
“Memang ini adalah tugas papa. Tapi papa kalah cepat dengan singa betina,“ jawab Bayu.
“Aku merasa bersyukur sekali mendapatkan seorang adik yang sangat tangguh seperti itu. Tidak pernah mengenal bahaya walau sedang mengintainya. Terima kasih pada Papa yang sudah menggembleng adikku menjadi singa betina,“ ucap Garda dengan tulus.
“Kamu tahu, kenapa aku menggemblengnya dengan keras? Karena dia adalah anak mafia. Cepat atau lambat identitas yang dirahasiakan oleh kami akan terbongkar. Jika itu terjadi maka Lee akan mendapatkan bahaya,” jelas Bayu. “Jika Lee tidak memiliki keterampilan menembak, main pedang dan beladiri maka nyawanya akan terancam."
“Papa benar. Inilah keadaan yang mendesak. Jangankan di dunia mafia, di dunia bisnis pun seperti itu. Bahkan aku sebagai asistennya Erra pernah diburu oleh orang-orang untuk dihabisi,” ujar Garda secara terang-terangan.
“Itu sudah menjadi resiko ketika hidup di dunia bisnis. Jangankan hidup di dunia bisnis, di dunia orang biasa saja memiliki musuh. Jika kamu tidak tahu maka pergilah ke suatu tempat. Di sana kamu menemukan adanya orang-orang bermusuhan. Nanti kamu akan tahu sendiri jawabannya,“ usul Bayu yang membuat Garda paham.
"Pasti ujung-ujungnya ke daerah konflik,“ sindir Garda lalu cepat-cepat meninggalkan Bayu agar tidak terkena lemparan sepatunya sang papa.
“Aish... nih bocah semakin lama semakin bandel juga. Jika bukan anak Andi pasti aku lempar ke kawah Gunung Agung,“ kesel Bayu.
“Pengawal!“ teriak Bayu.
Kedua pengawal yang sedang berjaga langsung mendekati Bayu. Mereka menundukkan kepalanya sambil memberi hormat, "Selamat sore, Tuan Bayu.“
“Sore! Bawa mereka ke ruangan bawah tanah!“ titah Bayu yang segera meninggalkan mereka.
Para pengawal itu pun langsung menarik kedua orang yang belum sadar tersebut. Mereka langsung membawanya ke ruangan bawah tanah. Mereka tidak lupa mengikat kedua tangannya dan kakinya dengan rantai seberat dua puluh kilo.
__ADS_1
Setelah itu mereka keluar dari ruangan bawah tanah. Sedangkan Irwan dan March sedang duduk di ruangan khusus. Kedua pria itu terdiam tanpa banyak kata. Mereka menganalisis tentang Lee. Jujur di dalam hati mereka memuji kehebatan Lee. Semakin hari semakin lama kehebatan Lee bisa menyamai sang ketua Bayu. Lalu, apakah mereka marah? Tidak, mereka tidak akan pernah marah sekalipun. Kalaupun marah itu tidak mungkin. Karena mereka juga turut andil untuk menggembleng Lee.
Beberapa saat kemudian datang Joko dan Andi. Mereka menghempaskan bokongnya di sofa. Kedua pria itu melihat Irwan dan March sedang berdiam diri. Biasanya mereka sering melemparkan jokes yang tidak penting.
“Apakah perburuan kalian lancar?" tanya Andi.
“Sangat lancar sekali. Bahkan ketiga wanita tangguh pun ikut-ikutan menangkap mereka. Kamu tahu, ketika kami sampai mereka sudah menghabisi pengawal Black Lotus. Jujur saja kami sangat terkejut sekali ketika Nicky ditemukan oleh mereka," jawab Irwan.
“Maksudnya apa ketiga wanita tangguh itu?“ tanya Andi yang sedang mencerna kata-kata Irwan.
Seketika Joko paham maksud Irwan. Saat mobil Erra berpapasan dengan mobil Haruka, Haruka sengaja menghadang mobil Erra. Lalu sang istri pun keluar untuk mengajak Lee bersamanya. Kemudian Joko melihat Andi yang masih bingung.
“Aku tahu apa yang dimaksud dengan Irwan. Ketiga wanita tangguh itu adalah istriku, Harka dan Lee. Kemungkinan besar mereka terlebih dahulu menangkapnya," jelas Joko.
