Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 428


__ADS_3

"hanya kumpul-kumpul saja. Kakak besarmu sangat merindukan kalian semua. Jadinya Malam ini kita akan mengadakan pesta di halaman belakang sambil membicarakan bisnis," jawab Samuel.


"Jujur aku rindu sama kakak besar. Tapi aku bersyukur Kakak besar bisa pulang kemari. Dan sebentar lagi Kakak besar akan menjadi orang tua. Aku berharap kakak besar dan ketiga bayinya sehat. Sekarang aku tanya sama Pak Samuel. Kapan bapak menikah? Banyak loh karyawati di sini ingin mengantri jadi calon istri bapak," tanya Pita sambil tersenyum manis.


"Nanti setelah suci menikah. Kamu akan menikah denganku. Kalau kamu menolaknya. Aku akan membawamu kantor catatan sipil. Lalu aku kurung kamu di kamar hingga waktu pernikahan tiba," jawab Samuel dengan serius.


"Bapak ini bercanda saja. Jangan saya Pak. Saya takut sama fans berat bapak yang ada di kantor ini. Bisa-bisa hidup saya tidak tenang sama sekali. Ingin rasanya saya hidup tenang tanpa harus ada teror di mana-mana," ucap Pita dengan jujur.


"Kenapa kamu takut diteror? Bukankah kamu adalah pasukan khusus yang dipimpin oleh kakak besarmu? Kamu harus melibas mereka dengan prestasi."


"Bapak ini aneh. Sangking anehnya bapak menyamakan dunia bawah tanah dengan dunia nyata. Aku bisa saja menghabisi mereka hanya sekali pukul. Tapi itu tidak mungkin aku lakukan. Jika aku melakukannya, kemungkinan besar akulah orang yang pertama masuk dalam penjara hanya karena berebut bapak. Kan nggak lucu. Gara-gara rebutan cowok jadi masuk penjara."


"Iya ya. Ya sudah deh kamu nggak usah takut gitu. Aku memiliki hidup dan tidak boleh ada yang mengganggu. Jika mereka mengganggu kamu. Sama saja mereka adalah mengganggu privasi orang. Kamu nggak perlu takut sama mereka. Buktikanlah semua yang kamu punya. Kamu memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kamu memiliki wajah yang sangat cantik sekali."


"Bukan maksud saya begitu Pak. Mereka berpikir kalau aku menikah dengan bapak. Ujung-ujungnya mereka itu pasti ngomong begini. Enak ya Pita... Menikah dengan Pak Samuel. Jangan-jangan Pita menikah hanya untuk mengambil asetnya Pak Samuel."


"Omongan seperti itu pasti ada. Mengambil aset itu ya terserah. Kalau kamu menikah pasti ada visi dan misinya dong. Kamu menikah tujuannya apa?"


"Cinta, setia dan kasih sayang."


"Itulah utama jika orang menikah. Mereka nggak tahu loh. Kalau menikah itu pasti dasarnya cinta. Karena cinta membuat semua orang jadi memiliki keterikatan satu jiwa dengan jiwa lainnya."


"Mereka sangat aneh ya? Mau nikah sama orang kaya katanya dituduh mengambil asetnya. Padahal tujuan utama aku nikah itu, demi mendapatkan keuntungan bagi pasangan masing-masing. Ditambah saling melengkapi satu sama lain."

__ADS_1


"Itu benar. Makanya jangan takut sama orang-orang seperti itu. Aku tahu kamu diam-diam mencintaiku. Tapi kamu nggak pernah bilang."


"Gimana mau bilang? Aku malu banget jika ngomongin cinta seperti itu. Apalagi ngomongin cinta ke bapak sendiri. Rasanya itu sangat aneh sekali. Kenapa aku nggak mau bilang sama bapak? Karena aku takut patah hati untuk kesekian kalinya. Sudah berkali-kali aku dikhianati oleh pacarku sendiri. Dan itu sangat nyesek."


"Aku tahu itu. Makanya mulai sekarang kamu adalah calon istriku."


Pita terkejut dengan pernyataan Samuel. Bagaimana bisa di saat jam-jam istirahat begini? Malah menyatakan cinta. Ini sangat aneh sekali. Bahkan terlalu aneh untuk dirinya sendiri.


