
Cs yang masih berada di dalam kamar meraih ponselnya. Ia tidak sengaja membuka galery foto. Ia menemukan sebuah video yang berisi USG ketiga calon bayinya. Sambil tersenyum manis Lee memegang perutnya.
"Kalian adalah malaikat mama dan papa. Semuanya sudah berakhir. Kalian bisa hidup tenang dan bisa menjalaninya. Mama harap kalian tidak akan pernah bertemu dengan kejahatan," ucap Lee sambil mengajak tiga calon bayinya berbicara.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Rani dan Caroline masuk ke dalam kamar. Mereka melihat Lee sedang berbahagia. Senyum simpul hadir di mulut mungil Lee. Kedua wanita paruh baya itupun segera mendekat dan duduk di samping Lee.
"Anak mama belum tidur?" tanya Rani.
"Aku belum mengantuk ma," jawab Lee.
"Sudah malam," ucap Caroline.
"Entah kenapa aku belum mengantuk sama sekali. Apakah kini karena ketiga calon bayiku yang sedang mengajak bermain?" tanya Lee.
"Kemungkinan besar iya. Meskipun masih kecil mereka mengajak mamanya begadang," jawab Caroline.
"Dimana Kak Erra?" tanya Lee.
"Mama usir Erra dari kamar. Mama suruh Erra tidur bersama para papa," jawab Frank sambil tersenyum manis.
"Ah.... rasanya ini tidak mungkin. Ujung-ujungnya mereka akan bermain game," ujar Lee yang paham hobi Erra dan kedua para papa itu
"Biarkan saja. Biar mereka semakin akrab bermain game," celetuk Caroline dengan tersenyum kemenangan.
Lee akhirnya tertawa tertawa terbahak-bahak mendengar celetukan dari Caroline. Memang jika kedua para papa berkumpul dan juga Erra, bisa dipastikan mereka bermain game online sampai pagi.
"Mama senang mendengar kabar kehamilan kamu. Sebentar lagi para mama akan memiliki para cucu," sahut Rani.
"Aku tidak pernah menyangka kalau sebentar lagi menjadi seorang mama," kata Lee yang meneteskan air mata karena bahagia.
"Semuanya sudah berakhir. Mama harap tidak akan ada lagi pertempuran antara geng mafia. Jika ada pertempuran antara pertempuran antara geng mafia kalian tidak usah ikut-ikutan," jelas Caroline.
__ADS_1
"Iya ma. Aku sudah membicarakan soal ini sama kak Erra. Kak Erra capek mengurusi dunia bawah tanah. Begitu juga dengan lainnya. Kami ingin hidup dengan damai dan tidak ingin terpengaruh dari pihak manapun," jelas Lee.
"Kamu benar. Di dunia ini semuanya tidak ada yang abadi. Jangan pernah menuruti hawa nafsu semata," pesan Caroline.
Memang benar apa yang dikatakan para mama. Memang di dunia ini tidak ada yang abadi. Setiap manusia seharusnya hidup saling rukun dan tidak pernah membuat keributan.
"Aku mengantuk ma," ucap Lee.
"Lebih baik kamu bobo sana," suruh Caroline.
"Tapi... kenapa aku tidak bisa tidur?" tanya Lee.
"Apakah kamu ingin tidur sama Erra?" tanya Rani yang memberikan opsi lain.
"Aku tidak ingin tidur sama Kak Erra. Entah kenapa aku tidak menyukai wajah Kak Erra malam ini. Makanya aku usir dari kamar," jawab Lee yang membuat para Mama tertawa.
Melihat para Mama tertawa, Lee hanya membulatkan matanya dengan sempurna. ia bingung apa yang ditertawakan para mama.
"Kenapa Mama tertawa?" tanya Lee. "Seharusnya Mama memberikan solusi pada Lee. Agar aku tidak mengusir Kak Erra dari kamar."
"Iya itu benar. Kamu tahu enggak pas mama hamil Kakakmu itu," ujar Caroline.
"Yang mana ya?' tanya Lee.
"Masa kamu enggak tahu sih? Mama sampai mengungsi ke mansion mama Rani selama sebulan," jawab Caroline.
"Lalu, bagaimana dengan papa?" tanya Lee yang penasaran dengan cerita Caroline.
"Ya... papamu terpaksa mengalah tidak menyusul untuk sementara waktu," jawab Caroline.
