Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 282


__ADS_3

Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju. Lee memiliki segudang cara untuk melumpuhkan musuh. Biar bagaimanapun juga Lee tidak akan meminta musuh berdiri tegak.


Istanbul Turki.


Di dalam markas besar Black Lotus terjadi kekacauan di situs web ilegal milik Candra. Situs itu langsung down dan tidak dapat dipergunakan untuk mengakses informasi. seluruh pengawal yang memiliki kemampuan teknologi dikerahkan. Namun usaha mereka nihil.


"Kenapa sistem down seperti ini!" teriak Josh dengan kencang.


"Saya tidak tahu tuan,'' jawab Hilman nama salah satu anak IT.


BRAAAAAAK!


Josh menggebrak meja dengan kencang. Josh mengusap wajahnya karena frustasi. Akhir-akhir ini website ilegal sering down. Bahkan bisa mati total berhari-hari.


"Apakah ini bisa dipulihkan?" tanya Josh ke Hilman.


Tak lama ada sebuah surat cinta yang masuk ke dalam situs tersebut. Hilman yang melihat itu langsung membukanya. dalam hitungan detik....


Boooooom!


PC server utama meledak sehingga menimbulkan bunyi kencang. Seluruh anggota IT terkesiap melihat PC itu terbakar. Mereka lupa kalau stop kontaknya tidak dicabut. hingga ledakan demi ledakan terjadi. Mereka langsung meninggalkan ruangan itu. Api terus menjalar dan mulai membakar ruangan itu. Lalu ruangan itu sudah dipenuhi asap pekat. Orang-orang yang berada di sana segera menjauhi area itu.


Tak lama datang sebuah mobil Limosin masuk ke area itu. Himan yang melihat mobil itu langsung menepuk jidatnya. Hilman hanya bisa meringis dan hatinya tersayat.


"Waduh... habislah kita,'' ucap Hilman.


"Apa maksudnya?" tanya Josh.


"Ruangan IT sebentar lagi akan terbakar. Dan kamu tahu siapa pemilik mobil itu? Sang pemilik mobil itu adalah bos kita," jawab Hilman yang gelisah.


"Sabar bagaimana?" tanya Hilman yang mulai emosi.


"Maksud kamu?" tanya Josh.


"Apakah kamu tahu kalau bos kita marahnya seperti orang kesetanan?" tanya Hilman.


Josh terdiam sambil bergidik ngeri. Apa yang dikatakan oleh Hilman apa adanya. Sekalinya si bos marah maka banyak sekali mayat berjatuhan.


"Kalau begitu bagaimana rencana kita selanjutnya agar terhindar dari amukan si bos?" tanya Josh yang masih memperhatikan ruangan IT tersebut.

__ADS_1


"Kita pakai langkah seribu alias lari,'' jawab Hilman yang memiliki cara satu-satunya.


Josh menganggukan kepalanya lalu segera. menarik baju HIlman. Dalam keadaan sepi dan para pengawal sudah tidak ada, maka akhirnya memutuskan untuk pergi.


Sedangkan pemilik mobil itu masih berdamai dengan keadaan. Ia memperhatikan tempat itu dan mencari para pengawal. Namun ia tidak menemukan satu orang di sana.


"Tumben sekali hari ini sepi,'' ucap Candra sang pemilik mobil itu.


"Mungkin mereka sedang tidur,'' sahut Gery.


"Mereka sangat pemalas sekali. Mereka hanya bermalas-malasan dan bermain perempuan di malam hari,'' keluh Candra.


Akhirnya Gerry keluar dari mobil. Gerry segera memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk Candra.


Ketika kakinya melangkah lalu terdengar....


Duarrrrrrrrrrrrrrrrr!


Ruangan IT pun akhirnya meledak. Asap hitam langsung membumbung ke awan. Candra yang mendengar ruangan IT itu membulatkan matanya. Ia akhirnya keluar dari mobil dan melihat ruangan IT sudah meledak.


Jarak ruangan IT ke markas hanya memiliki jarak tiga kilo meter. Candra memang sengaja membangun ruangan IT secara terpisah. Jika terjadi penyerangan, Candra tidak merasa rugi. Namun perkiraan Candra salah. Ruangan IT yang dibanggaka akhirnya hancur juga. Banyak alat-alat canggih berharga mahal hancur seketika. Transaksi-transaksi di dunia bawah tanah lenyap seketika. Bahkan Candra telah kehilangan para pelanggannya dengan cepat.


