Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 446


__ADS_3

"Aku sangat penasaran sekali apa yang dibicarakan sama mereka. Aku menganggap mereka musuhan. Karena mereka tidak bertegur sapa," jawab Feli.


"Ya enggak gitu kali konsepnya. Kami memang jarang bertemu. Kami masih solid satu sama lain. Kalau Jake sering berada di laboratorium. Kalau aku sering berada di lapangan mengajarkan kalian ilmu bela diri," ucap Nanda. "Ya istilahnya kalau bertatap muka itu jarang sekali. Bagi yang enggak tahu dianggap musuh."


"Oh... jadi begitu konsepnya," ucap Feli.


"Iya. Kakak besar kamu sudah tahu semua. Jika salah satu dari kita berantem kakak besar sudah memberikan warning. Dia memang memiliki hak veto di White Eragon. Yang dimana hal itu sengaja dipakai untuk menghentikan perpecahan antara anggota White Eragon," jelas Nanda.


"Aku harap kamu kamu mengerti masalah ini," ucap Angela.


"Terus hubungan kamu sama Jake bagaimana?' tanya Nanda.


"Hubunganku bersama Kak Jake baik-baik saja. Kak Jake sepertinya akan pulang ke Jakarta. Setelah mencari keberadaan orang tua Kak Greg," jawab Feli.


"Siapa orang tua Greg? Sedari dulu aku masih penasaran dengan Greg," tanya Nanda yang melihat Angela mengajak anak kecil bermain.


"Memangnya ketua tidak tahu siapa orang tua Kak Greg?' tanya Feli.


"Aku nggak tahu soal itu. Pada awal berkenalan Greg tidak pernah bercerita. Malah Imam yang bercerita kalau Papa Irwan mengambil Greg dari sang supir. Papa membesarkan seperti anak sendiri," jawab Nanda.


"Adriano Sheva Strada. Atau yang lebih dikenal sebagai Sheva," ucap Feli.


"Apakah itu benar?' tanya Nanda yang terkejut dengan pernyataan Feli.


"Apakah kamu serius?" tanya Angela yang juga kaget sama seperti Nanda.


"Ya... aku serius. Kak Jake sendiri yang bilang," jawab Feli.


"Bukannya dia adalah orang jahat?' tanya Angela.


"Iya itu benar. Dulu Sheva menciptakan sebuah chips yang bisa mengendalikan otak manusia. Lalu barang itu terjual sangat mahal dan laku di pasaran. Ketika diluncurkan kitalah orang yang pertama dengan berani menghancurkan chip itu," jelas Nanda yang masing ingat dengan peristiwa itu.


"Sangat parah sekali kejadian itu. Jika saja tidak dihentikan kemungkinan besar umat manusia bisa terbagi dua kubu. Yang satu kubu orang-orang yang memerintah orang tersebut. Yang kubu satunya lagi diperintah untuk melakukan dari kubu satunya lagi. Menurutku itu sangat mengerikan," tambah Feli yang menganalisis kejadian di masa depan jika chips sialan itu masih ada.


"Hal itu sangat menyeramkan. Jika itu terjadi kemungkinan besar manusia akan punah dengan keserakahan dengan manusia lainnya," imbuh Angela yang sedari tadi menyimak.


"Syukurlah. Semuanya sudah selesai dengan sendirinya. Aku enggak mau hal itu terulang lagi," jawab Nanda.


Beberapa saat kemudian ponsel Feli berdering. Ia segera meraih ponsel itu dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Dengan senyum sumringahnya, Feli mengangkat ponsel itu. Lalu menyapa orang yang berada di seberang sana, "Selamat siang Kak Jake."

__ADS_1


"Kamu berada dimana?" tanya Jake.


"Aku berada di rumah sama Kak Nanda dan Angela," jawab Feli.


"Aku sangka kamu sedang berjalan-jalan," celetuk Jake.


"Aku lagi malas saja keluar jalan-jalan. Lebih baik aku memilih untuk tidur sambil makan," ucap Feli.


"KAmu makan banyak tidak bisa melar," ledek Jake.


"Aku bingung soal itu," kesal Feli dengan tubuh mungilnya itu.


"Angela disitu?" tanya Jake.


"Ada. Aku bersama ketua Nanda juga," jawab Feli. "Sudah mendarat?"


