
“Itu sebuah clue kak. Aku akan menulis kalimat demi kalimat untuk mereka. Kakak tahu yang namanya Manda. Dia adalah kaum borjuis memiliki banyak hutang di kartu kreditnya. Beberapa bulan dia belum membayar tagihannya. Nah... Lee akan berencana membayar tagihannya dengan uang kas di sana. Setelah itu Lee akan memberikan bukti pelunasannya ke sana. Otomotis orang yang berada di dalam naungan Candra takut. Mereka bingung. Aku sebagai Haruka akan menulis kalau mereka tidak akan diberikan upah. Kakak tahukan nanti apa yang akan terjadi,” jelas Haruka yang membuat Mama Yi tersenyum lebar.
Mama Yi mengakui kalau Lee hebat. Jujur saja sebelum ke sini Lee belum memiliki rencana apapun. Setelah itu Lee menemukan rencana yang epic. Bahkan lebih epic dari sang papa. Mama Yi terus memperhatikan orang-orang sedang berjaga. Sedangkan Haruka menulis dengan memakai bahasa Inggris.
Andi, Erra, Garda dan Lee melihat situasi masih aman dan tidak ada pergerakan apapun. Matanya tetap awas dan fokus. Erra langsung menepuk pundak Sascha untuk menjalankan rencana spontannya. Lalu Lee segera mengambil ponselnya sambil mengotak-atik ponselnya itu. Lee segera membobol sistem keamanan yang berada di gedung itu. Dengan cepat Lee menemukan sebuah celah dan mulai menelusurinya dengan sabar.
“Banyak bugnya. Mereka tidak sadar kalau situsnya bisa dibobol. Mereka terlalu bodoh atau apa ya?” tanya Lee yang mulai berapi-api.
“Kamu jangan salahkan sang pembuat. Tapi kamu salahkan Candra memperkerjakan orang seperti itu. Jujur hacker yang dimiliki Candra memang payah. Kenapa enggak pake Jacob atau Greg?” tanya Garda yang menggelengkan kepalanya.
Greg dan Jake yang sedang membobol sistem keamanan pabrik itu merasakan kupingnya berdenging. Mereka tidak tahu kalau dirinya menjadi pembicara antara adik dan kakak. Namun mereka masih serius dan tindak memperdulikan hal itu.
Lee yang berhasil membobol sistem keuangan sangat kaget. Uang yang dihasilkan oleh Candra memang menakjubkan. Lalu ia menatap wajah Erra, Andi dan Garda secara bergantian.
“Bagaimana?” tanya Garda.
“Uang yang berada di dalam sana sangat banyak sekali. Aku tidak bisa menghitungnya. Jumlahnya sangat fantastis sekali. Jika aku menghitungnya enggak bakalan bisa selesai,” jawab Lee.
“Lalu?” tanya Erra.
“Aku akan mengambil uang seratus juta dolar. Dan membagikannya ke sejumlah panti asuhan di seluruh dunia. Setelah itu aku akan membayar uang tagihan milik kaki tangan milik Candra. Apakah kak Garda sudah siap?” tanya Lee.
“Aku sudah menambahkan panti jompo, komunitas kanker dunia dan juga ke orang-orang yang membutuhkan biaya,” jawab Garda yang tersenyum manis.
“Oke... Uang itu akan aku simpan di bawah tanah terlebih dahulu. Kemudian setelah menyelesaikan misi ini kakak bisa membagikan ke daftar yang telah kakak buat,” ucap Lee yang melakukan aksinya.
__ADS_1
Dengan tangan lihainya Lee melakukan aksi pencurian uang dengan cepat. Ia mulai membayar hutang-hutang karyawan yang memiliki uang banyak. Kemudian Lee membuat akun penyimpanan uang di dunia bawah tanah. Di tempat inilah banyak sekali para mafia dan gangster menyimpan sejumlah kekayaannya yang tak kasat mata.
Sementara di tempat lain Haruka selesai membuat sebuah surat. Dimana surat itu akan ditujukan oleh mereka. Memang yang dilakukan mereka sangat ekstrem. Namun mereka mengakui kalau dirinya belum pernah memprovokasi orang. Mereka adalah wanita terhormat dan banyak disegani banyak kaum hawa.