BUGH!


Candra langsung jatuh tersungkur dan merasakan sesak nafas. Candra tidak bisa memanggil Gerry lalu menutup matanya. Sementara itu Gerry yang terkejut dengan ruangan IT terbakar hanya bisa menghela nafasnya. Gerry menerka-nerka siapa pelakunya. Asin tetapi Gerry tidak memiliki bukti sama sekali. Ia menoleh ke bawah dan melihat Candra pingsan. Gerry membelalakan matanya dan menolong Candra.


Setelah itu Gerry pergi ke rumah sakit. Di dalam perjalanan Gerry mengebut seperti orang kesetanan. Gerry tidak mau Candra Maggi dengan konyol. Ia sangat menyayangi Gerry seperti menyayangi kedua orangtuanya dulu.


New York City, USA.


Jet pribadi milik Andi mendarat di bandara John F. Kennedy dengan selamat. Lee segera mengulum senyum ke arah sang suami. Entah kenapa dirinya hari ini sangat bahagia. Bahkan bahagianya melebihi anak kecil mendapatkan permen.


Mereka akhirnya turun dari pesawat. Seluruh pengawal Black Dragon dan White Eragon sudah berjaga-jaga di area itu. Erra memang sengaja meminta mereka demi keamanan sang istri. Erra tidak mau kecolongan pada istri kecilnya itu.


Mereka akhirnya memasuki jalur VVIP. Di sana jalur itu sudah dinetralkan. Jake telah meminta pihak bandara agar memberikan ekstra pengamanan. Maka dari itu mereka langsung melaksanakan. Mereka tahu siapa yang akan tiba di sana. Mereka tidak mengira kalau yang tiba secara dadakan adalah sang pemilik saham bandara itu. Siapa lagi kalau bukan Erra dan Bayu.


Sepanjang perjalanan menuju ke area parkir, Lee masih saja tersenyum sumringah. Garda yang melihat Lee tersenyum hanya bisa mengerutkan keningnya. Lalu Garda mendekati sang adik sambil berbisik, "Kenapa kamu tersenyum sumringah sedari tadi?"


"Ah... aku lupa pada kakak. Aku belum bilang kalau virus yang kita buat selama dua hari sudah aku coba,'' jawab Lee dengan pelan.

__ADS_1


"Apa?" pekik Garda.


"Ya... aku telah mencobanya,'' jawab Lee.


"Lalu, kemana virus itu kamu kirim?" tanya Garda.


''Nanti ah... aku masih tahu,'' jawab Lee yang sengaja membuat Garda penasaran.


Mereka sudah sampai ke area parkir. Lee dan Erra memakai mobil sport yang dibawakan oleh pengawal. Lalu yang lainnya ikut pengawal. Lee menatap Erra dengan curiga. Sementara Erra hanya tersenyum lucu melihat sang istri.


"Kenapa kamu menatapku curiga?" tanya Erra.


"Kakak mau mengajakku kemana?" tanya Lee yang memegang lengan besar Erra.


"Aku akan mengajakmu ke hotel dan menyekapmu,'' jawab Erra yang tersenyum devil.


"KAK!" teriak Lee.


"Apa?'' tanya Erra yang tertawa lucu melihat Lee.


"Jangan sekarang ya. Aku lagi ada tugas dari papa,'' jawab Lee.


"Tugas apa?" tanya Erra yang pura-pura tidak tahu.


"Tugas menjaga paman Christian,'' jawab Sascha.


"Oh... aku sangka kamu memiliki tugas membuat suami bahagia di ranjang.'' jawab Erra dengan tertawa terbahak-bahak.


Plak!


Lee memukul lengan Erra dengan pelan. Bisa-bisanya Erra mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini. Namun Erra sangat bahagia telah mengerjai Lee yang marah. Sebelum melajukan mobilnya Erra menarik tubuh mungil Sascha dan menciumnya. Erra sangat gemas sekali terhadap istri kecilnya. Setelah itu Erra menancapkan gasnya dan langsung meninggalkan bandara.


"Kakak mau kemana?" tanya Lee.


'Ke rumah paman Christian,'' jawab Erra yang masih fokus.


"Kenapa kita kesana? Bukannya nanti sore kita kesana?" tanya Lee.


"Bukannya kamu yang meminta untuk kesana tadi sebelum mendarat?" tanya Erra balik.

__ADS_1


__ADS_2