"Sudah dari tadi. Aku berada di rumah sakit Sebastian," jawab Jake yang membuat sang kekasih terkejut.


"Apa?" pekik Feli. "Siapa yang sakit?"


"Enggak ada yang sakit. Aku sedang menantikan kedua adikku lahir," jawab Jake.


"Iya. Mama Naomi sedang berjuang di ruang operasi," jawab Jake.


"Kenapa mama tidak bilang sama aku?" tanya Feli yang merasa tidak enak.


"Nggak usah merasa tidak enak hati. Mama sengaja tidak memanggil kamu ke mansion. Mama sedang memberikan kamu kompensasi untuk berlibur. Kasihan jika kamu tidak memiliki waktu libur. Mama juga membebaskan kamu untuk pergi berbelanja. Eh.. malahan kamu memilih untuk tidur," jawab Jake.


"Aku ke sana ya kak?" tanya Feli yang meminta izin kepada Jake.


"Kematian. Temani aku di sini. Greg dan kedua orang tuanya berada di mansion," jawab Jake. "Aku sekarang sedang kesepian."


"baiklah aku akan segera ke sana," ucap Feli yang membuat Jake memutuskan teleponnya.


Feli memegang kepalanya sang mengharukan tanda tidak gatal. Feli sangat kesal terhadap Jake. Bisa-bisanya ketika berbicara enak-enak malah putus sendiri. Ingin rasanya marah. Namun itu tidak mungkin.


"Ada apa?" tanya Angela yang melihat Feli tiba-tiba saja kesal.


"Aku kesal sama Kak Jake. Aku belum selesai ngomong sudah diputus," jelas Feli.

__ADS_1


"Memang sedari dulu Jake begitu. Kalau ngomong melalui telepon dia sangat malas sekali. Kalau ngomong lewat telepon rasanya malas. Kami sebagai anggota enam pilar utama selalu ngechat,' jelas Nanda yang memang sangat membenci kelakuan Jake.


"Ada apa memangnya?" tanya Angela.


"Mama Naomi sedang di rumah sakit. Katanya Kak Jake, Mama Naomi sedang berjuang di meja operasi untuk melahirkan adik-adiknya Kak Jake," jawab Feli.


"Akhirnya nambah anggota baru lagi," ucap Nanda sambil tersenyum bahagia.


"Apakah kamu akan ke sana?' tanya Angela.


"Aku akan ke sana," jawab Feli. "Sekalian aku ingin menemui Kak Jake yang berada di rumah sakit sendirian."


"Kalau begitu ayo kita ke sana," ajak Nanda. "Hubungi para anggota enam pilar utama! Biar mereka menyerbu rumah sakit. Tapi di mana rumah sakit itu?"


"Rumah sakit Sebastian," jawab Feli.


"Syukurlah. Rumah sakit itu tidak jauh dari sini," sahut Angela.


"Apakah kamu akan ikut?" tanya Nanda.


"Iya. Sekalian aku mau periksa kandunganku," jawab Angela.


"Oh.. ya.. di dalam sana ada nasi goreng buatan Mana Yi," ucap Nanda yang memperingatkan Angela supaya tidak lupa untuk memakannya.


Mendengar nama nasi goreng, Angela langsung merasakan perutnya lapar. Ia cepat-cepat pergi ke dapur untuk memakan nasi goreng itu. Sedangkan Feli hanya menepuk jidatnya. Ia tahu kalau kalau Angela sering sekali enakan nasi goreng buatan Mama Yi.


"Kenapa?" tanya Nanda yang melihat Feli.


"Angela sering sekali makan nasi goreng buatan Mama Yi," jawab Feli yang membuat Nanda terkejut.


"Apakah itu benar?' tanya Nanda.


"Iya. Bahkan sering sekali Mama Yi meminta pengawalnya untuk mengirimkan makanan itu ke Angela," jawab Feli.


"Ini sangat aneh sekali. Setahuku Mama Yi tidak bisa memasak nasi goreng. Lalu tiba-tiba saja Mama menyuruhku untuk membawakan nasi goreng itu," ucap Nanda dalam hati.


"Memangnya kenapa kak? Ada yang salah dengan nasi goreng itu?' tanya Feli yang membuat Nanda curiga.


"Aku tidak apa-apa. Aku bingung dengan nasi goreng itu," ucap Nanda yang berdiri dan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Ada apa sih memangnya?" tanya Feli.


__ADS_2