"Papa bagaimana ceritanya?" tanya Lee.
"Dengan terpaksa papamu mengalah dan memilih tidur di markas," jawab Caroline.
"Bukannya jika kita membenci suami pas waktu hamil, anak kita akan mirip sama suami kita?" tanya Lee.
__ADS_1
"Kebanyakan begitu. Kamu sama Garda mirip sekali dengan papamu. Mama tidak kebagian sama sekali," kesal Caroline.
"Jangan bicara seperti itu. Aku juga sama seperti kamu. Coba lihat saja Erra yang sangat mirip sekali dengan Bayu? Aku juga sangat kesal sekali," kesal Rani.
Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Ia tidak menyangka para mama curhat tentang kehamilan dan memiliki anak yang sangat mirip sekali seperti papa. Mau bagaimana lagi? Merekalah yang membuahi sel telur para istri. Jadi wajarlah jika anak-anaknya sangat mirip sekali dengan para papa.
"Bagaimana dengan kasus Renny yang ibunya teman mama itu?" tanya Lee ke Rani.
"Ah... itu lain ceritanya," jawab Rani.
"Cerita yang mana? Sepertinya aku enggak tahu soal itu?" tanya Caroline.
"Biasa ibu-ibu komplek yang nimbrung saat belanja," jawab Rani. "Ibu-ibu disana sangat rame sekali membicarakan tentang Renny anaknya ibu Carla. Dilihat dari segi wajahnya Renny tidak mirip sama sekali sama dirinya maupun suaminya itu. Mereka curiga kalau Ibu Carla selingkuh."
"Beritanya rame loh ma. Sampai-sampai mereka cerai karena Ibu Carla ketahuan selingkuh sama teman SD jaman dulu," tambah Lee.
"Musuh bebuyutannya Lee tuh Ibu Carla ketika main ke mansion," celetuk Rani yang membuat Lee tersenyum kocak.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Caroline.
"Biasalah. Lee dulu sering ke mansion disuruh Erra mengambil beberapa berkas jika enggak masuk kantor," jawab Rani.
"Berantemnya?" tanya Caroline.
"Disangka Lee main kesana ingin menggoda suaminya. Memang dulu Lee sering sekali memakai busway kalau ke kantor. Sebelum ke kantor, Lee memang sengaja mampir. Nah saat jalan menuju ke mansion Pak Burhan sering melihat Lee. Terus Pak Burhan itu sering menyapa Lee tiap pagi. Yang kita tahu Lee itu adalah wanita yang ramah sekali dengan orang lain," jelas Rani.
"Terus sampai berantemnya gimana?" tanya Caroline.
"Pas tepatnya hari Minggu, Lee memang mendapatkan tugas dari Kak Bayu. Otomatis Lee akan ke mansion terlebih dahulu sebelum ke markas. Jadi ceritanya Lee itu tidak sengaja melihat Pak Burhan sedang olahraga. Dirinya menyapa seperti biasanya. Lalu Pak Burhan memanggilnya dan mengajaknya mengobrol sebentar. Ujung-ujungnya Ibu Carla datang sambil menatap wajah Lee. Langsung Lee diamuk habis-habisan sama orang itu. Begitulah awal kisah perseteruan antara ibu Carla dan Lee. Sampai sekarang Ibu Carla sering mewanti-wanti Pak Burhan untuk tidak ketemu Lee. Gara-gara itu Pak Burhan sangat kesal sekali kepada istrinya," jelas Rani.
"Yang lebih parahnya lagi, aku sering meledek ibu Carla jalan bareng sama Kak Garda. Setiap bertemu aku bilang kalau kak Garda itu lebih tampan dari Pak Burhan," tambah Lee.
"Parah banget ini putriku. Bisa-bisanya membuat rumah tangga orang menjadi runyam. Ditambah lagi dengan pertemuannya bersama Pak Burhan. Lama-lama rumah tangga Pak Burhan hancur," ucap Caroline.
"Aku nggak sengaja kok Ma. Kalau aku mau cari orang yang lebih tampan mending nggak usah Pak Burhan. Banyak kok temen-temen sekolahku dulu tampan-tampan. Nanti tak suruh ke Indonesia untuk memamerkan lagi ke Ibu Carla. Bagaimana nanti perasaannya? Apakah Ibu Carla semakin panas? Atau Ibu Carla semakin kesal kepadaku?" Tanya Lee.
__ADS_1