“Apakah kamu selesai?” tanya Mama Yi.
“Ya... aku memang selesai. Aku akan melemparkan kertas itu memakai botol,” jawab Haruka.
“Apakah sekarang?” Tanya Mama Yi.
“Menunggu laporannya Lee,” jawab Haruka.
Greg dan Jake sudah berhasil mencari sistem keamanan tersebut. Mereka segera menonaktifkan sistem itu supaya pasukan Sam, Imam dan Joko masuk. Tiga orang itu langsung meminta para anggota memasang bom di area sekitar. Untung saja mereka sudah terlatih dan cepat mencari tempat tersembunyi yang bisa dipasang oleh bahan peledak. Mereka membutuhkan waktu hanya sepuluh menit. Setelah itu Sam, Imam dan Joko menarik pasukannya. Mereka mulai menunggu komando dari Lee.
Lee yang selesai mengambil uang milik Candra tersenyum puas. Ia langsung menyimpannya di akun tersebut. Lee segera membuat keamanannya berlapis-lapis. Lee mulai menghitung dan memberikan kode buat Haruka untuk melemparkan surat itu ke arah Pengawal. Setelah itu Lee menunggu reaksi mereka. Sambil menunggu Lee memasang lagu metal sambil moshing membuat ketiga pria itu mengikutinya. Ya... Memang mereka sangat gila jika musik keras bergema.
Lee yang mendengar ribut-ribut segera tersenyum. Lalu Garda segera membobol semua CCTV di dalam gudang itu. Keadaan semakin chaos dan ramai. Lee menyuruh semua pasukan mundur dengan cepat karena tempat ini mau meledak. Dengan cepat mereka mulai menjauhi tempat tersebut. Dengan cepat mereka kembali ke mobil masing-masing.
“Apakah papa mau meledakkan sekarang?” tanya Lee.
“Demi anak perempuan papa yang sangat cantik ini. Lebih baik kamu saja yang melakukannya. Papa ingin mendengarkan Helloween dengan tenang,” celetuk Andi yang mempersilakan Lee.
“Bagaimana dengan kalian?” tanya Lee.
“Sudah itu bagian kamu. Kami ingin meracuni papa dengan black metal,” kekeh Garda yang rindu dengan musik aliran black metal.
__ADS_1
“Papa sudah tua. Tidak akan bermain band seperti dulu,” kesal Andi yang tidak mau mendengarkan musik black metal.
“Ya sudah. Lebih baik kalian dengar ledakan nuklir terbesar hari ini,” sahut Lee dengan semangat.
Sedetik, dua detik, tiga detik... Jari lentik milik Lee akhirnya menekan tombol power yang berada di layarnya itu. Lalu....
Doooooommmmmm!
Suara ledakan memekikkan telinga. Asap membumbung tinggi ke awan. Seluruh anggota Black Dragon dan White Eragon terkejut dan senang bisa menghancurkan tempat itu dengan cepat. Mereka bersorak kegirangan karena rencana dadakan Lee muncul secara tiba-tiba. Tanpa pikir panjang Lee langsung menyusun sebuah rencana. Walau sederhana tapi bisa membuat Candra bangkrut.
“Sepertinya tempat ini adalah sumber keuangan milik Candra terbesar di Amerika,” celetuk Lee.
“Kata Dennis ini masih kecil. Ada lagi yang lebih besar,” jawab Andi.
“Apakah itu benar pa?” tanya Lee.
“Ya... Itu benar. Ini terlalu kecil buat Candra,” jawab Andi.
“Kalau begitu kita akan mencarinya setelah ini?” tanya Lee.
“Denis sudah memberi tahukan kepadaku di mana sumber kekayaannya. Jika kita bisa mencarinya, kita bisa membakarnya. Dan kita bisa membuat Candra terkena serangan jantung,” jawab Garda.
“Aku ingin lihat Candra menangis dan meraung-raung,” ucap Erra.
“Aku kok malah pengen ke perhelatan musik cadas tahun depan,” celetuk Lee.
__ADS_1