi.


"Kalau begitu keluarlah. Kalau Pak Dwi tanya, bilang aku tidak pulang ke rumah. Aku menolak lamarannya. Karena aku sudah memiliki seorang istri," ujar Erra dengan serius.


"Baik Tuan," bales Pak Banu lalu keluar dari mobil.


Mau tidak mau Erra mengajak Lee pergi ke suatu tempat. Ia menuju ke sebuah hotel miliknya. Di dalam perjalanan Erra sangat geram sekali terhadap Pak Dwi.


Lalu, bagaimana dengan Lee? Jujur saja hati Lee sangat marah sekali. Bisa-bisanya sang suami disuruh nikah. Lee tidak akan merestui jika pernikahan itu terjadi.


"Kamu mau tinggal di mana?" tanya Erra.


"Aku ingin tinggal di markas saja," jawab Lee.


"Kamu nggak mau tinggal di hotel bersamaku?" tanya Erra sambil fokus membawa mobil.


"Aku tidak mau. aku memilih untuk tinggal di markas sekalian buat kita bersembunyi," jawab Lee.


"Kenapa kamu nggak tinggal di hotel?" tanya Erra yang menyelidik.


"Hotelnya siapa?" tanya Lee balik.


"Ya hotel suami kamu ini. Di lantai atas sendiri ada kamar yang luasnya hampir menghabisi lantai itu. Kamu tahu tempat yang kamu desain dengan sepenuh hati," jawab Erra yang memberikan Lee tanda tanya.


"Aku desain dengan sepenuh hati?" tanya Lee yang bingung dengan pertanyaan Erra.


"Iya itu benar. Sengaja tempat itu aku kosongkan.Bila suatu saat nanti ada serangan mendadak seperti ini, aku bisa bersembunyi di dalam tempat itu," jawab Erra yang membuat Lee paham.


"Ternyata kakak sangat romantis sekali," puji Lee dengan tulus.


"Buat kamu Aku selalu romantis," ucap Erra sambil menghentikan mobilnya dan berhenti di dekat pohon yang rindang.


Kedua insan itu memutuskan untuk keluar dari mobil. Tidak sengaja Lee melihat erta yang sedang bahagia. Akhirnya Lee memeluk Erra dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Jika kamu mampu mempertahankan aku, maka Aku tidak akan pernah pergi dari sisimu. Karena kamu adalah seseorang yang membuat aku hidup. Kamu tahu kalau aku sangat mencintaimu. Bahkan rasa cintaku ini semakin hari semakin besar," ucap Erra yang membuat Lee terharu.


"Aku juga tidak akan pernah meninggalkan kamu. Biarkanlah semua orang berkata, kalau aku ini orangnya tidak pernah serius sama sekali. Terlalu mengejar kesenangan jiwa semata. Semua orang kantor selalu mencibirku. Karena telah merebut kamu darinya," bisik Lee yang membuat Erra tersenyum.


"Aku nggak peduli soal itu. Aku nggak peduli omongan orang tentang kamu. Biarkanlah mereka menilai kamu gimana-gimana. Karena kamu telah membuktikan semuanya kepadaku. Mereka tidak tahu siapa kamu sebenarnya. Jika mereka tahu kemungkinan besar akan tunduk kepadamu," ujar Erra.

__ADS_1


"Aku tidak mau semua orang tahu tentangku. Bahwa aku lahir di keluarga Sebastian. Biarlah rahasia ini beberapa orang saja yang mengetahuinya," kata Lee. "Apakah kamu mengantuk?"


__ADS_2