
“Aku nggak tertarik pada jabatan CEO seperti itu,” jawab Garda.
“Kenapa kamu nggak tertarik? Bukankah kamu sudah memiliki basic sebagai CEO?” tanya Sam.
“Nggak semudah itu. Di Sebastian Groups masih banyak musuh dalam selimut. Selama ini papa nggak menyadari akan hal itu. Bahkan papa sangat santai sekali melihat para musuh berseliweran,” jawab Garda dengan jujur.
“Kamu belum tahu siapa papa Andi? Papa Andi sama seperti Lee. Diam-diam Papa Andi memiliki rencana yang dimana orang lain enggak tahu. Jika ada yang tahu maka rencana papa Andi akan bocor,” jelas Sam yang paham dengan sifat Andi sebenarnya.
“Jadi?” tanya Garda.
“Kamu harus kenalin sifat papa Andi yang sebenarnya. Jangan sampai kamu enggak kenal. Memang papa memakai jebakan sunyi senyap. Cepat atau lambat akan terungkap semuanya,” tambah Sam.
Garda akhirnya paham apa yang dikatakan oleh Sam. Memang Andi orangnya pendiam. Ia selalu bekerja dengan cepat jika ketahuan berbuat curang.
“Di sini beberapa hari?” tanya Sam.
“Kurang lebih tiga harian,” jawab Garda.
“Apakah kalian memesan minuman?” tanya Garda ke arah Arini.
“Iya... aku sedang memesan minuman hangat. Hari ini sangat dingin sekali. Aku tidak bisa kemana-mana,” jawab Arini.
“Kamu pesan apa?” tanya Garda.
“Coklat panas ditambah dengan kue sus,” jawab Arini. “Tenanglah kami sudah memesan makanan buat kamu.”
“Baiklah,” balas Garda yang beralih ke arah Sam. “Kamu ngapain kesini?”
“Lagi mengecek beberapa restoran. Yang di mana aku memiliki puluhan restoran di negara ini,” jawab Sam yang membuat Garda dan Arini kaget.
“Apa yang kamu katakan itu benar?” tanya Garda lagi.
“Ya itu benar. Aku akan ke pusat untuk meminta laporan dan dicek. Sekalian membuat meeting kecil-kecilan,” jelas Sam.
“Ah.... kamu itu memang pebisnis handal di bidang kuliner. Tapi kenapa Papa Saga malah memilih untuk menjadi ilmuwan gila?” tanya Garda.
__ADS_1
“Memang dia adalah ilmuwan gila. Tapi kamu sendiri nggak tahu sebenarnya. Bagaimana caranya papaku bisa menjadi ilmuwan gila ketimbang menjadi koki. Kata papa awalnya ingin menjadi koki sebenarnya. Lalu beliau bersiap sekolah dalam jurusan tata boga. Basic memasak sudah ada ketika masih SD. Entah kenapa saat itu di lingkungan rumahnya terdengar kabar ada seorang pemabuk yang meninggal karena overdosis pil ekstasi. Ambilah satu biji pil tersebut. Diam-diam Papa pergi ke laboratorium milik sekolah. Di sana papa mulai meneliti pil itu. Hingga menemukan jawabannya. Hampir setiap hari papa selalu begitu. Sampai-sampai gurunya mengenal. Setelah itu papa berniat tidak akan masuk ke dunia dapur. Papa berencana ingin menjadi ilmuwan gila,” jelas Sam.
“Sekarang turunnya ke Kak Irwan,” sambung Pita.
“Itu benar. Imam juga ilmuwan gila. Diam-diam dia juga pernah membuat serum penawar luka. Dengan memakai serum seperti itu Imam dinobatkan sebagai orang yang memiliki inovasi tinggi dalam dunia kedokteran. Tapi bedanya adalah Papa sama Imam mencolok. Contohnya saja papa lebih mencolok adalah suka berada di dalam lab sepanjang waktu. Kalau Sam itu lebih memilih dia lebih ke jalan demi mengurus sayur-sayuran yang sedang berkembang biak dengan baik. Ia sedang membuat sayuran menjadi super premium,” tambah Sam.
Beberapa saat kemudian datanglah salah satu pelayan membawakan pesanan buat mereka. Pelayan itu menata pesanannya satu persatu. Setelah selesai mereka meninggalkan Garuda dan Sam di tempat itu.
“Memangnya kita mau di sini berapa lama?” tanya Sam.