Jika Samuel sudah melontarkan kata-kata seperti itu. Maka Pita harus menurutinya. Jika tidak Sam melakukan hal yang gila. Jujur Sam memiliki jiwa seperti iblis. Tapi jiwa itu tidak ada yang tahu sama sekali. Hanya sebagian orang saja yang mengenalnya. Jiwa itu sering ditunjukkan di markas besar White Eragon. Bahkan Pita sendiri takut dengan jiwa Samuel.


Kenapa Pita takut? Pita tahu keburukan Samuel. Tapi dirinya tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu. Jika Samuel sudah mengeluarkan jiwa iblis. Jalan satu-satunya adalah seluruh orang memilih untuk pergi dari sisinya. Semoga saja setelah menikah, jiwa iblis Samuel tidak keluar seperti dulu kala.


Sebastian Groups.


Seorang wakil CEO yang bernama Garuda Muda Prayitno Sebastian sangat kesal sekali. Lantaran Garda tidak mendapatkan data pemasaran dari divisi pemasaran. Ia menuju ke ruangan sang CEO.


"Maaf tuan Andi. Kenapa saya tidak mendapatkan laporan pemasaran penjualan apartemen beberapa bulan terakhir?" tanya Garda.


"Kamu tanya aja sama Arini. Mungkin saja dia memiliki jawabannya," jawab Andi yang fokus pada pekerjaannya.


"Bukan begitu pa. Setiap aku tanya sama Arini. Jawabannya masih dikerjakan oleh divisi pemasaran. Jujur aku sangat penasaran sekali sama mereka," ucap Garda yang menahan kesal.


Kemudian Andi mengangkat wajahnya sambil menatap wajah Sang putra. Ia mulai teringat dengan laporan divisi pemasaran. Memang akhir-akhir ini Andi tidak mendapatkan apapun. Dengan terpaksa Andi menghubungi Arini untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Arini datang sambil menghadap Andi. Sebelum berbicara Arini selalu melakukan tradisi membungkukkan badannya sambil memberi hormat.


"Selamat siang tuan Andi," sapa Arini.


"Selamat siang," sapa Andi balik. "Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu. Akhir-akhir ini apakah divisi pemasaran memberikan laporan tentang penjualan apartemen?"


"Sepertinya tidak. Aku sering mengeceknya di sana. Jawabannya masih dikerjakan. Memang beberapa bulan terakhir unit penjualan apartemen sangat ramai sekali. Hal ini dikarenakan Nyonya muda Lee turut ikut mempromosikan unit apartemen itu," jawab Arini dengan tegas.


"Seharusnya kami sudah mendapatkan laporan penjualan apartemen itu. Tapi kenapa mereka tidak melaporkannya kepada kita?" tanya Andi sambil bersandar di kursi empuknya itu.


"Kalau begitu aku akan ke sana untuk mengambilkan laporan penjualan," jawab Arini yang sudah mulai merasakan firasat yang tidak enak.


"Nanti saja. Sebentar lagi sudah memasuki jam makan siang. Setelah istirahat kamu ambil semuanya. Aku ingin mengecek seluruh laporan mereka!" perintah Garda.


"Baik Tuan," balas Arini. "Kalau begitu saya akan keluar dari sini."


"Pergilah," usir Garda.


Arini pun akhirnya meninggalkan mereka semua. Namun hati Arini merasakan ada yang aneh. Benar juga apa yang dikatakan oleh Garda dan Andi. Selama ini dirinya tidak mendapatkan laporan pemasaran. Ada apa ini? Tiga kata yang sedang berada di dalam hatinya. Apakah Arini harus turun tangan untuk mencari penyebabnya?


Itu tidak mungkin. Terkadang turun ke lapangan harus melalui prosedur perusahaan. Meskipun Arini adalah seorang pasukan khusus tidak akan mungkin melakukannya. Kecuali kalau sudah memiliki izin dari mereka berdua dan Lee.


Melihat kepergian Arini, Garda tersenyum manis. Ternyata hati Garda berdetak dengan kencang. Sangking kencangnya Andi pun mendengar. Untung saja Andi tahu kalau itu suaranya jantung. Bagaimana kalau itu bukan suaranya jantung? Tanyakan saja pada Andi Sebastian sendiri.

__ADS_1


"Cih... Pakai ngusir segala. Kamu itu ya bener-bener jadi orang. Suara jantungmu Papa bisa mendengarnya dari sini," kesal Andi kepada Garda.


"Memangnya ada apa? Memangnya aku salah ya Pa? Mengusir Arini dari sini," tanya Garda dengan polos seperti anak kecil yang tidak memiliki kesalahan.


__ADS_2