“Lama-lama sangat meresahkan memiliki wanita tangguh," celetuk Andi.
“Yang kamu katakan benar. Aku ingin mereka bermanja-manja di dadaku. Lalu meminta uang kepada untuk dihabiskan belanja barang-barang branded yang sedang happening sekarang. Tapi mereka tidak pernah meminta uang kepadaku. Aku sangat bingung sekali kepada istriku sendiri. Padahal uangku itu banyak sekali, aku bekerja hanya untuk istri dan anak-anakku. Sekarang anakku sudah dewasa lalu siapa yang akan menghabiskan uangku?" tanya March serius.
“Apakah kamu tidak membaginya kepada calon anak-anakmu nanti? Toh juga Mereka ingin merasakan uangmu. Kamu harus membuat planning masa depan mereka mumpung kamu masih hidup. Siapa tahu nanti mereka bisa meneruskan cita-citamu menjadi astronot yang tidak kesampaian itu," ucap Andi.
“Jujur jujur aku ingin menjadi astronot. Tapi kenapa ujung-ujungnya menjadi CEO yang menyebalkan seperti ini. Lebih baik aku memilih untuk menjadi mata-mata. Lalu mencari para musuh h bergerak memberontak kepada kita dan menghabisinya,” celetuk March.
__ADS_1
“Sudah jangan terlalu dipikirkan. Aku juga mengira kalau Jake bisa meluruskan cita-citamu itu. Tapi dia lebih memilih untuk menjadi seorang hacker terkenal,“ puji Joko dengan tulus.
“Kalau begitu nikmati saja harimu. Jangan terlalu mengeluh dan biarkan seperti air mengalir," pesan Irwan ke March.
“Ada rencana tidak untuk menghancurkan perhelatan besar itu?" tanya Irwan.
“Masih belum ada rencana. Dibakar atau.. aku belum tahu rencananya ada di Erra dan Garda. Sepertinya Bayu juga belum mempunyai rencana. Maka kita tidak usah memikirkan terlalu dalam rencana itu. Biarkan saja seperti air mengalir,“ ujar Joko yang mengerti sifat teman-temannya itu yang malas membuat rencana.
"Sepertinya kamu semakin pintar saja bisa menebak. Apa karakter kami?” puji Irwan ke Joko.
“Ya... Kalian memang merencanakan sesuatu tapi itu tidak bisa berjalan dengan baik. Seluruh rencana yang kalian buat langsung gagal total, “ sahut Joko.
“Yang kamu katakan benar apa adanya. Rencana satu, rencana dua dan rencana tiga yang kita buat gagal total. Maka daripada itu kita tidak perlu membuat rencana yang aneh-aneh. Bukannya kita mempunyai Lee dan Erra? Mereka sudah menjadi dua jiwa dalam satu raga. Mereka langsung membuat rencana itu dalam per sekian detik. Walaupun cepat namun rencana mereka bisa membuat para musuh ketakutan," tambah Irwan.
“Aku setuju pendapatmu, Wan. Memang kita nggak usah buat rencana yang aneh-aneh. Meskipun begitu kita harus memiliki rencana sendiri untuk dibuat cadangan. Setiap manusia tidak ada yang sempurna di muka bumi ini. Sekalipun orang itu sangat hebat sekali mempunyai harta, tahta dan wanita. Maka setiap manusia dilahirkan di bumi sudah memiliki otak di atas rata-rata. Dan bisa membuat rencana sedemikian rupa," ujar Joko yang diacungkan jempol oleh Andi dan March.
“Mau diapain kedua orang itu?" tanya Joko.
“Kemungkinan besar akan dibantai oleh singa betina,” jawab Andi.
“Perasaan singa betina menjadi anggota mafia tidak pernah membantai orang sekalipun. Selesai menangkap, singa betina langsung memberikannya kepada pengawal. Dan itu sangat aneh sekali bagi kita. Aku sangka Lee memiliki jiwa yang akut sepertimu,” kata March.
__ADS_1
“Tolong jangan samakan aku dengan putriku. Aku tidak mau putriku memiliki jiwa psikopat sepertiku!” tegas Andi.