“Tunggu tubuh hangat. Aku juga kedinginan,” jawab Garda yang memang kedinginan.
“Aish... lebih baik kita menikah saja. Kalau kita menikah bisa membuat tubuh kita menghangat,” ucap Arini polos sambil membaca novel dan menikmati coklat panas.
“Itu novel yang sedang happening?” tanya Pita.
“Akan aku wujudkan mimpi kamu itu. Setelah menikah kita bisa menghangatkan tubuh jika kedinginan seperti ini,” sahut Garda yang serius dengan pernyataan Arini.
Sam dan Pita menawan tawanya mendengar percakapan dari mereka. Mereka merasakan ada sesuatu dengan Arini dan Garda.
“Tidak!”
“Ya!”
Garda dan Arini berseru dengan kompak. Lalu Sam dan Pita bingung. Mengapa mereka berdua mengatakan ya dan tidak secara bersamaan? Atau jangan-jangan mereka berdua?
Dengan cepat Garda membekap mulut Arini dengan mulutnya. Pria bertubuh kekar itu mencium mulut Arini dengan memasukkan lidahnya di mulut Arini. Hingga mereka akhirnya bertukar saliva.
Sementara itu Sam dan Pita hanya bisa menahan tawanya melihat mereka berciuman dengan panas. Sungguh ini sebuah keajaiban buat mereka. Ternyata Garda masih normal dengan seorang perempuan.
“Lepaskan aku,” ucap Arini yang memukul dada Garda. “Aku nggak bisa bernafas.”
Garda melepaskan Arini sambil tersenyum dan berkata, “Mulut kamu manis seperti strawberry.”
Jujur saja kata Sam membelalak sempurna. Bisa-bisanya garda memuji bibir tipis milik Arini seperti strawberry.
__ADS_1
Seketika Pita dan Sam menahan tawanya. Diam-diam mereka memperhatikan Garda yang sudah berani membuat Arini tak berdaya.
Sedangkan Arini, wajah Arini memerah karena malu. Hingga akhirnya Arini menundukkan wajahnya.
Mereka tertawa melihat tingkah Arini. Sungguh tingkah Arini sangat lucu sekali saat ini. Diam-diam Sam membaca kalau Arini sedang jatuh cinta.
“Dia juga jatuh cinta,” ucap Sam sambil mencium harumnya coklat panas.
“Kakak benar,” tambah Pita yang mendukung perkataan Sam.
Sungguh ini di luar dugaan. Garda yang sebenarnya diam ternyata menghanyutkan.
“Aku baru tahu kalau Kak Garda ternyata diam-diam sangat menakutkan,” ledek Pita yang memiliki keberanian penuh.
“Harusnya begitu. Memang wanita harus diperlakukan seperti itu,” ujar Garda yang membenarkan perkataan Pita.
Arini hanya menunduk sambil menatap lantai marmer. Ia mengambil gelas coklat itu dan mencoba untuk diam. Namun yang tidak bisa dikendalikan adalah jantungnya. Memang yang namanya jantung Arini tidak bisa diajak kompromi lagi.
Arini menikmati coklat itu dengan cara menghirup aroma coklat Belgia asli. Ia teringat akan wajah kakak besarnya. Dengan cepat ia meminum coklat itu dan meraih ponselnya.
Arini memutuskan untuk menghubungi Lee dan mengadukan keberingasan sang kakak. Ia sangat malu sekali terhadap kejadian tersebut. Bisa-bisanya Garda menyerang begitu saja. Ia belum siap segalanya.
Lee yang masih berada di mansion sengaja membatalkan berpetualangan untuk mencari coklat. Karena malam ini ia mendengar kalau cuaca sedang ekstrim. Begitu juga dengan lainnya. Mereka memutuskan untuk membatalkan perjalanan hari liburnya.
“Hari ini sangat dingin sekali,” ucap Lee sambil menggosok-gosokan tangannya tanda kedinginan.
“Iya, kamu benar. Untung saja kamu memberitahukan beberapa menit lagi ada cuaca ekstrim dan hujan badai,” sahut Erra yang baru mengetahui berita tersebut.
“Lebih baik kita beristirahat terlebih dahulu,” ajak Lee.
“Lalu bagaimana dengan coklatnya?” tanya Erra yang melihat sang istri tenang.
“Aku lagi menahannya,” jawab Lee yang menghempaskan bokongnya di tepi ranjang.
“Memangnya kamu bisa apa?” tanya Erra yang penasaran dengan Lee.
__ADS_1